Harga Telur Bikin Kemelut! | OPINI.id

Mulai dari Rp 22.000, tiba-tiba saja naik menjadi Rp 28.000 kemudian turun lagi menjadi Rp 26.000. Dan mudah-mudahan saja gak stuck di harga segitu dan bisa balik normal.

Alesan Konyol Dibalik Naiknya Harga Telur

Udah cukup sepertinya mendengar beberapa alasan yang bisa dibilang konyol oleh beberapa Menteri kita. Seperti halnya yang diucapkan oleh Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita. Kenaikan harga telur teryata dipicu juga oleh naiknya konsumsi telur yang mendorong permintaan terhadap konsumsi barang pangan itu. Sejumlah momentum bahkan dianggap jadi penyebabnya, seperti hari raya, masa libur panjang sampai-sampai yang jadi sorotan media asing bloomberg, adalah perhelatan Piala Dunia 2018, what? "Jadi alasannya macam-macam demand meningkat tajam. Baik dari sisi liburan, hingga sepak bola," sebut dia usai menggelar rapat membahas harga telur dengan para pengusaha dan peternak telur di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (16/7/2018). Perhelatan Piala Dunia yang di Indonesia ditayangkan pada malam hari, mendorong meningkatnya konsumsi telur terutama untuk campuran sejumlah panganan seperti nasi goreng. "Karena dari tengah malam nasgor pakai telur. Internet Indomie telur dan kornet juga pakai telor. Syaa inget wkt mahasiswa ada fresh telur kita bikin nasgor," sebutnya. Gak hanya itu, momen lainnya juga ikut berperan seperti pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak beberapa waktu lalu. Harapan pak Menteri, ingin keadaan jadi normal kembali.

Harga Telur Naik di Indonesia Jadi Sorotan Media Asing

Ini adalah momentum dua kubu kembali berargumen. Kubu pro Jokowi dan Kontra Jokowi. Lagi-lagi pemicunya akibat alasan dibalik meroketnya harga telur di Indonesia. Bisa dibilang, harga telur di bulan Juli 2018 mencapai level tertinggi. Namun, bukan karena harga telur yang meroket mendapatkan perhatian media asing, tapi karena alasan dibalik naiknya harga tersebut. Seperti dilansir di finance.detik.com, alasan kenaikan telur karena beberapa faktor.Salah satunya adalah pagelaran pesta sepak bola yaitu Piala Dunia 2018. Bloomberg pun terkejut jika kenaikan telur di Indonesia karena faktor piala dunia. Menurut Menteri Perdagangan, kenaikan karena masyarakat Indonesia jadi konsumtif sama telur pas momen ini. Para penggemar sepak bola yang menonton piala dunia gemar mengkonsumsi mie instan dengan telur."Bagaimana Piala Dunia membuat harga telur lebih mahal di Indonesia," tulis Bloomberg di lamannya. Sontak hal ini pun langsung mendapatkan respon cepat dari kubu kontra Pro Jokowi siapa lagi kalau bukan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. Fahri pun juga mentautkan berita dari Bloomberg itu dengan menuliskan caption yang diakhiri dengan emoji tertawa.

Setuju gak sama alasan ini?
Gak setuju
Bisa jadi sih
321 votes

Komentar

Fresh