Biodisel 20% Hemat Devisa Negara? | OPINI.id

BBN ini sangat efektif untuk menekan jumlah BBM yang beredar di Indonesia, program ini mewajibkan campuran 20% BBN (biodiesel) dalam solar, sehingga akan dapat menghemat Devisa negara.

Jokowi: Penggunaan Biodisel 20% Bisa Hemat Devisa Negara Sebesar 300 M

Jakarta, Biodiesel adalah bioenergi atau bahan bakar nabati (BBN) yang dibuat dari minyak nabati, seperti minyak kelapa sawit, kelapa, kemiri, jarak pagar, kacang tanah dan masih banyak lagi bahan tumbuh-tumbuhan yang lainnya yang tumbuh di Indonesia. Dalam penelitian, BBN berasal dari minyak kacang tanah, setelah mengalami beberapa proses ekstrasi, transesterifikasi maka akan diperoleh metil ester atau yang disebut Biodiesel. Kemudian biodiesel dicampur dengan bahan bakar solar. Hasil campuran itu disebut B10, B20 dengan tujuan agar bahan bakar B10, B20 ini mempunyai sifat-sifat fisis mendekati sifat-sifat fisis solar sehingga B10 B20 dapat dipergunakan sebagai pengganti solar. Untuk itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai, BBN ini sangat efektif untuk menekan jumlah BBM yang beredar di Indonesia, karena penerapan kebijakan program yang mewajibkan campuran 20% BBN (biodiesel) dalam solar belum berjalan dengan baik. Padahal, menurutnya penerapan kebijakan ini bisa mengurangi impor solar dan menghemat devisa negara hingga US$ 21 juta atau Rp 300 miliar per hari. Presiden kemudian mengumpulkan sejumlah menterinya untuk membahas implementasi kebijakan biodiesel 20% (B20). Dia meminta jajaran kabinetnya betul-betul berkomitman melaksanakan kebijakan ini. Mandatori penggunaan minyak kelapa sawit sebesar 20% sebagai bahan campuran solar (B20) pada kendaraan sudah diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 12 Tahun 2015. "Oleh sebab itu akan saya ikuti terus," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (20/7). Selain itu pelaksanaan biodiesel juga akan mengurangi penggunaan bahan bakar dari fosil yang masih sangat dominan dalam bauran energi. Apalagi bahan bakar jenis ini diprediksi akan segera habis, sehingga pemanfaatn biodiesel sebagai energi baru dan terbarukan perlu dipercepat. Jokowi meminta Kementerian dan Lembaga (K/L) serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mempersiapkan pelaksanaan kewajiban B20 dari hulu hingga hilir. Hal lain adalah memastikan keamanan dan keandalan energi alternatif ini. "Sehingga penggunaan biodiesel dapat meningkat dan meluas," kata orang nomor wahid ini.

Komentar

Fresh