Lapas Sukamiskin,Surganya Koruptor Kabur | OPINI.id

Ini adalah lapas yang kembali jadi sorotan usai KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan berhasil menciduk Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husein.

Praktik Suap Lapas Sukamiskin Jadi Surganya Koruptor Berdasi!

Koruptor punya keinginan yang bermacam-macam, penghuni Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, untuk bisa keluar penjara dengan menyuap petugas. Sebut saja korupto Gayus Tambunan yang pernah cabut dari bui untuk menonton pertandingan tenis di Bali, bahkan beberapa penghuni Lapas Sukamiskin ini pernah pulang ke rumahnya. Kali ini Sukamiskin viral lagi setelah KPK berhasil menangkap tangan Kalapasnya bernama Wahid Husein yang diduga menerima suap dari narapidana koruptor di lapasnya. Beberapa menyuap, hanya untuk bisa bepergian sementara keluar lapas, keren ya! Gak heran kalau lapas Sukamiskin bagaikan surga bagi para koruptor-koruptor berdasi yang punya uang banyak. Mereka bisa bebas bepergian kemana pun mereka suka.

Kenapa Koruptor Terus Dikirim ke Sukamiskin?

KPK resmi menangkap Kalapas Sukamiskin, Wahid Husein pada 21 Juli 2018 beserta enam orang lainnya termasuk selebriti jadul Inneke Koesherawati yang diduga saat itu sedang memberikan suapan kepada Husein. Sebenarnya sih, kalau suap menyuap di Lapas Sukamiskin bukan mainan baru, tapi sudah lama. Yang jadi pertanyaannya, kenapa mereka (koruptor) dikirimnya kemari semua? Nah, awal pengiriman koruptor ke Lapas Sukamiskin ini berangkat dari ide Kemenkumham, yang melihat lapas ini punya sel terpisah. Artinya, satu narapidana ditempatkan di sel sendiri. Harusnya kondisi ini sudah bisa diprediksi oleh Kemenkumham, mengingat Gayus pernah keluar lenggang kangkung di Lapas ini. Lemahnya sistem membuat pelaku korupsi kelas 'kakap' punya modal besar. Sementara anggota Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW), Lola Easter menilai, fasilitas istimewa yang diterima napi korupsi di Lapas Sukamiskin mencerminkan adanya kesenjangan antartahanan di dalam lapas. Hal ini terjadi karena para napi korupsi dipenjara dalam tahanan khusus atau tidak disatukan dengan terpidana kasus kejahatan lainnya, seperti pencuri, perampok, dan pembunuh.

Setuju gak kalau penjara koruptor digabungkan sama penjahat lainnya, biar adil gitu?
Setuju banget
Boleh idenya tuh
310 votes

Komentar (1)

Fresh