Mommie Stories dan Ragam Bercerita | OPINI.id

Mommie Stories, sebuah komunitas yang dikawal 6 orang Ibu sejak 2013, percaya bahwa ada 3 manfaat penting yang dapat diberikan pada anak ketika melakukan kegiatan bercerita.

3 manfaat penting yang dapat diberikan pada anak ketika melakukan kegiatan bercerita

Pertama, ketika bercerita bagian otak yang memproses aspek visual akan aktif, bahkan ketika anak tidak melihat gambar apapun. Penyebabnya adalah terletak pada imajinasi anak. Kedua, pentingnya bercerita pada anak adalah menambah ragam kosakata karena anak-anak yang mendengar cerita, dapat mengenal lebih banyak kosakata ketimbang mereka yang tidak dibacakan atau mendengar cerita. Ketiga, bercerita dapat membangun ikatan anak dan orangtuanya. Bagian lain dari hasil sebuah survey menyatakan bahwa dari 83% anak yang suka dibacakan cerita, 63% anak menjelaskan kegiatan tersebut sebagai quality time, atau waktu spesial bersama orangtuanya. Suasana ini mampu membangkitkan rasa hangat dan membangkitkan semangat anak.

quote-mark

Mommie Stories percaya, bahwa banyak kegiatan kreatif yang bisa menjadi “bahan” cerita antara orangtua dan anak.

Jenis kegiatan dapat memicu stimulasi

Selain bercerita dengan buku dan boneka kegiatan seperti menggambar, memotret, berkebun dan pelatihan menulis pun dapat menjadi stimulasi kegiatan bercerita yang mengesankan. Jadi, jika ingin melihat anak Anda tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, imajinatif, dan suka membaca, sekaligus memiliki hubungan yang dekat dengan ayah ibunya, maka kuncinya ada di tangan Anda, yakni dengan menyempatkan diri bercerita pada anak.

Komunitas Mommie Stories

Tidak ada lagi alasan bahwa Anda tidak bisa bercerita pada anak, karena media bercerita bisa melalui apa saja termasuk kegiatan yang sering dilakukan Komunitas Mommiestories. (Vanda Yulianti, Founder Komunitas Mommie Stories)

Vanda Yulianti, Founder Komunitas Mommie Stories

Kegiatan Menggambar Komik

Suasana bercerita yang berbeda, seperti di kebun, mampu membangkitkan imajinasi cerdas anak.

Menggali Bakat Anak

Bakat menurut Howard Gardner seorang tokoh pendidikan dan psikologi terkenal berkebangsaan Amerika, adalah aktivitas teratur yang dihargai masyarakat dan dapat dinilai berdasakan tingkat keahliannya. Kira-kira bagaimana orangtua mampu mengenali dan menggali bakat anak, agar potensi yang ada mampu dikembangkan secara optimal di kemudian hari?

Budaya Literasi Kreatif di Rumah

Pernahkah Anda tahu tentang survey The Most Littered Nation In The World 2016 oleh Central Connecticut state University, yang menyatakan bahwa Indonesia ada di posisi ke 60 dari 61 negara dalam hal minat baca, hanya 1 peringkat di atas Botswana? Sungguh mengerikan, mengingat minat baca dapat meningkatkan kecerdasan literasi, meningkatkan kreatifitas dan daya imajinasi, membangkitkan kemampuan anak untuk menganalisa, berpikir kritis, mengasah ketelitian dan konsentrasi. Lalu bagaimana sebaiknya agar orangtua mampu membudayakan kebiasaan membaca dan bercerita serta menjadi contoh nyata untuk anak berdasarkan usia?

quote-mark

•Jika anak berusia 4 – 9 tahun, lakukan permainan kartu bercerita. Permainan sederhana ini dilakukan dengan menggunakan potongan karton yang dibentuk

Menggali Bakat Anak

Eksplorasi sebagai sarana stimulasi Beri kesempatan anak untuk eksplorasi dengan melakukan beberapa aktivitas. Kawal terus, dan jelaskan seperlunya jika anak mulai bertanya, tahan diri Anda untuk tidak memberikan perintah apapun. Biarkan anak menjalankan stimulasi dengan senang hati dan santai, agar anak merasa nyaman dan terasah kecerdasan majemuk atau multiple intelligences. Beri anak ruang beraktivitas Setelah tahap pertama berhasil dilalui, dan anak mulai tertarik pada stimulasi aktivitas maka tiba saatnya untuk anak melakukan aktivitas tersebut. Beri jarak antara Anda dan anak ketika aktivitas itu berlangsung agar anak merasa mandiri, hal ini akan membiasakan anak memiliki inisiatif dalam memutuskan persoalan. Pahami Perilaku Unik Anak Lakukan pengamatan terhadap perilaku anak: sebelum, selama, dan setelah melakukan aktivitas. Bagaimana sikap anak sebelum melakukan aktivitas? Apa saja sikap dan perilaku yang ditunjukkan oleh anak selama melakukan aktivitas tersebut? Bagaimana pula sikap anak setelah melakukan aktivitas? Perilaku lebih mudah diamati karena terlihat jelas. Perhatikan, apakah anak akan memberi pertanyaan juga. Jika ya, artinya anak tertarik pada aktivitasnya. Refleksikan hasil penilaian bersama anak Selain Anda sebagai orangtua, anak pun harus mengenali kecerdasan majemuk dan minatnya sendiri. Apabila telah melakukan penilaian, komunikasikan hasil penilaian orangtua pada anak. Cara komunikasi tentu sesuai dengan usia dan kemampuan anak. Ceritakan perilaku anak pada berbagai aktivitas dan kemudian cari tahu komentar anak. Bagian ini dapat menjadi bagian yang menyenangkan, karena ada interaksi melalui komunikasi antara Anda dan anak. Yuk, dicoba! (Vanda Yulianti, Founder Komunitas Mommie Stories)

Komentar

Fresh