#SaveJogja Dari Klitih | OPINI.id

Jogja lagi darurat klitih, mari kita kembalikan kota pelajar ini kembali dalam suasana nyaman dan aman

Apa Itu Klitih?

Beberapa akhir ini, kenakalan remaja di Yogyakarta bisa dibilang udah gak bisa ditoleransi lagi nih. Memang sih, remaja itu terkenal sedang gencar-gencarnya mencari jati diri.

Tapi, kalau cara mencari jati dirinya udah kelewat batas, jadinya malah bahaya. Nah, di Jogjakarta ini lagi darurat Klitih. Apaan sih klitih?

Banyak mungkin orang yang gak tau sama artinya. Oke guys, klitih itu salah satu bentuk anarkisme remaja yang emang lagi marak di Jogja. Klitih identik dengan segerombolan para remaja yang ingin melukai atau melumpuhkan lawannya dengan kekerasan.

Ironisnya klitih juga sering kali melukai lawannya dengan benda-benda tajam seperti: pisau, gir, pedang samurai, dll. Serem kan?

Modus Klitih Beraksi

Gerombolan remaja ini biasanya gak jalan pakai tangan kosong. Mereka selalu mempersenjatai dirinya dengan Gir, Pedang, Pisau,dan Samurai. Aksinya? Mereka selalu mengitari Jogja dengan target-target yang udah ditentukan. Mereka (klitih) gak pandang bulu loh kalau lagi cari mangsa.

Mereka gak segan-segan menghabisi warga atau mahasiswa. Semuanya akan jadi mangsa mereka. Biasanya kalau sudah menemukan target, mereka akan memepet korban kemudia kekerasan pun terjadi seperti aksi pembacokan dan penusukan.

Sri Sultan HB X Anggap Klitih Kriminalitas

Kematian Adnan pelajar asal kota Semarang yang tinggal di Yogyakarta buat belajar, meninggal dunia. Dirinya diserang tiba-tiba oleh sekelompok orang tak dikenal di desa Nglantheng, Imogiri, Bantul YK.

Akibat penyerangan itu, Anda menderita luka tusuk parah yang melukai ginjal dan livernya guys. Naas, dirinya gak bisa diselamatkan dan akhirnya meninggal dunia sebelum operasi dilakukan.

Aksi klitih ini pun jadi perhatian Gubernur DIY, Sri Sultan HB X. Menurutnya, penyerangan pelajar di Bantul, adalah tindakan kriminalitas.

"ini sudah kriminalitas ya, bukan lagi sekedar kriminalitas remaja. Tetap diproses hukum, (pelaku) bukan anak-anak,"tegasnya.

Komentar

Fresh