PEMAIN DARI PLANET LAIN | OPINI.id

Pemain sepakbola ini terasa spesial, walau mempunyai perawakan yang tidak menguntungkan secara fisik namun selalu memberikan kontribusi positif bagi kawan-kawannya di lapangan. Bukan karena keberuntungan tapi karena diteliti mereka memiliki vision yang lebih dari yang lain.

Deir Jordet dan Daniel Pedersen seorang profesor bidang ilmu olahraga, meneliti kemampuan visual para pemain sepakbola. Inilah pemain dengan kemampuan visual hebat.

XAVI HERNANDEZ

Sampai saat ini Xavi cuma membela dua tim, yaitu Barcelona selama 25 tahun (termasuk youth) dan sekarang bermain buat Al Sadd, tim sepakbola Qatar. Posisi bermain adalah gelandang dan dengan tinggi 170cm, Xavi bukanlah pemain yang mampu bertempur secara fisik di lapangan dengan lawannya di Eropa. Menurut penelitian Daniel, Xavi meraih skor 0.83 dalam VEB (Visual Exploratory Behaviour). Semakin tinggi skor VEB maka semakin tinggi pula kemampuan seorang pemain membaca pertandingan. Skor Xavi adalah skor tertinggi dari semua sampel pemain. Daniel mengamati perilaku Xavi, menurutnya Xavi sering kali mengumpan balik bola jika dia merasa kurang mendapat informasi visual. Xavi cenderung tidak mau mengambil resiko ketika tidak menerima informasi visual secara baik.

ANDRES INIESTA

Siapa yang tak kenal iniesta? Mirip dengan Xavi, Iniesta baru bermain dengan dua klub sampai usia 34 saat ini, Barcelona 22 tahun, dan tahun ini karirnya diteruskan di klub Vissel Kobe, Jepang. Iniesta berposisi gelandang di Barcelona dan timnas Spanyol, dia kerap bermain bersama Xavi. Dengan tinggi cuma 171 cm dan berpostur tidak kekar, pastinya tidak banyak yang menyangka dia bukan pemain sepakbola jika berpakaian 'sipil' :D Tapi siapa sangka, Iniesta adalah salah satu tulang punggung Barcelona dan Spanyol. Caps 496 buat Barca dan 131 timnas senior adalah buktinya. Contoh perilaku yang menarik dari Iniesta adalah ketika Final Piala Dunia 2010. Sepuluh detik sebelum mencetak gol, Iniesta mencoba menscan semua informasi lewat matanya. Seketika Iniesta memutuskan buat menendang bola buat dirinya sendiri dan gol.

FRANK LAMPARD

Lampard memiliki skor VEB tertinggi di Premier League selama proses riset. VEB diukur dari pergerakan badan dan kepala pemain, terutama ketika kepala/wajah tidak tertuju pada bola dengan tujuan memperoleh informasi pergerakan pemain lain. Jordet menggaris bawahi moment dimana Lampard dianggap pemain dari planet lain adalah ketika Chelsea bertanding lawan Blackburn tahun 2009. Lampard belum menguasai bola berada di daerah lawan, sekali dia melirik, kemudian sekali lagi dia melirik ke kanan dan kiri, kemudian dengan cermat dia menemukan space dan diumpan bola. Pada video 16 detik itu, Lampard total melirik 10 kali dalam waktu 7 detik sebelum dia menemukan space dan diumpan bola. Menurut Jordet, kemampuan vision pesepakbola bukan alami bawaan orok. Tapi berasal dari latihan terus menerus. Pernah suatu waktu Anthony Carr mantan pelatih Lampard di Akademi West Ham United menceritakan bagaimana sang ayah (Frank Lampard Senior) terus menerus meneriaki Lampard 'Picture! Picture!' ketika Lampard sedang bermain di lapangan. Dalam wawancaranya, Lampard membenarkan cerita Tony Carr, Lampard bilang benar jika sang Ayah kerap meneriaki 'picture!' dengan tujuan supaya dia harus memiliki 'gambaran'/vision sebelum menerima umpan.

ANDREA PIRLO

Andrea Pirlo seringkali tidak mendapat tempat di Inter Milan. Pirlo merasa kepergian Lippi dari Inter adalah salah satu penyebab utamanya. Kedatangan Tardelli menjadi bencana baginya, Tardelli tidak menyukai gaya bermain Pirlo dan akhirnya Pirlo dipinjamkan ke Reggina kemudian berlabuh di AC Milan. Kebanyakan pemain akan melirikkan wajahnya ke bola seketika mendapatkan bola, tapi Pirlo tidak! Pirlo tahu akan mendapatkan bola, jadi ketika mendapatkan bola Pirlo malah melihat ke sekelilingnya.

LUKA MODRIC

Modric besar di lingkungan pengungsi, kakeknya ditembak mati di kala usianya 6 tahun. Keluarganya mengungsi karena perang. Sebagai anak kecil yang suka bermain bola, pelatihnya acap kali berujar jika Modric terlalu pemalu dan lemah untuk menjadi pesepakbola. Bahkan, ketika Modric mendarat pertama kali di tanah Inggris (bergabung dengan Tottenham Hostpur), media Inggris melabelinya sebagai pemain kelas ringan karena tubuhnya yang kecil dan dianggap lemah. Belakangan, Harry Redknapp mantan pelatihnya di Hotspur bilang Modric tidak jadi dibeli Arsenal kala itu karena Wenger anggap Modric terlalu kecil. Xavi ada diposisi paling tinggi dalam hal VEB, di bawahnya ada Luka Modric dan Pirlo. Menurut JOrdet, Modric selevel dengan Pirlo dalam hal VEB. Sama-sama pemain yang relatif mungil dan 'ringan' namun memiliki vision yang bisa berkontribusi signifikan positif buat timnya.

Mana yang paling jago?
Pirlo
Lampard
Modric
Xavi
601 votes

Komentar (1)

Fresh