Masih Ingat Pancasila? | OPINI.id

Pancasila merupakan ideologi Bangsa Indonesia. Banyaknya kejadian yang berbau radikalisme mengisyaratkan bahwa ideologi kita sedang tergoyahkan. Goyahnya ideologi bisa dimulai dari hal-hal kecil. Salah satunya adalah ketidakhafalan dan ketidakpahaman kita akan isi dari Pancasila. Masih ingatkah anda dengan Pancasila?

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

Dalam sila ini terkandung bahwa Negara yang didirikan adalah sebagai pengejawantahan tujuan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan dan penyelenggaraan Negara bahkan moral negara, moral penyelenggaraan negara, politik negara, pemerintahan negara, hukum dan peraturan perundang-undangan negara, kebebasan dan hak asasi warga negara harus dijiwai oleh nilai-nilai sila ini.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Harkat dan martabat manusia sebagai mahluk yang beradab berbudaya, dan bermoral dijunjung melalui sila ini. Sila kedua ini mengandung nilai suatu kesadaran sikap moral dan tingkah laku manusia yang didasarkan pada potensi budi nurani manusia dalam hubungan dengan norma-norma dan kebudayaan pada umumnya baik terhadap diri sendiri, sesame manusia, maupun lingkungan.

3. Persatuan Indonesia

Negara adalah penjelmaan sifat kodrat manusia monodualis yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Negara adalah merupakan suatu persekutuan hidup bersama diantara elemen-elemen (suku, ras, kelompok, golongan, maupun kelompok agama) yang membentuk negara. Hal ini diakandung dalam sila ketiga dan juga dilukiskan dalam semboyan “Bhineka Tunggal Ika.”

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan

Hakikat rakyat adalah sekelompok manusia sebagi makhluk Tuhan Yang Maha Esa yang bersatu bertujuan meweujudkan harkat dan martabat manusia dalam suatu wilayah negara. Rakyat adalah asal mula negara. Rakyat merupakan pendukung pokok negara karena negara adalah oleh dan untuk rakyat. Sehingga dalam sila kerakyatan terkandung nilai-nilai demokrasi yang secara mutlak harus dilaksanakan dalam hidup negara.

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sila mengandung tujuan negara untuk hidup bersama. Keadilan dalam sila kelima ini didasari dan dijiwai oleh hakikat keadilan manusia yaitu keadilan dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri, manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan. Keadilan yang terwujud berupa keadilan distributif (antara negara dan warganya), keadilan legal (antara warga dan peraturan yang berlaku), keadilan komutatif (antar warga).

Sumber

Kaelan, H. (2010) Pendidikan Pancasila (Edisi ke-9), Paradigma, Yogyakarta

Komentar

Fresh