BBM Naik Lagi, Perlukah Kita Panik? | OPINI.id


PT. Pertamina (Persero) lagi dan lagi menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertamax Series dan Dex Series.

BBM Naik Bukan BBM Subsidi Guys!

Oke, tahan amarah sebentar. Memang sih, hampir bahkan masuk ke kategori sering. Tapi, kalau dibaca lebih teliti lagi, PT. Pertamina (Persero) hanya menaikan tarif Pertamax Series dan Dex Series. Penyesuaian tarif ini mulai berlaku hari ini di seluruh SPBU Indonesia. Sebenarnya kenaikan bahan bakar non subsidi yang seakan tak ada habisnya ini karena dampak dari harga minya mentah dunia. Minyak mentah dunia terus merangkak naik dimana saat ini harga minyak dunia rata-rata mencapai US$ 75 per barel. Dikarenakan saat ini negara kita adalah negara pengimpor minyak. Maka dari itu ada yang namanya ketidakseimbangan antara supply dan deman, ditambah lagi kecenderungan permintaan meningkat karena pertumbuhan ekonomi masyarakat. Itu semua adalah jawaban dari Vice Presiden Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito kepada rekan-rekan media. Jadi penyesuaian tarif ini gak berlaku sama bbm subsidi. So, buat kamu yang merasa kesal karena BBM non subsidi kerap naik, sebaiknya gak usah marah. Orang yang menggunakan bahan bakar non subsidi rata-rata orang mampu. Nah, yang jadi permasalahan adalah orang-orang yang seharusnya menggunakan bahan bakar non subsidi tapi pakai bahan bakar subsidi inilah yang patut dikomentari dan dipertegas aturan mainnya.

Inilah Tarif Penyesuaian Pertamax Series

Selain karena alasan harga minyak dunia yang naik terus, ada beberapa acuan lagi salah satunya adalah Permen ESDM No.34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM. Atas ketentuan tersebut, maka Pertamina menetapkan harga Pertamax untuk wilayah DKI Jakarta Rp 9.500/liter, sementara Pertamax Turbo Rp 10.700/ liter. Sedangkan untuk Dex Series, ditetapkan harga Pertamina Dex Rp 10.500/liter, dan Dexlite Rp 9.000/liter. Sementara itu harga Pertamax di wilayah Indonesia Timur seperti di Maluku dan Papua mengalami penurunan menjadi Rp. 9.700/liter.

Kalau naik terus, kamu berencana menggunakan transportasi publik gak?
Sudah pasti
Gak, tetap kendaraan pribadi
264 votes

Komentar (2)

Fresh