Pendapatan Rumah Tangga Naik 15% | OPINI.id

Dengan dikeluarkannya kebijakan reforma agraria oleh pemerintah sangat dirasakan dampaknya oleh warga, karena dinilai dapat membantu rumah tangga rakyat miskin keluar dari jerat kemiskinan.

Reformasi Agraria Tingkatkan Pendapatan Rumah Tangga 15%

Presiden Joko Widodo dianggap berhasil dalam menuntaskan kemiskinan di Indonesia. Kebijakan yang diterapkannya melalui reformasi agraria dipandang mampu meningkatkan penerimaan rumah tangga penerima manfaat sekitar 15% per bulan. Selain itu, kondisi perokonomian yang terkonsentrasi pada kelompok masyarakat, dapat terkoreksi melalui kebijakan reforma agraria. Kebijakan redistribusi lahan ini menjadi sangat penting dan monumental dalam rangka menyejahterakan rakyat. Berdasarkan hasil studi melalui simulasi dengan data survei sosial ekonomi nasional (SUSENAS) pada periode Maret 2017 menunjukkan bahwa redistribusi lahan dalam rangka kebijakan reforma agraria mampu menekan ketimpangan. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimata setelah diskusi yang dilaksanakan oleh Solidaritas Ulama Muda Jokowi (SAMAWI) di Jakarta pada bulan lalu. Arif menekankan bahwa hasil studi tersebut sejalan dengan pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pertengahan Juli, bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia turun menjadi 9,82%. Pencapaian tingkat kemiskinan satu digit ini merupakan yang terendah sepanjang sejarah. Melalui kebijakan tersebut, masyarakat perdesaan memiliki akses terhadap aset yang dimanfaatkan untuk bekerja dan mendapatkan penghasilan. Dengan demikian, ketimpangan kepemilikan lahan dapat diminimalisasi. Di sinilah, kata dia, pentingnya kebijakan reforma agraria yang dikeluarkan oleh Presiden Jokowi itu. Dia menyarankan agar kebijakan reforma agraria diterapkan secara serius. Perlu dikawal agar tepat sasaran, terutama terhadap kelompok penerima manfaat serta terjadi pemerataan. Lebih lanjut disampaikan, dari hasil studinya, kebijakan reforma agraria melalui redistribusi lahan ini akan semakin optimal jika didukung oleh program lainnya. Dia menyarankan program pendamping dari reforma agraria ini, antara lain kebijakan pembiayaan untuk menggarap lahan, pendampingan ketrampilan, inovasi teknologi, serta dukungan untuk mengakses pasar hasil lahan yang digarap. Redistribusi aset lahan sejak dulu telah sudah dilakukan, namun pada era pemerintahan Joko Widodo, jumlahnya meningkat sangat drastis. Redistribusi lahan sampai tahun 2017 sudah sebesar 33.018 Ha. Pada 2019, diharapkan sudah ada 1,5 juta bidang yang akan dilakukan pelepasan lahan.

Komentar

Fresh