Betta Splendens, Petarung Nan Cantik | OPINI.id

Sebutan Betta splendens pasti terdengar asing bahkan aneh. Tapi jika disebut ikan cupang mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat indonesia. Tapi tahukah kamu seperti apa asal mula Betta splendens dan ada berapa jumlah spesies ikan indah ini? Yuk kita bahas bareng-bareng......

Asal Mula

Sekitar 2 abad lalu ikan cupang adalah ikan liar yang ditangkap dari sawah, sungai atau rawa oleh masyarakat Siam (sekarang Thailand). Pada jaman itu orang menangkap ikan cupang dari alam tidak untuk diperlihatkan keindahannya tapi dijadikan ikan petarung. Namun lama-kelamaan kegiatan adu ikan cupang dikala senggang itu jadi ajang judi. Melihat hal itu Raja Siam Rama IV (Pangeran Mongkut) tertarik lalu melisensikan jenis ikan cupang ini dan menerapkan pajak kepemilikan serta mengambil ikan cupang petarung yang berharga dari warga. Pada tahun 1840, Raja Rama IV memberikan ikan–ikan petarung berharga miliknya ini kepada Dr. Theodor Cantor seorang ahli zoologi dan botani dari Denmark.

Penamaan Spesies Ikan Cupang

Tahun 1849, Dr. Theodore Cantor, membuat sebuah artikel tentang ikan petarung ini yang ia beri nama ikan “Macropodus pugnax”. Namun seorang ahli iktiologis asal Inggris, Charles Tate Regan, menganggap nama Macropodus pugnax adalah nama yang salah. Dikarenakan pugnax sendiri adalah nama spesies yang sudah ada di alam. Akhirnya di tahun 1909, Tate Regan memberikan julukan pada ikan itu dengan nama “Betta Splendens”. (lebih dikenal dengan sebutan ikan cupang) Ia menjelaskan kenapa memberikan nama Betta dan Splendens karena ia percaya ada sebuah suku penjuang di Asia yang bernama Bettah dan Splendens/Splendid berarti Cantik atau Megah. Ia beranggap bahwa ikan ini adalah Pejuang Nan Cantik.

Sebaran Ikan Cupang

Meski habitat asli ikan cupang tersebar di wilayah Asia Tenggara meliputi meliputi Thailand, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Brunei dan Indonesia. Namun ikan ini juga dikenal warga dunia. Pada tahun 1896 orang-orang Jerman mulai mengenal ikan ini untuk pertama kalinya. Sedangkan di tahun 1910 ikan cupang diperkenalkan ke Amerika dengan warna dan sirip ikan yang lebih menarik. Sebenarnya ikan cupang hias sudah ada sejak bangsa Eropa dan Amerika datang ke Asia Tenggara pada tahun 1850.

Cupang Petarung

Sebenarnya semua jenis Betta splendens (cupang) yang tersebar di seluruh dunia berasal dari jenis sirip pendek (plakat) dan selama bertahun-tahun jenis ini banyak dipelihara oleh orang-orang di Thailand. Disana mereka melakukan kawin silang antara ikan petarung ini dengan jenis cupang liar. Tujuan utama mereka adalah untuk mendapatkan petarung yang hebat, baik dari segi kekuatan, ukuran, gaya bertarung dan warnanya. Seleksi ini dilakukan juga dengan cara penyilangan dengan cupang dari breeder lain. Pemenangnya akan menjadi model untuk generasi petarung berikutnya.

Cupang Hias

Sekitar tahun 1960an, breeder India berhasil mendapatkan anakan cupang yang mempunyai dua helai sirip ekor sehingga disebut dengan jenis doubletail. Lalu menyilangkan cupang doubletail dengan jenis sirip tunggal. Dikarenakan tidak ada seleksi alam, maka setelah beberapa generasi, cupang yang diperoleh justru mempunyai sirip dada dan punggung yang panjang. Ikan ini tidak mempunyai “jiwa petarung” lagi karena tidak agresif dan tidak dapat bergerak dengan cepat jika dibandingkan dengan cupang bersirip pendek lainnya. Cupang dengan sirip yang panjang ini akhirnya hanya dapat dinikmati keindahannya saja alias hanya menjadi Cupang Hias.

Klasifikasi Ilmiah

Ikan cupang termasuk dalam keluarga Osphronemidae, genus Betta, spesies Betta sp. Menurut Fish Identification, hingga saat ini telah diketahui 73 spesies ikan cupang yang terdapat di alam. Spesies-spesies tersebut dikelompokkan ke dalam kompleks. Pengelompokkan ini dibuat untuk tujuan konservasi, kemudahan budidaya dan penyilangan (breeding). Saat ini terdapat lebih dari 13 kompleks ikan cupang, dan antar spesies dalam satu kompleks biasanya bisa disilangkan. Kebanyakan ikan cupang yang dijual dipasaran berasal dari kelompok splendens complex.

1. Jenis Halfmoon (bulan sepotong)

Seperti namanya, jenis ikan cupang halfmoon memiliki sirip dan ekor yang seolah menyatu membentuk setengah lingkaran. Bila dilihat dari samping, sirip ikan halfmoon berbentuk seperti bulan sebelah. Ikan cupang halfmoon dipelihara karena keindahannya. Jenis ini mempunyai varian warna yang beragam mulai dari merah menyala, kuning, dan varian warna lainnya.

