Gak bayar pajak,rusak lingkungan lagi! | OPINI.id

Maraknya warung makan dibeberapa lingkungan rumah tinggal di Jakarta menimbulkan polemik baru. Soalnya, dimana ada warung makan, disitu lingkungan pasti rusak.

Limbah Warung Makan Rusak Lingkungan

Masih inget dulu itu lagi ramai bahas perihal pajak yang akan dikenakan kepada setiap pemilik warteg dan rumah makan lainnya. Isu ini menimbulkan penolakan. Banyak pengusaha dan pemilik rumah makan merasa jika aturan ini hanya akan mencekik pengusaha kecil-kecilan seperti mereka. Alhasil, batal deh penerapan pajak. Oke, tapi satu hal yang jadi masalah. Mereka sudah gak bayar pajak tapi merusak lingkungan. Bayangkan saja, berapa banyak selokan di perumahan yang tercemar dengan limbah makanan dari warung-warung ini? Hampir di setiap perumahan yang ada rumah makannya sudah bisa dipastikan selokannya kumuh dan kuning karena limbah makanan yang dibuang oleh mereka. Seharusnya, hal ini jadi konsen kelurahan setempat. Soalnya, bicara masalah lingkungan gak hanya sebatas sampah plastik, dan limbah pabrik saja, tapi juga limbah rumah makan.

Menimbulkan Bau Busuk

Jika musim kemarau, selokan-selokan alias got yang kini penuh limbah makanan ini pun akan mengeluarkan bau busuk. Gak heran, jika dibiarkan terlalu lama akan menganggu kesehatan. Tapi apa daya, teguran dan sanksi pun tidak diberikan kepada pengelola rumah makan yang memang berada di pemukiman penduduk.Sampai saat ini, bisa dipastikan sudah hampir puluhan sampai ratusan rumah makan berada di area pemukiman. Sebenarnya pembukaan warung makan dekat area pemukiman tidak masalah, hanya saja mereka harus bertanggungjawab untuk mengatur dan mengola pembuangan limbah yang dihasilkan dari makanan yang dibuatnya.

Harusnya diapain nih biar pengelola warung makan pada sadar lingkungan?
Diberikan sanksi dan denda
Kenakan pajak saja
176 votes

quote-mark

testtt

Komentar

Fresh