Fakta Menarik Tentang Keledai | OPINI.id

Ketika mendengar kata ”keledai”, mungkin yang tergambar dalam benak kita adalah seekor binatang yang lamban, lemah, keras kepala bahkan sering diidentikkan binatang yang bodoh. Padahal pada kenyataannya keledai adalah hewan yang pandai, kuat sekaligus pekerja keras.

1. Habitat

Keledai (Equus asinus) adalah mamalia dari keluarga Equidae (keluarga kuda). Habitat keledai liar hanya ditemukan di padang pasir dan savana di Afrika Utara, dari Maroko ke Somalia, di Jazirah Arab dan Timur Tengah. Sedangkan keledai peliharaan terdapat di seluruh dunia. Namun mereka memang menyukai habitat yang hangat dan kering. Hewan ini sudah sejak lama berguna bagi manusia sebagai binatang beban, sarana transportasi, dan penarik kereta kuda maupun membajak ladang. Keledai adalah hewan jinak sekaligus ternak yang baik.

2. Sebutan Bagi Keledai

Keledai dikenal dengan nama yang berbeda-beda. Nama yang paling umum adalah donkey, burros, dan jackstock. Namun, dari semua nama ini, donkey (Equus asinus) adalah nama yang paling benar secara ilmiah. Burros (Equus hemionus) biasanya mengacu pada keledai liar. Keledai jantan sering disebut Jack. Sementara keledai betina dikenal dengan nama Jenny atau Jennet.

3. Jenis Keledai

Jika menurut jenisnya, keledai terbagi dua jenis yaitu liar dan peliharaan : 1. Ukuran tinggi bagi keledai liar biasanya setinggi 125 cm, berat sekitar 250 kg. 2. Sedangkan keledai peliharaan tingginya 123 cm, berat 180 kg. Sedangkan berdasarkan tinggi badan yang diukur hingga tingkat bahu, ada 3 jenis : 1. Jenis terkecil dikenal sebagai keledai miniatur, tingginya tidak melebihi 92 cm 2. Jenis Breed standar berukuran 93- 137 cm 3. Jenis Mammoth berukuran lebih dari 140 cm Tak hanya itu, keledai dan kuda atau dengan zebra juga sering disilangkan. Bayi hasil kawin silang antara seekor kuda betina dan seekor keledai jantan dikenal dengan Mule atau Baghal. Sedangkan bayi hasil kawin silang antara seekor kuda jantan dan keledai betina maka akan disebut Hinny. Sementara, jika zebra dikawinkan dengan keledai maka keturunan mereka disebut zebroid (terdiri dari zorse, zony dan zonkey)

4. Pemimpin Yang Tangguh

Keledai yang terkuat dalam kawanan atau kelompok biasanya dipilih sebagai pemimpin kawanan. Dalam satu kelompok mereka memiliki satu jack, dan beberapa keledai lainnya tunduk. Pemimpin kawanan ini selalu bertindak jadi pemimpin yang tangguh dalam menghadapi ancaman (predator yang menyerang kawanan ternak atau kelompok keledai). Sang pemimpin akan tinggal, menghadang dan menghadapi ancaman. Cara ini dilakukan agar memberikan waktu yang cukup bagi seluruh kawanan untuk melarikan diri ke tempat yang lebih aman. Mereka bukan hewan yang sering bertengkar, namun mereka tidak segan untuk menginjak­-injak binatang lain yang dianggapanya predator. Mereka mengutamakan keamanan dan saling menjaga tapi hewan ini tidak mudah dikejutkan.

5. Memiliki Ingatan yang Kuat

Keledai mampu mengingat tempat yang mereka kunjungi atau keledai lainnya yang mereka temui 25 tahun yang lalu. Dibandingkan kuda, keledai mampu berpikir mandiri dan membuat keputusan untuk memastikan keamanannya. Hingga keledai mampu jadi hewan penjaga yang baik bagi kawanan domba atau kambing. Tak hanya itu, ketika bepergian ke semua tempat, keledai jauh lebih baik daripada kuda. Pasalnya keledai dianggap binatang segala medan dan selalu mampu mengingat jalan yang pernah dilaluinya.

6. Memiliki Pendengaran yang Tajam

Keledai mampu mendengar keledai lain dari jarak 60 mil dalam kondisi medan padang pasir. Hal ini dimungkinkan karena telinga mereka yang besar. Telinga besar mereka juga mampu membantu menjaga tubuh mereka tetap dingin dalam kondisi gurun yang panas dan kering.

7. Makanan & Sistem Pencernaan

Keledai sama dengan kuda yang juga menyukai rumput. Namun mereka juga tidak menolak semak dan tanaman gurun. Keledai mampu memanfaatkan 95% dari keseluruhan makanan yang mereka makan bagi kebutuhan tubuhnya. Jika hewan lain menggigit rumput dengan gigi, keledai hanya meraih makanannya dengan bibir dan dikunyah dengan gigi serinya. Keledai termasuk hewan rakus. Menurut data dari The Global Invasive Species Database, dalam setahun keledai dapat menghabiskan 2.722 kg tanaman per tahun, terutama keledai liar yang hidupnya pada habitat bebas. Keledai memiliki sistem pencernaan yang istimewa dan sangat efisien dan mampu meruntuhkan vegetasi yang paling tidak termakan sekalipun. Mereka tidak hanya menghancurkan vegetasi, mereka bahkan dapat mengekstrak uap air dengan sangat efisien dari suatu tanaman dan menggunakan hal sama untuk menjaga agar tetap terhidrasi.

8. Hal Yang Dibenci dan Disukai

Keledai membenci hujan, karena bulu mereka tidak tahan air. Jika tetap berada dalam hujan untuk waktu yang lama akan menganggu kesehatan tubuh mereka. Tapi hewan-hewan ini suka sekali berguling-guling di tanah atau pasir, karena inilah hobi terbaik mereka sekaligus sebagai penanda suatu area dengan aroma tubuh mereka.

Sumber:

Ensiklopedia Mini Hewan-John Farndon https://books.google.co.id/books https://sainsdanalquranblog.wordpress.com https://student.cnnindonesia.com/inspirasi https://www.liputan6.com/citizen6 http://travel.tribunnews.com/ http://www.apakabardunia.com

Komentar (1)

Fresh