ANGKOT VS OJEK ONLINE | OPINI.id

Persaingan membuat penyedia alat transportasi konvesional seperti angkot tersisih dari transportasi yang berbasis aplikasi,seperti Gojek,Uber, dan sebagainya.

Beberapa waktu lalu demo para sopir Bluebird terhadap transportasi berbasis online berujung ricuh

null

Selain membuat macet, para pendemo juga terlibat aksi bentrok dengan para driver ojek online

null

Kejadian ini sempat membuat saham Bluebird anjlok

null

Sopir Angkot Sikat Driver Ojek Onlie

Setelah sopir blue bird beberapa waktu lalu protes terhadap transportasi berbasis online, kini giliran sopir angkot Tangerang. Problematika yang tak kunjung selesai ini bahkan melibatkan aksi kekerasan yang dilakukan sopir angkot terhadap pengemudi angkutan online.

Seperti yang terjadi di Tangerang, dimana ratusan sopir angkot menggelar aksi demo di halaman pusat pemerintahan Kota Tangerang di Jalan Satria Sudirman.

Dalam aksi tersebut, lima angkot mengalami kerusakan akibat lemparan batu. Di Bandung juga terjadi aksi demonstrasi yang dilakukan oleh ribuan sopir angkot di depan Gedung Sate. Aksi ini juga merusak satu mobil pribadi avanza yang berisi anggota keluarga.

pembenahan dan seleksi supir angkutan umum

Go-jek,Grabike,Uber sebuah transportasi roda dua yang berbasis online,yang mana penumpang bisa memesan dan order dihandphone dimanapun tanpa harus menghampiri driver dan tanpa harus panas-panasan dan kehujanan saat penumpang melakukan order,penumpang juga bisa menghemat waktu untuk sampai ketujuan dan lebih efisien. bahkan jika dilihat dari grafik pengangguran dijakarta maupun daerah menurun akibat adanya transportasi ojek online. Angkot sebuah transportasi massal tanpa aplikasi yang sudah ada dari dulu,yang mana penumpang harus berjalan dari rumah untuk menunggu dipinggir jalan dan halte. Melihat kebelakang sebelum ojek yang berbasis online ada di indonesia, angkot dan ojek pangkalan menjadi andalan konsumen dalam perjalan menuju suatu tujuan, karena tingkat penduduk di jakarta tiap tahun bertambah dan angkutan perkotaan yang tidak dibatasi maka timbul persaingan diantara sesama supir untuk saling mendahului ambil penumpang, sering kita lihat angkot ngetem di sembarang tempat, ugal-ugalan hingga terjadi kecelakaan yang merenggut nyawa pengendara lain ataupun penumpang tersebut. Hadirnya transportasi online perlahan-lahan membuat sebagian warga jakarta maupun luar jakarta yang biasa menggunakan angkot beralih ketransportasi online. dengan hadirnya ojek online ini timbulah kecemburuan sosial supir angkot yang mana penumpang sepi dan berkurangnya pendapatan. Sebenarnya jika sistem dari transportasi umum yang ada dijakarta diperbaiki dan dibatasi tidak menutup kemungkinan konsumen akan terus menggunakan angkutan umum tersebut, salah satunya seleksi para supir benar-benar diperhatikan dan tindakan bahkan sangsi tegas untuk para supir yang memberikan kepada supir tembak yang bahkan berusia belasan tahun.

Komentar (1)

Fresh