Freeganisme, Gaya Hidup Anti Boros | OPINI.id

Pernah melihat orang memunguti makanan dari tempat sampah? Eits! Jangan nge-judge dulu, guys. Kenalan dulu sama freeganisme. Freeganisme itu gaya hidup yang menentang pemborosan. Freegan menjalankan hidupnya dengan menghabiskan seminimal mungkin pendapatan. Yuk, simak fakta-faktanya!

Awal mula

Sering buang-buang makanan? Survey dari National Environment Agency menyebut bahwa sekitar 791 ribu ton makanan terbuang setiap hari. Gak cuma makanan, bahkan banyak barang yang masih layak, tapi malah dibuang percuma. Makanya muncul gerakan freeganisme nih, sebagai respon dari konsumerisme yang udah gak terkendali. Gerakan ini dimulai pada akhir 1990-an akibat kapitalisme dan konsumerisme, dan semakin populer beberapa tahun belakangan. Di tahun 2003, didirikan grup freegan, yaitu freegan.info. Adam Welsmann, warga Negara Amerika Serikat, adalah pendirinya.

Tujuan

Kaum freegan itu punya 2 tujuan : membeli sesedikit mungkin dan menggunakan apa yang diperlukan aja. Alhasil, mereka menekan pengeluaran dengan mencari makanan dan barang-barang lainnya di tempat sampah. Ya… demi hemat, guys. Perlu digarisbawahi bahwa mereka itu juga memastikan barang-barang itu emang masih layak guna, kok. Mereka biasanya nyari makanan layak di kawasan restoran atau supermarket pada malam hari. Gak cuma mengais dari tempat sampah, mereka juga melakukan barter, belanja barang bekas, bahkan berkebun untuk mencukupi kebutuhan. Mereka juga berusaha hemat biaya transportasi dengan bersepeda, atau mungkin nebeng sama temen :D Freegan gak cuma memungut makanan, lho. Mereka juga memungut furniture hingga baju bekas.

Bukan berarti kaum freegan itu orang yang gak mampu

Daniel Tay, warga Singapura, adalah seorang perencana keuangan asal Singapura, yang notabene udah sejahtera dan menerapkan gaya hidup freegan. Terus buat apa sampai ngais sampah? Daniel terinspirasi dari temannya yang berhasil menerapkan gaya hidup freegan dan gak khawatir soal uang ketika temannya pensiun. Daniel juga ngais makanan di tempat sampah tetangganya, lho. Karena udah terbiasa, tetangganya bahkan langsung menaruh makanan yang gak mereka inginkan di depan pintu rumah Daniel setiap hari. Sampe hafal tuh tetangganya :D Sebelumnya, Daniel harus mengeluarkan S$2000 selama sebulan hidup di Singapura. Tapi, setelah melakukan gaya hidup freegan, ia cuma menghabiskan S$1100 aja dalam sebulan. Udah termasuk biaya sewa tempat tinggal, transport, listrik, asuransi, hingga internet.

Bisa beramal

Karena ngais dari tempat sampah atau dikasih gratis sama tetangga, kaum freegan biasanya mendapat lebih, tuh. Saking banyaknya, bahkan sampe dibagikan lagi sama tetangga yang lain. Mereka juga gak lupa buat beramal dengan menyumbangkan bahan makanan itu buat yang membutuhkan. “Orang menjadi freegan karena 3 alasan: mereka ingin menghemat uang, mereka ingin menyelamatkan orang lain, atau mereka ingin menyelamatkan bumi,” kata Daniel Tay, seperti yang dikutip dari hai.grid.id.

Gimana? Tertarik menerapkan gaya hidup ini?
Boleh dicoba nih
Gak deh...
800 votes

Sumber :

https://www.yukepo.com/hiburan/sains/memunguti-makanan-sisa-dari-supermarket-dan-restoran-inilah-gaya-hidup-freeganisme-tujuannya-mulia/ http://hai.grid.id/read/07609744/menganut-gaya-hidup-freegan-cowok-ini-hanya-rp100-ribu-untuk-makan-setahun

Komentar (4)

Fresh