JANJI 1 MILIAR SETYA NOVANTO | OPINI.id

Para pejabat tidak hentinya buat sayembara demi membuktikan dirinya tidak bersalah

Sayembara Setya Novanto

Anas Urbaningrum dulu sesumbar digantung di Monas. Kini, Setya Novanto membuat sayembara akan memberikan Rp1 miliar apabila dirinya terbukti terlibat korupsi.

Nama Setya Novanto kembali muncul lagi, setelah sebelumnya heboh dalam kasus Papa Minta Saham. Ia kini termasuk salah satu dari sejumlah nama yang diduga terlibat dalam korupsi proyek e-KTP yang sedang ditangangi oleh KPK.

Dari berkas dakwaan JPU, di pengadilan Tipikor,Setya diduga punya peran mengatur proyek sebesar Rp 5,9 triliun tersebut. BahkanKetua Umum DPP Partai Golkar ini juga disinyalir terima fee dari proyek haram itu sebesar Rp 2,3 triliun. 

Di surat dakwaan, Setya dan Andy Agustinus AKA Andy Naronggong terima 11 persen atau kisaran Rp 574,2 miliar. Gak cuma Dirjen Dukcapil Kemendagri, Irman dan Pejabat Pembuat Komitmen pada Dukcapil Kemendagri Sugiharto didakwa bersama-sama Setya Novanto selaku Ketua Fraksi Partai Golkar, Andi Agustinus alias Andi Narogong selaku penyedia barang/jasa pada Kemendagri.

Tapi, tetap saja Setya ngeles kalau ia gak terlibat di proyek haram e-KTP. Sampai-sampai ia buat sayembara 1 miliar buat orang yang bisa menemukan bukti keterlibatannya, gokil kan?

Sumber: tirto.id

Benarkah Setya Novanto Politikus "Licin"?

Gak bisa dipungkiri kalau selama ini Setya Novanto memang dikenal sebagai politikus "licin" yang kerap lolos dari sejumlah kasus korupsi yang libatkan dirinya. Mulai dari kasus korupsi PON RIAU 2012 sampai sekarang e-KTP.

Gak percaya? Buktinya biarpun ruangannya udah digeledah sama komisi antirasuah tapi ia tetap saja lolos dan cuma jadi saksi doang. Sedangkan tersangka utamanya adalah mantan Gubernur Riau,Rusli Zainal.

Berdasarkan penelusuran tim riset Tirto, kasus dugaan korupsi yang menyeret nama Novanto cukup banyak. Di antaranya adalah kasus pengalihan hak piutang Bank Bali (1999), kasus penyeludupan beras impor asal Vietnam (tahun 2003), hingga skandal impor limbah beracun dari Singapura ke Batam (2004).

Dalam kasus skandal Bank Bali, sebanyak sepuluh orang termasuk Novanto ditetapkan menjadi tersangka. Namun, hanya tiga orang yang dijatuhi hukuman penjara, yaitu Yakni Joko Tjandra (Direktur PT EGP), Syahril Sabirin (mantan Gubernur BI), dan Pande N Lubis (mantan Wakil Kepala BPPN).

Sementara Novanto lolos dari jerat hukum setelah Kejaksaan Agung menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) tanpa alasan yang jelas pada 18 Juni 2003. Dalam kasus dugaan korupsi e-KTP ini, Novanto pun tetap percaya diri menyatakan dirinya tidak terlibat.

Ia pun berani membarikan sayempara saat diwawancarai mingguan Tempo edisi 13-19 Maret 2017. Dirinya akan berikan uang senilai 1 miliar kepada siapa saja yang bisa membuktikan dirinya terlibat korupsi.

[...S]aya disebut terlibat hansiplah, mobil inilah, kok tidak pernah bisa dibuktikan. Kalau bisa buktikan, saya beri Rp1 miliar,? ujarnya.

Yang sampe sekarang E-KTP nya belom jadi, mana suaranyaaa??

null

Dugaan korupsi pengadaan e-KTP udah masuk persidangan. Korupsnya Rp 2,3 triliun coy. Kira-kira, duit segitu bisa buat beli apa ya?

null

Komentar

Fresh