Makanan-Makanan Sumber Konflik 2 Negara | OPINI.id

Gimana jadinya sebuah makanan malah bikin 2 negara konflik ngerebutinnya, bahkan sampai dibawa ke pengadilan dan saling ngajuin tuntutan buat klaim makanan itu.

Makanan apa aja sih yang jadi rebutan itu?

Rendang - Indonesia vs Malaysia

Dari dulu rendang memang diakui sebagai makanan khas Indonesia, terutama Padang, Sumatera Barat. Bahkan bahan-bahannya punya filosofi buat Budaya Minangkabau. Tapi rendang juga diklaim jadi salah satu hidangan nasional negara Malaysia. Perdebatan tentang asal-usul rendang sempat bikin hubungan kedua negara memanas.

Chicken tikka masala - Inggris vs India

Kayaknya lebih masuk akal kalau chicken tikka masala berasal dari India. Dari segi nama, bahan, sampai proses pengolahannya bisa dibilang India banget. Tetapi Mohammad Sarwar, mantan anggota parlemen Glasgow, Inggris berkeras kalau makanan itu berasal dari kotanya. Bahkan sampai ada kampanye untuk menjadikan chicken tikka masala sebagai salah satu kuliner nasional Inggris. Menurut klaim Sarwar, chicken tikka masala diciptakan oleh seorang imigran dari Asia yang membuka salah satu restoran ternama di Glasgow. Walaupun begitu warga India juga berkeras kalau makanan ini diciptakan di Punjab setidaknya 50 tahun lalu.

Kentang - Chile vs Peru

Berawal ketika Profesor Andres Contreras dari Universitas Austral Chile mencoba untuk mendaftarkan sekitar 280 varietas kentang sebagai produk alam asli Chile. Di tahun 2008, menteri pertanian Chile, Marigen Hornkohl mengklaim bahwa 99 persen kentang yang dihasilkan di muka bumi berasal dari Chile. Tapi beda sama warga Peru. Bagi mereka, kentang berasal dari Pegunungan Andes di kawasan Peru dan ditemukan pertama kali oleh pasukan Kolonel Pizarro. Sejumlah penelitian membuktikan kalau 90 persen kentang yang ada di dunia berasal dari Chile, Peru meragukan hasil ini dan meminta PBB untuk turun tangan.

Pisco sour - Chile vs Peru

Kayaknya bukan cuma kentang yang menjadi sumber konflik bagi Peru dan Chile. Kedua negara ini juga bertikai mengenai minuman yang dikenal dengan nama pisco sour. Peru mengklaim produk fermentasi buah anggur ini berasal dari kota pelabuhan Pisco. Sementara Chile yakin minuman itu pertama kali dikenal di desa Pisco Elqui. Meskipun sama-sama memiliki minuman bernama pisco sour yang menggunakan bahan dasar sama, resep kedua minuman itu cukup berbeda. Walaupun begitu Chile tetap mengklaim bahwa minuman tersebut merupakan bagian dari kuliner nasional negara mereka. Hanya karena minuman jadi konflik, hmm.

Hummus - Lebanon vs Israel

Tahun 2008, presiden Association of Lebanese Industrialists mengajukan tuntutan kepada Israel atas pelanggaran food copyright terkait hummus. Pemerintah Lebanon juga mengajukan petisi kepada Uni Eropa agar mereka bisa mengklaim hummus sebagai hidangan asli dari negara tersebut. Lebanon keberatan hummus dipasarkan di barat sebagai makanan Israel. Padahal sejarah hummus bisa ditelusuri hingga pemerintahan Sultan Saladin yang berkuasa atas Israel dan Lebanon pada masanya. Kedua negara mencoba mengklaim hummus dengan cara masing-masing, diantaranya saling balas mencetak rekor dunia untuk hummus terbesar yang pernah dibuat. Tak mau kalah Israel juga memasarkan kartu pos yang menyebutkan hummus sebagai camilan nasional Israel. Untung gak sampai perang senjata karena hummus.

