Ibu Ini Senang Cium Tangan Pak Jokowi | OPINI.id

Antusias masyarakat Solo ketika melihat Presiden pulang kampung dan membagi sembako.

Masyarakat Solo Antusias Menyambut Pak Jokowi Pulang Kampung

Presiden Jokowi mudik ke Solo, Hari kedua lebaran ini, Presiden membagikan paket sembako untuk warga Solo. Pembagian dilakukan di Graha Saba Buana, Jalan Letjen Suprapto, Banjarsari, Solo, Sabtu (16/6/2018). Mengenakan kemeja putih dan celana hitam, Jokowi sempat menyapa awak media. Kemudian Jokowi memantau warga yang sedang antre. Presiden juga terlihat berbincang dan menyalami masyarakat. Setelah 10 menit, Jokowi pun langsung kembali ke kediamannya di Jalan Kutai Utara, Sumber, Banjarsari, Solo. Rasa bahagia tidak terkira terlihat dari wajah Umi Hani. Bagaimana tidak, nenek 60 tahun ini berkesempatan bersalaman dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat pembagian sembako di halaman Graha Saba, Sabtu (16/6) pagi. Tidak sekadar bersalaman, warga Minapadi, Banjarsari, Solo ini juga bisa mencium tangan Jokowi. Padahal tidak setiap warga bisa mendapatkan kesempatan langka ini. Mendapat kesempatan tersebut, Umi langsung bersalaman dan mencium tangan kanan Jokowi yang saat itu mengenakan kemeja putih dan celana hitam. "Saya sangat bahagia sekali bisa bersalaman dan mencium tangannya pak Jokowi. Ini adalah kesempatan langka. Dan saya sangat senang mak cles," ungkap Umi. Dirinya memang sudah sejak lama mengidolakan mantan Wali Kota Solo tersebut, sosok Jokowi merupakan sosok yang sangat menganggumkan. Dia tidak pernah membedakan antara warga yang satu dengan yang lainnya. Pembawaannya juga dianggap sangat ramah dan begitu bijak. "Sama masyarakat itu tidak dibeda-bedakan," kata Umi. Umi pun tidak pernah menyangka, rencananya mengambil sembako di halaman Gedung Graha Saba membuatnya bisa bersalaman dan mencium tangan Jokowi. Umi mengatakan, awalnya dirinya bersama keluarga datang ke Graha Saba untuk mendapatkan sembako. Umi pun tidak membawa kupon seperti yang lainnya. Dia hanya modal nekat dan berharap masih ada sisa sembako yang bisa dibawa pulangnya. Setelah mengantre lebih kurang satu jam, akhirnya Umi bisa mendapatkan sembako yang berisi beras, gula, minyak dan juga teh itu. Karena tidak mempunyai kupon, Umi pun harus mencelupkan jarinya ke tinta yang sudah disediakan oleh panitia. Ini dilakukan sebagai tanda bahwa dirinya sudah mengambil sembako bantuan presiden. Umi cukup bersyukur bisa mendapatkan sembako. Nantinya sembako akan dimasak untuk keperluan sehari-hari. Ternyata, tidak kali ini saja Umi mengantre untuk mendapatkan sembako. Ini kali kedua ia rela antre bersama ribuan warga lainnya. "Tahun kemarin juga mendapatkan dan ini juga mendapatkan," tandasnya.

Komentar

Fresh