Hindari Selfie dengan Unta ! | OPINI.id

Selama di tanah suci, jamaah Indonesia diminta untuk tidak memaksakan diri melakukan kegiatan secara berlebihan di luar tempat tinggal, dikarenakan suhu panas yang mencapai 40 derajat celsius. Dan juga jamaah Indonesia dihimbau untuk tidak dekat-dekat dengan unta dan selalu berhati-hati terhadap unta.

Himbauan Pemerintah Untuk Jamaah Haji Indonesia

Untuk mencegah terjadinya heatstroke, akibat terkena terik matahari secara langsung pemerintah menghimbau jamaah haji Indonesia untuk tidak memaksakan diri melakukan kegiatan secara berlebihan di luar tempat tinggal dikarenakan suhu panas yang mencapai 40 derajat celsius. Bukan itu saja, tahun ini Kemenkes Indonesia juga tak jemu menghimbau jemaah untuk menjauhi unta. Jamaah haji Indonesia dihimbau agar hati-hati untuk tidak dekat-dekat dengan unta. Apalagi dari 221 ribu jemaah haji Indonesia, mayoritas berusia lanjut yang rentan pada penyakit. Unta memang biasa ditemui selama pelaksanaan haji. Karena selain beribadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, jemaah kadang kala piknik ke sejumlah tempat, misalnya di peternakan unta untuk sekadar berfoto-foto, naik unta, atau minum susu unta. Imbauan tidak mendekati unta itu terkait dengan penyakit Middle East Respiratory Syndrome (MERS) atau Sindrom Pernapasan Timur Tengah yang teridentifikasi pertama kali merebak di Arab Saudi tahun 2012. Kementerian Haji Arab Saudi juga mengingatkan jemaah untuk mewaspadai penyakit mematikan ini.

Apa itu virus Mers-CoV?

WHO dalam situsnya menjelaskan, MERS adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh coronavirus (CoV). Coronavirus adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Gejala khas MERS meliputi demam, batuk, dan sesak napas. Pneumonia sering terjadi, tapi tidak selalu hadir. Gejala gastrointestinal, termasuk diare, juga telah dilaporkan. Beberapa kasus infeksi MERS-CoV yang dikonfirmasi oleh laboratorium dilaporkan asimtomatik, yang berarti bahwa mereka tidak memiliki gejala klinis, namun hasilnya positif untuk MERS setelah tes laboratorium. Sebagian besar kasus asimtomatik ini telah terdeteksi setelah pelacakan kontak agresif dari kasus yang dikonfirmasi laboratorium. Sekitar 35 persen pasien yang dilaporkan mengidap MERS meninggal. “Meskipun sebagian besar kasus MERS pada manusia dikaitkan dengan infeksi manusia-ke-manusia di tempat perawatan kesehatan, bukti ilmiah saat ini menunjukkan bahwa unta berpunuk tunggal merupakan host reservoir (hewan yang ditumpangi parasit) utama untuk MERS-CoV dan sumber infeksi MERS pada manusia," tulis WHO. Namun, peran unta berpunuk dalam transmisi virus dan rute transmisi yang tepat belum diketahui. Virus sepertinya tidak mudah berpindah dari orang ke orang kecuali ada kontak langsung. "Wabah MERS pernah terjadi di beberapa negara, terbesar terjadi di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Republik Korea," ungkap WHO. Sebagaimana Indonesia, negara-negara pengirim jemaah haji dalam jumlah besar juga mengingatkan warganya untuk mengantisipasi penularan penyakit ini.

Kamu setuju gak sih dengan himbauan dari pemerintah terhadap jamaah haji Indonesia tersebut ?
setuju banget
oh iya dong setuju
95 votes

Komentar (1)

Fresh