Demo si Pejuang Cilik | OPINI.id

Menjadi seorang polisi adalah impian Demo (8). Anak yang baru masuk bangku Sekolah Dasar ini ingin sekali mewujudkan mimpinya memberantas kejahatan. Meskipun ayah Demo sudah meninggal karena tersetrum dan ibunya pergi entah kemana, Demo tetap ingin mendapatkan yang terbaik bagi masa depannya.

Tinggal dengan Nenek

Demo tinggal di Kabupaten Landak. Sehari-hari ia menghabiskan waktu untuk bermain dan belajar di sekolah. Demo hidup bersama nenek dan kakak sepupunya. Pasca ayah dan kakeknya meninggal karena terkena setrum, ibunda Demo meninggalkan dirinya sebatang kara. Kini ia tinggal bersama nenek Mancar yang sudah berusia 70 tahun dan seorang kakak sepupunya yang juga masih duduk di sekolah dasar.

Hidup Seadanya

Hidup dengan kondisi ekonomi yang seadanya mau tak mau harus dilalui Demo bersama kakak sepupunya dan nenek Mancar. Guna mendapatkan makan, keluarga Demo hanya mengandalkan belas kasihan dari tetangga dan kiriman uang dari bibi Demo yang bekerja sebagai TKI di luar negeri. Nenek Mancar dahulu adalah pengrajin keranjang anyaman. Namun, pasca tangannya mengalami sakit, kini nenek hanya menganyam seadanya.

Demo Masih Ingin Terus Sekolah

Demo masih ingin terus sekolah, tapi dengan kondisi ekonomi yang seadanya dia berpikir mungkin esok bisa jadi hari terakhirnya sekolah. “Mungkin ini jadi Hari Terakhirku Sekolah,” ujar Demo. Demo ingin sekali melanjutkan sekolah hingga ke perguruan tinggi. Namun, jika kondisi perekonomian keluarganya tidak memungkinkan, apakah mungkin Demo bisa menjadi seorang polisi?

Membantu Demo

Demo menerima uluran kasih dari kamu yang ingin membantunya. Dengan menjadi orang tua santun dari Demo, kamu bisa memberikan kasih sayang jarak jauh kepadanya dan keluarganya. Tak hanya Demo, kamu juga bisa membantu anak-anak seperti Demo lainnya. Klik link ini untuk memberikan bantuan kepada Demo : bit.ly/hariterakhirkusekolah (www.wahanavisi.org)

Komentar

Fresh