Uni Eropa Positif Terhadap Maskapai RI | OPINI.id

Uni Eropa resmi mencabut larangan terbang seluruh maskapai penerbangan yang beasal dari Indonesia. Karena standard pelayanan Indonesia dinilai sudah mencapai standar uni eropa yang cukup tinggi

Uni Eropa Menilai Maskapai Indonesia Sudah Sesuai Standard Mereka

Jakarta, ini adalah kabar baik bagi dunia penerbangan Indonesia. Uni Eropa resmi mencabut larangan terbang seluruh maskapai penerbangan yang beasal dari Indonesia. Informasi ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi melalui keterangan Komisi Eropa, yang diunggahnya di Twitter resminya, @Menlu_RI, Kamis (14/6/2018). "Uni Eropa mencabut larangan terbang semua maskapai penerbangan Indonesia.... Selamat Indonesia!" cuit Retno. Dalam keterangan yang diunggah sang Menteri, Komisi Eropa telah menerbitkan Daftar Keselamatan Penerbangan Uni Eropa terbaru, yaitu daftar tentang maskapai penerbangan yang tidak memenuhi standar keselamatan internasional sehingga dilarang beroperasi di wilayah udara Uni Eropa. Semua maskapai penerbangan RI yang tersertifikasi telah bebas dari larangan ini karena adanya perbaikan aspek keselamatan penerbangan. "Daftar Keselamatan Penerbangan Uni Eropa adalah salah satu instrumen utama kami untuk warga Eropa bahwa keselamatan penerbangan terus dijaga pada tingkat standar tertinggi," kata Komisioner Uni Eropa urusan Transportasi, Violeta Bulc. "Saya sangat bersyukur bahwa setelah adanya kerja keras bertahun-tahun, hari ini kami dapat menghapus semua maskapai penerbangan Indonesia dari daftar larangan tersebut. Ini menunjukkan bahwa kerja keras dan kerja sama yang erat membawa keberhasilan," imbuhnya. Karena sebelumnya, semua maskapai penerbangan RI dimasukkan ke dalam Daftar Keselamatan Penerbangan Uni Eropa di 2007. Seiring waktu, maskapai seperti Garuda Indonesia, Air Asia, Ciitilink, Lion Air, dan Batik Air dihapus dari daftar tersebut. Pembaruan Daftar Keselamatan Penerbangan Uni Eropa merupakan hasil pendapat para ahli keselamatan penerbangan negara anggota Uni Eropa yang melakukan pertemuan 29 Mei-31 Mei.

Komentar

Fresh