Ikan 'Monster' Serang Jawa Timur | OPINI.id

Warga Mojokerto dan Sidoarjo belakangan ini dihebohkan dengan penemuan ikan Arapaima gigas di Sungai Brantas, Jawa Timur.

Invasi Predator Asal Benua Amerika di Indonesia

Ikan Arapaima gigas serbu Sungai Brantas,Jawa Timur. Ikan ganas ini pertama kali dilihat oleh warga sekitar. Setelah dilihat-lihat, ternyata jumlahnya gak hanya satu tapi lebih banyak. Tiga ekor ikan ini sudah ditangkap menggunakan metode setrum dari total 7 ekor. Alasan penggunakan setruman untuk menangkap ikan ini dikarenakan jaring tak kuat menahan tenaganya. "Yang kemarin ada yang berhasil (menangkap) pakai jaring. Jadi Ecoton (NGO) ini yang mencari ikan, kemudian menangkap. Melihat besarnya ikan, jaringnya bisa lepas. Jadi sementara saya lihat tadi pakai setrum, disetrum. Hanya di area ditemukannya ikan," kata Dodit selaku Kepala Seksi Konservasi Wilayah III BKSDA Jatim. Ikan Arapaima yang ditangkap di Sungai Brantas memiliki ukuran lebih dari 1,5 meter. Beratnya berkisar 20 hingga 40 kilogram. Diduga ikan tersebut dilepas oleh seseorang ke Sungai Brantas.

8 Ekor Ikan Predator Berhasil Ditangkap..

Ada delapan ekor ikan Arapaima gigas berhasil ditangkap di Sungai Brantas, Jawa Timur. Jumlah itu adalah total keseluruhan ikan yan dibuang ke sungai itu. Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan (KIPM) Wilayah Surabaya I, Muhlin, mengatakan pemilik ikan, HG, saat diselidiki menyebut ada 30 ekor ikan Arapaima yang dia miliki. Empat ekor ikan Arapaima ada di kolam budi daya yang berada di rumah HG di Desa Canggu, Mojokerto. Kemudian, 18 ekor lainnya ditemukan di rumah HG di Desa Trosobo, Sidoarjo. Sisanya delapan ekor dilepas ke Sungai Brantas. Muhlin mengatakan delapan ikan tersebut sudah tertangkap seluruhnya di Sungai Brantas pada hari ini.

Inilah Alasan Kenapa Ikan Arapaima Ilegal

Gak cuma besar dan mengerikan, tapi ikan yang mendadak ditemukan di Sungai Brantas ini memang dilarang peredarannya di Indonesia. Soalnya, ikan ini termasuk dalam daftar ikan berbahaya. Ikan yang sengaja dilepas oleh seseorang yang membudidayakannya ini termasuk dalam salah satu daftar ikan yang dilarang. Larangan ini ada di Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41 Tahun 2014. Sumber:detik.com

Kamu setuju gak sih kalau ikan ini boleh dipelihara tapi gak boleh dilepas?
Setuju
Gak setuju
3411 votes

Komentar (3)

Fresh