Tradisi Lebaran Unik Khas Indonesia | OPINI.id

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, tiap daerah di Indonesia punya cara unik buat ngerayain Idul Fitri. Penasaran apa aja? Yuk, simak beberapa contoh berikut ini:

Grebeg Syawal (Yogyakarta)

Tradisi Kasultanan Yogyakarta ini dirayakan tiap tanggal 1 Syawal. Gunungan yang terbuat dari hasil bumi akan diarak para abdi dalem Keraton dari bangsal Keraton ke Masjid Agung Yogyakarta. Nantinya gunungan ini akan jadi rebutan warga di alun-alun. Warga Yogyakarta percaya kalau keberhasilan mendapat bagian dari gunungan ini merupakan simbol bahwa akan mendapat berkah.

Pawai Pegon (Jember)

Pawai Pegon diadakan tiap H+7 Lebaran. Pegon sendiri adalah pedati atau gerobak yang ditarik 2 sapi. Pegon bakal dihias lalu berpawai dari desa menuju pesisir pantai. Sesampainya di pantai dilanjutkan dengan acara makan-makan ketupat.

Ronjok Sayak (Bengkulu)

Setiap malam takbiran, warga Bengkulu terutama dari suku Serawai akan menumpuk batok kelapa di depan rumah masing-masing lalu dibakar sebagai wujud syukur sekaligus sebagai kiriman doa untuk anggota keluarga yang telah meninggal.

Badulang/Bedulang (Bangka-Belitung)

Badulang diadakan tepat setelah salat ied saat hari-H lebaran. Warga gak langsung pulang tapi saling bersalam-salaman yang lalu dilanjutkan dengan acara makan bersama. Uniknya, makanan harus ditutup tudung dan tudungnya gak boleh dibuka sebelum acara makan dimulai.

Ngadongkapkeun (Banten)

Diadakan di hari-H lebaran, ngadongkapkeun dipimpin oleh kokolot lembur (tetua kampung) yang memimpin doa bersama dan dilanjutkan dengan acara ‘sungkem’ baik ke kokolot lembur maupun ke angggota keluarga yang lebih tua.

Mariam Karbit (Pontianak)

Di malam takbiran, mariam (atau meriam) yang terbuat dari batang pohon aren akan banyak berjejeran di pinggir sungai Kapuas lalu akan saling beradu nyaring tembakan. Pemenangnya tentu yang suaranya paling menggelegar. Don’t try this at home tapi, ya!

Bakar Ilo Sanggari (Nusa Tenggara Barat)

Ritual bakar Ilo sanggari diadakan setiap malam takbiran. Ilo Sanggari sendiri adalah semacam lentera yang terbuat dari bambu yang diberi minyak biji jarak. Setelah dinyalakan, Ilo Sanggari akan ditaruh di halaman rumah agar mengundang kedatangan malaikat dan roh leluhur yang akan memberi berkah.

Tumbilotohe (Gorontalo)

Lampu minyak akan dinyalakan tiap malam oleh warga Gorontalo selama 3 hari mulai dari malam takbiran. Uniknya, lampu minyak ini akan disusun jadi berbagai bentuk yang menarik. Sementara anak-anak akan berkeliling mengunjungi rumah-rumah warga untuk mendapat sedekah. Wah mirip kayak Halloween di Amrik, ya!

Pas malam takbiran di daerahmu suka ada tradisi unik yang kamu ikuti gak?
Ada
Gak Ada
135 votes

Komentar (1)

Fresh