LRT Palembang, LRT Buatan Anak Bangsa | OPINI.id

Pembangunan LRT di Palembang merupakan salah satu hasil karya anak negeri

Ternyata LRT Palembang Buatan Anak Bangsa, PT INKA

Industri kereta api di Indonesia terus berkembang seiring dengan kemajuan zaman. Di Indonesia sendiri, produksi kereta api dilakukan secara mandiri oleh PT Industri Kereta Api (INKA). INKA berlokasi di kota Madiun, Jawa Timur. Perusahaan yang saat ini berusia 36 tahun tersebut merupakan Persero yang dibawahi oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pada tahun 2010, INKA mulai mengembangkan produksi lokomotif yang diinisiasi oleh insinyur disana. Kendati menciptakan lokomotif yang sangat bagus, setahun kemudian INKA telah menerima pemesanan perdana untuk lokomotif. Kementerian Perhubungan sendiri juga menjadi konsumen dari produk-produk keluaran INKA. Hingga saat ini, INKA telah menjual lima buah lokomotif berjenis DH CC300 kepada Kementerian Perhubungan. Lokomotif tersebut dirancang dan diproduksi oleh anak-anak bangsa Indonesia sendiri. Kualitas lokomotif keluaran INKA disejajarkan dengan lokomotif keluaran Amerika Serikat, General Electric. INKA semakin menjajaki peluang rajai industri produksi kereta api ASEAN karena saat ini hanya Indonesia yang secara mandiri mampu membuat kereta api dan lokomotif. Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zulfikri, Rabu malam (11/4) bahkan meninjau langsung kedatangan dua trainset yang dikirim PT INKA dari Madiun di pelabuhan Boombaru, Palembang. Dengan didampingi General Manager PT Pelindo II memastikan kondisi enam (car) yang sudah ada di dermaga bongkar pelabuhan. "Kita bangga dengan kehadiran sudah selesai dan hadirnya Light Rail Transit atau LRT di Palembang karena ini merupakan produk anak bangsa yang diproduksi BUMN PT INKA di Madiun dan kini siap dioperasikan pada saat Asian Games XVIII Agustus mendatang, kata Zulfikri, Kamis (12/4). Zulfikri yang didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ditjen Perkeretapian Kemnhub Suranto dan Kepala Divisi Jaringan Depo dan Stasiun LRT Sumatera Selatan(Sumsel) Yanril Haigman selanjutnya melakukan supervisi merangkai LRT di track Depo Jakabaring. Kemudian mulai melaksanakan tahapan pengujian sarana LRT untuk memastikan bahwa rangkaian LRT memenuhi persyaratan teknis dan terjamin kelaikan operasinya Menurutnya, pengujian meliputi uji rancang bangun dan rekayasa yaitu uji ketepatan atau kesesuaian antara rancang bangun dan fisik sarana perkeretaapian meliputi rangka dasar, badan, roda, keseimbangan berat, dan kekuatan konstruksi. Juga dilaksanakan uji statis untuk mengetahui kondisi peralatan dan kemampuan kerja sarana perkeretaapian dalam keadaan tidak bergerak. "Serta uji dinamis untuk mengetahui kondisi peralatan dan kemampuan kerja sarana perkeretaapian dalam keadaan bergerak," kata Zulfikri. Setelah memenuhi tahapan pengujian meliputi uji statis dan uji dinamis, menurut Haigman, kereta api ringan atau LRT akan mendapat sertifikasi sarana dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan seluruh pelaksanaan pengujian akan selesai sebelum LRT dioperasikan pada saat Asian Games 2018. Spesifikasi satu gerbong (car) LRT produksi PT INKA tersebut memiliki lebar rel 1.067 mm, panjang 12 meter, lebar 2,6 meter, tinggi 3,6 meter, kecepatan 80 km/jam, kapasitas 534 orang, warna biru, hitam dan putih, beroperasi 18 jam/ hari dan akan berhenti 30 detik di setiap stasiun. Sementara itu menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Nasrun Umar menjelaskan, launching trainset LRT untuk tahap awal PT INKA mengirim dua unit trainset dari total berjumlah 8. Satu trainset terdiri dari tiga rangkaian gerbong atau car.

Komentar

Fresh