2. Jenis Crown Tail (Serit)

Indonesia mungkin bisa sedikit berbangga, karena ikan cupang serit dilahirkan oleh para breeder dari daerah Slipi, Jakarta. Cupang serit menjadi mendunia karena variasi keindahannya. Di sebut crown tail atau ekor mahkota, karena bila dibalik menghadap ke atas serit-serit pada ekornya terlihat seperti mahkota raja. Jenis ikan cupang serit memiliki banyak varian. Ada yang seritnya tunggal, dimana dalam setiap serit hanya terdapat satu tulang sirip. Ada juga yang berserit dua atau serit ganda. Keindahan ikan cupang serit sudah diakui dunia dan dipertandingkan di International Betta Congress (IBC).

3. Jenis Plakat (Petarung)

Plakat berasal dari istilah di Thailand yang artinya adalah tarung atau laga. Sesuai dengan namanya, jenis ikan cupang ini biasa digunakan sebagai cupang aduan. Thailand memang memiliki tradisi adu cupang yang sudah melegenda. Sirip dan ekor cupang plakat biasanya pendek tidak menjumbai seperti serit dan halfmoon. Sirip yang pendek ini memberikan kesan kokoh dan kekar. Gerakan ikan cupang plakat tidak terlalu anggun tapi terlihat lebih sangar.

4. Jenis Double Tail (Cagak)

Disebut double tail karena bagian ekornya terbelah dua, seperti bercagak dua. Jenis ikan cupang double tail tergolong sulit dikembangkan. Oleh karena itu keberadaannya masih jarang dijumpai di pasaran.

5. Jenis Giant (Raksasa)

Ikan cupang raksasa ini berhasil dikembangkan breeder dari Thailand. Ukuran terbesarnya mencapai 12 cm, jauh lebih besar dari jenis ikan cupang lainnya. Mr. Athapon (Uncle Sala) dan anaknya Mr. Natee, pemilik peternak Diamond Fish Farm yang pertama kali mengembangbiakan cupang raksasa pada tahun 1999. Cupang raksasa ini dikembangkan dari cupang plakat, yang disilangkan dengan cupang lainnya. Saat ini, berbagai terdapat berbagai jenis ikan cupang raksasa, diantaranya halfmoon giant, double tail giant dan crown tail giant.

Cupang Asli Indonesia

Indonesia juga mempunyai ikan yang masih semarga dengan ikan yang sering diadu ini, yakni Betta fasciata alias Striped Figgting fish, yang sebenarnya lebih dikenal dengan nama – Tempalo. Selain itu ada 5 jenis lainnya yaitu: 1. Betta Patoti adalah salah satu cupang liar asli dari pulau Kalimantan, banyak dijumpai di sungai Sebuku (Kalimantan Timur). Betta Patoti masuk kedalam Kelompok B. Unimaculata Complex. Pecinta ikan cupang menganggap Betta Patoti termasuk jenis ikan cupang alam (wild betta).

2. Betta Coccina (Clorat's Betta)

Betta Coccina ini berasal dari Sumatra (Riau dan Jambi ) dan merupakan salah satu ikan cupang jenis terkecil. Cupang jenis ini juga bisa di jumpai di Johor Malaysia. Umumnya memiliki warna merah atau coklat dan kadang memiliki titik dipunggungnya. Yang paling menarik dari ikan cupang jenis Betta Coccina ini adalah matanya yang biru cerah. Jantan dan betina memiliki ukuran hampir sama.

3. Betta channoides (Snakehead betta)

Ikan ini merupakan salah satu cupang alam yang cukup populer karena warnanya yang menarik dan keberadaannya yang mudah didapat. Habitat asli ikan cupang jenis ini berada di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Popularitas Betta channoides ini tidak kalah dengan Betta macrostoma andalan negara Brunei Darussalam.

4. Betta imbellis (Slugger's Betta)

Betta imbellis adalah sejenis cupang yang terdapat Medan, Sumatera Utara, yang memiliki bentuk tubuh silinder dan memiliki warna tubuh hijau tua atau biru cemelang. Cupang ini merupakan cupang yang asli dari perairan Indonesia tapi bisa ditemui juga di Malaysia. Jenis cupang ini merupakan cupang petarung yang sering dijadikan cupang aduan.

5. Betta Picta (Painted Betta)

Betta Picta merupakan ikan cupang yang berasal dari pulau Jawa. Jenis cupang ini mudah untuk diternakan. Sayangnya jenis cupang ini warnanya tidak semenarik jenis lainnya sehingga kurang diminati dipasaran.

Sumber:

https://bit.ly/2HIPWVV https://bit.ly/2sQRbO9 https://bit.ly/2sRvUE0 https://bit.ly/2sSffAn Pangeran Mongkut/Raja Rama IV (https://ru.wikipedia.org/wiki) Charles Tate Regan (https://en.wikipedia.org/wiki) https://bit.ly/2Ml3tXb https://bit.ly/2LKRkd7 https://bit.ly/2MjbdsT https://bit.ly/2Jvwd1F

Komentar

Fresh