Dipenjara Akibat Bela Diri | OPINI.id

Hukum Indonesia lucu, seorang pria berinisial MIB asal Bekasi resmi jadi tersangka pembunuhan terhadap Aric Saipulloh (sang begal), loh kok bisa?

Bela Diri Dari Begal, Malah Dipenjara..

Siapa sangka, niat hati untuk membela diri dari seorang begal, pria bernama Irfan Bahri justru resmi jadi tersangka. MIB resmi jadi tersangka setelah aksi bela dirinya menyebabkan nyawa sang begal Aric melayang. Menurut pihak polisi, tindakan MIB dinilai sudah sesuai dengan pasal 351 ayat 3 KUHP tentang hilangnya nyawa seseorang. "Saat ini MIB telah kita tetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap Aric Saipulloh, meskipun secara keterangan MIB mengaku membela diri dari serangan begal," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Kasat Reskrim Polrestro Bekasi Kota AKBP Jairus Saragih di Bekasi. Demikian dikutip dari Antara, Senin (28/5). Tentu saja keputusan memberikan status tersangka kepada MIB penuh pro dan kontra. Pasalnya, awalnya dia adalah korban. Menurut pakar hukum Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, Prof Dr Mudzakir. "Semestinya kalau memang calon korban jadi target kejahatan, posisi sebagai korban artinya hukum harus berpihak yang punya niat baik. Karena dia tak bersalah," kata Mudzakir saat berbincang dengan merdeka.com, Selasa (29/5).

Kronologis Kejadian

Asal mula kejadian berawal saat MIB dan rekannya memarkir sepeda motor di bahu jembatan layang untuk bersantai menatap kota dari ketinggian. Namun, tiba-tiba saja, Aric bersama temannya datang menghampiri kedua orang tersebut. Aric langsung turun sambil mengeluarkan celurit yang disimpan di perutnya. Ia lalu mengarahkan celuritnya kepada Rofki sambil merampas ponselnya. Aric juga lakukan itu kepada MIB, hanya saja dia mendapatkan perlawanan. Hingga Aric membacokan celuritnya ke arah MIB. Bacokannya ditepis oleh MIB dengan tangan. Keduanya pun terlibat duel hingga sebabkan sang begal terjatuh, hingga celuritnya berhasil direbut oleh MIB. MIB pun langsung mengayunkan celurit tersebut ke tubuh Aric sebanyak empat kali sabetan hingga yang bersangkutan mengalami pendarahan. Rekan begal, Indra coba turun dan bantu Aric. Namun dihadang oleh MIB dengan celurit sambil minta ponsel milik sahabatnya Rofiki agar dikembalikan. Usai kejadian, Aric dan Indra kabur. Karena luka parah, Aric akhirnya tewas saat menjalani perawatan di RS Anna Bekasi Utara karena kehabisan darah.

Kasus MIB dan Guru Silat

Sebenarnya kejadian ini bukanlah yang pertama dan terakhir di Indonesia. Beberapa waktu lalu, pelaku perampokan di perumahan TNI AU Waringin Permai, tewas ditangan pemilik rumah. Pemilik rumah adalah seorang mantan guru silat merpati putih. Kronologis kejadiannya pun sama, perampok kepergok sama pemilik rumah. Pelaku perampokan awalnya coba melarikan diri, tapi dihadang pemilik rumah. Akibatnya, perampok panik dan ambil pisau pajangan dan coba melukai pemilik rumah. Namun, pemilik rumah bisa tetap mengalahkan pelaku. Akhirnya, perampok pun meregang nyawa setelah berduel dengannya. Sang pemilik rumah pun bebas, karena dianggap murni bela diri. Tapi beda dengan kasus MIB di Bekasi. Korban begal yang menang berduel dengan sang perampok justru resmi dijadikan tersangka setelah berhasil mengalahkan Aric sang begal.

Apakah harusnya MIB juga bebas karena termasuk aksi bela diri?
Bebas juga dong
Gak, penjara aja
633 votes

Komentar (5)

Fresh