Psikotes SIM Buat Apa? | OPINI.id

Bikin SIM di Indonesia makin ribet nih, soalnya nih Ditlantas Polda Metro Jaya akan menambahkan tes psikologi dalam proses pembuat dan perpanjangan SIM.

Psikotes Bikin Rumit Buat SIM

Apa yang mudah, tampaknya kini semakin sulit! Itulah gambaran yang terjadi jika kita ingin membuat SIM di Indonesia. Rencananya, Polda Metro Jaya akan menambah tes psikologi bagi masyarakat yang ingin membuat maupun memperpanjang SIM. Aturan ini akan mulai berlaku pada 25 Juni mendatang. Nah, pertanyaannya apakah psikotes ini sangat berfungsi atau jadi penghalang saja. Seperti dilansir kumparan.com, tes ini menurut psikolog forensik, Reza Indragiri, hasil psikotes ini gak banyak berpengaruh terhadap potensi kecelakaan lalu lintas. Tes kepribadian menjadi dua, dan tes psikologi gak terlalu pengaruh dalam kondisi nyata saat menyetir di jalan.

Cuma di Indonesia yang ada Psikotes Buat SIM

Amerika Serikat pun tidak menerapkan tes psikologi bagi warganya yang ingin mengajukan pembuatan SIM. Warga Amerika hanya butuh untuk melewati ujian teori dan praktik saja. Begitu juga dengan negara Swiss,Belgia, Prancis, Pakistan dan Malaysia. Negara-negara ini tidak memberlakukan tes psikologi bagi warganya yang akan membuat SIM.

Netizen Protes Psikotes SIM.....

Pro kontra! Netizen pun angkat bicara terkait pengadaan tes psikologi bagi warga Indonesia yang ingin membuat atau memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM). Menurut beberapa netizen, tes psikolog bagi pemohon SIM gak berguna dan hanya membuang-buang dana saja. Menurut mereka, lebih baik tes aparat kepolisian yang memiliki senjata. Gak hanya itu saja, bahkan ada juga yang beranggapan jika psikotes hanya gimmick saja. Soalnya, masih banyak calo beterbangan yang siap membantu proses pembuatan SIM jalur belakang.

Kamu sendiri setuju gak tes psikolog bagi pemohon SIM?
Setuju banget
Gak setuju,soalnya gak guna
4085 votes

Komentar (14)

Fresh