Misteri Kedalaman Danau Toba Terkuak..?? | OPINI.id

Tenggelamnya KM Sinar Bangun masih menyisakan kesedihan yang mendalam karena ada 184 penumpang yang dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian petugas SAR Gabungan. Ternyata dibalik musibah ini menghadirkan berita tentang kedalaman Danau Toba. Benarkah misteri kedalaman Danau Toba terkuak? Alat apa yang digunakan untuk mengetahui hal ini?

Kedalaman Yang Diketahui 505 Meter

Danau Toba adalah sebuah danau alam besar sisa tekto-vulkanik yang menempati kaldera dari sebuah supervulkan. Danau ini memiliki ukuran panjang sekitar 100 kilometer, lebar sekitar 30 kilometer. Hingga saat ini, yang kita ketahui untuk kedalaman atau titik terdalam di Danau Toba hanyalah sampai 505 meter.

Misteri Terkuak 1.600 Meter??

Misteri kedalaman Danau Toba, Samosir, Sumatera Utara, secara tak sengaja terkuak oleh tim SAR Nasional kombinasi dari Polisi Perairan Polda Sumatera Utara, saat menyisir danau ini untuk mencari bangkai kapal KM Sinar Bangun. Dari GPS yang terpasang di boat yang difungsikan melakukan pelacakan bangkai kapal, tersingkap kalau ternyata kedalaman danau vulkanik ini mencapai 1.600 meter. Namun, kemungkinan ini merupakan kedalaman salah satu palung (jurang) di dasar danau Toba, bukan merupakan kedalaman rata-rata seluruh dasar Danau Toba.

Jika Benar 1.600 Meter, Penting Bagi Catatan Sejarah Dunia

Data kedalaman Danau Toba yang terekam di GPS ini, jika benar 1.600 meter maka sangatlah berarti terutama untuk catatan sejarah dunia. Hal ini dikarenakan sejauh ini tidak ada yang tahu, berapakah sebenarnya kedalaman Danau Toba. Bahkan, dalam laman wikipedia, selama ini kedalaman Danau Toba tertulis 505 meter (1.666 kaki/feet). Data ini baru diperbaharui oleh Wikipedia pada 24 Juni 2018, menjadi 1.600 meter (5.249 kaki/feet). Jika benar kedalaman Danau Toba 1.600 meter ini berarti lebih dalam dari laut Jawa yang rata-rata cuma memiliki kedalaman 200 meter atau separuh dari kedalaman Samudera Pasifik yang memiliki kedalaman rata-rata 3.900 meter

Alat Canggih Milik TNI AL

Alat yang digunakan tim SAR Gabungan untuk mencari bangkai KM Sinar Bangun dan tak sengaja menguak kedalaman Danau Toba ini adalah dengan menggunakan peralatan canggih milik Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal). Peralatan canggih yang digunakan adalah: Multi-Beam Echosounder dan Side Scan Sonar. Apa fungsi peralatan ini? swipe aja ----->

Multi-Beam Echosounder (MBES)

Multi-Beam Echosounder merupakan alat untuk menentukan atau mengukur kedalaman air dengan cakupan area dasar laut atau dasar danau yang luas. Prinsip kerja alat ini berdasarkan pancaran cahaya (beam)/sinyal secara langsung ke arah dasar laut atau danau yang kemudian sinyal akustik ini akan dipantulkan kembali menuju pusat gelombang yang terletak pada sebuah kapal yang dilengkapi alat ini. Alat ini dapat mendeteksi kedalaman dasar laut atau danau maupun mendeteksi suatu benda hingga kedalaman 2.000 meter (6561,68 feet). Disebut multibeam karena alat ini memiliki ratusan sumber gelombang suara sehingga obyek yang terdeteksi dapat lebih detail. Untuk menangkap obyek yang terdeteksi, selain alat pemancar berkas gelombang, alat itu juga terpasang sistem penerima gelombang pantul dari obyek yang ”ditembak”. Hasil data obyek yang tertangkap akan ditampilkan pada layar monitor yang terpasang di kapal. Data yang ditampilkan berupa citra tiga dimensi.