Yusheng - Malaysia vs Singapura

Yusheng (Singapura) atau yee sang (Malaysia) adalah hidangan khas Imlek yang terbuat dari irisan ikan mentah, sayur, dan kacang. Makanan tersebut dimodifikasi dari hidangan Kanton, China. Tahun 2009 Malaysia memasukkan yeesang sebagai kuliner nasional, seorang profesor mengajak warga Singapura untuk mendesak UNESCO agar yusheng jadi warisan budaya dari Singapura. Menteri pariwisata Malaysia, Datuk Seri Dr. Ng Yen Yen bilang upaya Singapura untuk mengklaim yeesang sebagai 'pelanggaran atas hak yang disengaja'. "Kita tidak bisa terus membiarkan negara lain membajak makanan kita," katanya.

Pavlova - Australia vs Selandia Baru

Pavlova adalah hidangan penutup yang dibuat dari meringue (lapisan putih telur dan gula yang dikocok hingga mengembang, lalu dipanggang) dan buah-buahan. Hidangan ini mulai dikenal di Australia pada tahun 1940-an. Sementara Anna Pavlova melakukan tur ke Australia dan Selandia Baru pada tahun 1920-an. Kamus Nasional Selandia Baru menyebut pavlova sebagai 'hidangan penutup populer Australia'. Perdana menteri Selandia Baru John Key menyebut klaim Australia atas pavlova sebagai hal yang konyol. Profesor Helen Leach, seorang ahli antropologi dari Selandia Baru memberikan pernyataan yang semakin memperuncing konflik seputar pavlova dengan Australia. "Saya bisa menemukan setidaknya 21 resep pavlova di buku-buku masakan Selandia Baru pada tahun 1940 yang adalah tahun di mana pavlova Australia pertama muncul," katanya.

Keju feta - Yunani vs Uni Eropa

Ketika itu Yunani ingin feta diakui sebagai kuliner nasional negaranya dan mendapatkan hak eklusif buat gunain nama keju feta di setiap produk kulinernya. Denmark lalu memprotes klaim Yunani, produsen keju feta terbesar kedua di dunia. Disusul dengan Bulgaria dan Jerman. Setelah 10 tahun lamanya proses peradilan, akhirnya Uni Eropa kasih hak monopoli atas penggunaan nama keju feta kepada Yunani.

Kimchi - Korea Selatan vs Jepang

Tahun 2013 ketika UNESCO resmiin kimjang (cara membuat kimchi) jadi warisan budaya dan kemanusiaan Korea Selatan, terjadilah perdebatan tentang asal-usul kimchi. Tahun 1996, Jepang resmiin kimuchi (sebutan kimchi di Jepang) sebagai hidangan resmi buat Olimpiade Atlanta. namun Korea keberatan karenanya. Sampai-sampai ngajuin keberatannya ke WHO dan Komisi Codex Alimentarius FAO. Jepang bilang Korea gak berhak buat memonopoli kimchi. Pemerintah Korea sendiri gencar kampanye besar-besaran populerin kimchi sebagai kuliner orisinilnya. Bahkan mereka kirim kimchi ke luar angkasa.

Sosis babi - Slovenia vs Austria

Slovenia menyebut sosis berbahan dasar daging babi ini dengan nama kranjska klobasa. Sementara Austria menyebut makanan ini krainerwurst. Konflik diplomatik antar keduanya pun meruncing karena Slovenia berupaya agar Krainerwurst jadi bagian dari Protected Geographical Indication di Uni Eropa. Menurut klaim pemerintah, sosis tersebut dibuat pertama kali di Kranjska abad 19. Namun Austria mengklaim produksi sosis pertama kali adalah di Wina dengan nama kaesekrainer. Lalu Kamar Dagang, Kantor Paten, dan Kementerian Pertanian Austria mengajukan tuntutan resmi kepada Slovenia terkait sosis babi tersebut.

Menurut kamu makanan-makanan ini sebenernya perlu gak sih dijadiin sengketa negara-negara tadi?
Kayaknya gak perlu deh
Haruslah itukan warisan negara
1214 votes

Komentar (5)

Fresh