Sejarah Istilah 'Halal Bi Halal' | OPINI.id

Istilah ‘halal bi halal’ sering terdengar menjelang hari raya Idul Fitri. Walaupun sekilas terdengar seperti Bahasa Arab, tapi ternyata istilah ini asli dari Indonesia, loh! Penasaran dari mana istilah ini muncul? Yuk cek sejarahnya disini!

Dari Penjual Martabak

Menurut biografi Sunarto Prawirosujanto (mantan dirjen Pengawasan Obat dan Makanan Kementerian Kesehatan) yang berjudul “Rintisan Pembangunan Farmasi Indonesia”, kemunculan istilah halal bi halal dimulai di Solo sekitar tahun 1935-1936. Kala itu ia masih berusia 10 tahun dan mengunjungi Taman Sriwedari di saat lebaran. Waktu itu ada pedagang martabak yang menjajakan dagangannya dengan berteriak ‘martabak Malabar, halal bin halal, halal bin halal’. Diperkirakan waktu itu martabak belum sepopuler sekarang, makanya harus disebutin kalau itu halal. Teriakannya ditiru anak-anak dan anak muda yang ikut berteriak ‘martabak, martabak, halalbehalal’ sepanjang perjalanan pulang mereka. Jadilah kata ‘halalbehalal’ pertama kali muncul.

Masuk Kamus Jawa-Belanda

Pada tahun 1938, kamus Jawa-Belanda karya Dr. Th. Pigeaud terbit. Di kamus inilah istilah ‘halal behalal’ resmi diakui sebagai kata dalam bahasa Jawa. Di kamus itu tertulis: halal behalal: de complimenten (gaan, komen) maken (wederzijds vergiffenis vragen bij Lebaran, vgb). Artinya kurang lebih “dengan salam (datang, pergi) untuk (saling memaafkan di waktu Lebaran).”

Jadi Alat Pemersatu Bangsa

Di tahun 1948, Indonesia terancam perpecahan karena elit politik banyak yang bertengkar padahal waktu itu ramai terjadi pemberontakan. Bung Karno pun mendatangi Kiai Wahab Chasbullah, salah satu tokoh pendiri NU (Nahdlatul Ulama). Kiai Wahab langsung mengusulkan untuk mengadakan acara silaturahmi dengan judul ‘halal bi halal’. Sejak saat itu istilah ‘halal bi halal’ sering digunakan oleh instansi-instansi pemerintah. Sekarang istilah ‘halal bi halal’ gak cuma dipakai oleh instansi pemerintah tapi juga oleh masyarakat luas.

Kamu kalau ikut acara silaturahmi/kumpul-kumpul sering disebut ‘halal bi halal’ gak?
Iya
Nggak
36 votes

Komentar

Fresh