Side Scan Sonar (SSS)

Side Scan Sonar (SSS) adalah sebuah sistem peralatan survey kelautan yang menggunakan teknologi akustik. Peralatan ini digunakan untuk memetakan dasar laut yang juga dapat digunakan untuk mempelajari kehidupan di dasar laut. Side Scan Sonar (SSS) dapat dipasang pada lunas kapal (bagian terbawah dari kapal) atau dengan cara ditarik di belakang kapal. Wujud side scan sonar ini seperti torpedo yang panjangnya sekitar 1,5 meter dan berdiameter 20 sentimeter. Di bagian bawah tabung pemindai itu terpasang sumber sonar. Untuk mencari suatu lokasi tertentu, perekaman perlu mengikuti pola lintasan survey tertentu dengan menggunakan peralatan penentu posisi GPS dan video plotter. Alat ini dapat dioperasikan untuk mendeteksi hingga kedalaman 2.000 meter. Untuk frekuensi rendah bisa mendeteksi benda ukuran minimal 2,5 meter dengan wilayah pantauan 200 meter persegi. Sedangkan untuk frekuensi tinggi bisa memantau benda ukuran 0,5 meter dengan wilayah pantauan 100 meter.

Multi-Beam Side Scan Sonar

Alat ini merupakan penggabungan dari sistem Multibeam echosounder dan Side scan sonar yang dipasang pada sebuah kapal.

Remotely Operated Vehicles (ROV)

Biasanya, di awal pencarian korban atau bangkai kapal maupun pesawat yang tenggelam di perairan (tidak bisa dijangkau para penyelam), akan digunakan Remotely Operated Vehicles (ROV). Alat ini dapat mendeteksi benda dikedalaman 200-1.000 meter (tergantung jenis ROV yang digunakan). ROV (Remotely Operated Vehicle) ialah sebuah robot bawah laut yang dikendalikan oleh seorang operator. ROV sering kali digunakan untuk menggantikan pekerjaan penyelam dibawah laut agar tetap dapat menjaga keselamatan manusia dalam kondisi yang aman. (Penyelam hanya mampu menyelam hingga kedalaman 50 meter) ROV pertama kali dibuat oleh Dimitri Rebikoff tahun 1953, alat ini awalnya diberi nama Poodle.

Sumber:

https://bit.ly/2KdSfFQ https://bit.ly/2KdNY5r https://bit.ly/2K8wyrL https://bit.ly/2KiC7zL https://bit.ly/2MT0Z2M https://bit.ly/2Ke7DC3 https://bit.ly/2torQeS https://bit.ly/2tnl7lc https://bit.ly/2KhwOjS https://bbc.in/2MmSmfV Data atau keterangan tentang kedalaman Danau Toba di Wikipedia sejak tanggal 24 Juni 2018 menunjukkan 1.600 meter, dan pada tanggal 27 Juni 2018 keterangan diganti kembali ke penjelasan awal yaitu 505 meter (1.657 kaki). **Simak video wawancara TVOne dengan ahli geologi tentang profil Danau Toba pada tanggal 30 Juni 2018. swipe --------------->

Wawancara dengan Ahli Geologi

Saat TVOne melakukan wawancara dengan Rovicky Dwi Putrohari, Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (2011-2014) tentang tragedi KM Sinar Bangun (30 Juni 2018), pada keterangan gambar disebutkan Danau Toba adalah danau terdalam di dunia dengan kedalaman 1.619 meter. Simak wawancara lengkapnya pada video berikut.... swipe aja ya -------->

Penjelasan Ahli Geologi Tentang Profil Danau Toba

Simak penjelasan Rovicky Dwi Putrohari, Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (2011-2014). Dengan keterangan yang disebutkan 1.619 meter, pada menit ke 14'56'' Pak Rovicky mengiyakan jika Danau Toba adalah Danau vulkanik terdalam di Dunia.

Komentar (8)

Fresh