Istilah Populer di Bulan Ramadhan | OPINI.id

Ramadhan adalah bulan penuh berkah, bulan yang diistimewakan. Ternyata ada banyak istilah berasal dari bahasa Arab yang kemudian populer diucapkan maupun didengar di bulan suci ini.

1. Shaum atau Shiam

Dalam bahasa Indonesia kata ini artinya puasa. Dari asal kata shoma-yashumu yang berarti menahan, yaitu menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar/ matahari/ subuh hingga terbenam matahari/ maghrib. Shaum bukanlah sekadar menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal lainnya yang membatalkan puasa. Orang yang berpuasa juga harus menjaga lisan dan anggota badan lainnya dari segala yang diharamkan oleh Allah SWT. Namun bukan berarti ketika tidak sedang berpuasa maupun diluar bulan Ramadhan boleh melakukan hal-hal yang diharamkan tersebut.

2. Sahur

Sahur (bahasa Arab: سحور ) adalah sebuah istilah di dalam ajaran agama Islam yang merujuk kepada aktivitas makan dan minum yang dilakukan oleh umat Islam pada dini hari bagi mereka yang akan menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan. Sahur sebagai makan pagi bisa disepadankan dengan iftar sebagai makan malam, selama Ramadhan, menggantikan makan tiga kali sehari (sarapan, makan siang, dan makan malam), meskipun di beberapa tempat, makan malam juga dikonsumsi setelah iftar pada malam hari.

3. Ifthar atau Iftar

Iftar (bahasa Arab: ifthar إفطار) dalam bahasa Indonesia dikenal dengan buka puasa, mengacu pada sebuah perjamuan saat umat Islam berbuka puasa selama bulan Ramadhan. Iftar adalah salah satu rangkaian ibadah di bulan Ramadhan dan sering dilakukan oleh sebuah keluarga, komunitas, dan orang-orang berkumpul untuk berbuka puasa bersama-sama. Iftar dilakukan tepat begitu sudah masuk waktu maghrib. Dalam masyarakat kita, pada bulan Ramadhan sering diadakan buka puasa bersama (Bukber) yang disebut juga iftar jamai.

4. Ta'jil (Takjil)

Takjil adalah kata kerja, bukan kata benda yang sering kali diartikan sebagai makanan atau minuman untuk berbuka puasa. Makna takjil (ta'jil) yang sebenarnya menurut bahasa Arab adalah "penyegeraan, bersegera, percepatan". Ta'jil adalah sebuah kata dasar dari ajjala, yu'ajjilu yang memiliki arti menyegerakan, mempercepat. Maksud takjil di sini adalah menyegerakan membatalkan puasa sebelum wudhu atau sholat Maghrib. Diriwayatkan, dalam sebuah hadist: "Manusia Senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR. Bukhori muttafaq alaih). Hadist inilah yang dijadikan dasar adanya sunnah takjil, menyegerakan berbuka puasa. Diriwayatkan pula, Nabi menyegerakan membatalkan puasa dengan sebutir kurma, jika tak ada kurma maka cukup dengan seteguk air saja.

5. Imsak

Pengertian imsak diambil dari bahasa Arab yaitu amsaka yumsiku imsak yang berarti menahan. Dari pengertian menahan, memberi arti bahwa waktu imsak adalah waktu dimulainya menahan segala hal yang membatalkan puasa. Namun, di saat imsak masih diperbolehkan untuk makan dan minum, selama belum memasuki waktu subuh atau adzan subuh. Sebab batas mulai puasa itu bukan sejak ‘imsak’, melainkan sejak waktu shubuh.

6. Tarawih

Shalat Tarawih adalah salat sunnah yang dilakukan khusus hanya pada bulan Ramadhan. Tarawih dalam bahasa Arab adalah bentuk jamak dari تَرْوِيْحَةٌ yang diartikan sebagai “waktu sesaat untuk istirahat”. Waktu pelaksanaan shalat sunnah ini adalah selepas isya’ dan sebelum shubuh, biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid. Shalat tarawih termasuk qiyamul lail atau shalat malam, akan tetapi hanya dikhususkan di bulan Ramadhan. Jadi, shalat tarawih ini adalah shalat malam yang dilakukan di bulan Ramadhan.

7. Tadarus

Istilah tadarus berasal dari asal kata darosa – yadrusu, yang artinya mempelajari, meneliti, menelaah, mengkaji, dan mengambil pelajaran. Lalu ketambahan huruf ta' di depannya sehingga menjadi tadaarosa-yatadaarosu, maka maknanya bertambah menjadi saling belajar atau mempelajari secara lebih mendalam. Namun makna istilah ‘tadarus’ di dalam bahasa Indonesia telah mengalami penyempitan sehingga artinya menjadi hanya sebatas pembacaan ayat-ayat Al-Quran saja. Allah SWT telah memerintahkan selain membaca, juga mendengarkan Al-Quran. "Apabila dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat". (QS. Al-A'roof: 204)

8. Itikaf

Itikaf adalah tinggal atau menetap di dalam masjid dengan niat beribadah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Meski itikaf bisa dilakukan kapan saja. Namun, Rasulullah SAW menganjurkan untuk melakukan itikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Itikaf berasal dari bahasa Arab akafa yang berarti menetap, mengurung diri, atau terhalangi. Pengertiannya dalam konteks ibadah dalam Islam adalah berdiam diri di dalam masjid dalam rangka untuk mencari keridhaan Allah swt dan bermuhasabah (introspeksi diri) atas perbuatan-perbuatan yang sudah dilakukan pada masa yang lalu. Orang yang melakukan iktikaf disebut sebagai mutakif.

9. Nuzulul Qur’an

Nuzulul Qur’an secara harfiah berarti turunnya Al Qur’an (kitab suci agama Islam) adalah istilah yang merujuk kepada peristiwa penting penurunan wahyu Allah pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Nuzulul Qur’an yang kemudian diperingati oleh kaum muslimin mengacu kepada tanggal pertama kali Al-Qur’an diturunkan kepada Rasulullah SAW di gua Hira. Pada malam ke-17 Ramadhan, umumnya jama’ah shalat tarawih memperingatinya dengan mendengarkan ceramah seorang Ustadz yang berisi anjuran untuk membaca Al-Qur’an atau memaparkan sejarah turunnya Al-Qur’an kepada Rasulullah SAW.

10. Lailatul Qodar

Lailatul Qodar adalah malam ketetapan atau satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadhan, yang dalam al-Qur’an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bila seorang muslim mengerjakan kebaikan-kebaikan di malam lailatul qodar, maka nilainya lebih baik dari mengerjakan kebaikan selama seribu bulan. Malam Lailatul Qodar biasanya jatuh pada malam ganjil di 10 malam terakhir di bulan Ramadhan.

11. Khatam Al Qur'an

Khatam Al-Qur'an berarti tamat belajar (membaca) Al-Qur'an sebanyak 30 Juz. Mengkhatamkan Al-Qur'an selama bulan Ramadhan memang bukan hal wajib, karena membaca Al-Qur'an harus dilakukan seumur hidup. Syaikh Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata: “Mengkhatamkan Al-Qur'an di bulan Ramadhan bagi orang yang berpuasa bukanlah perkara yang wajib. Akan tetapi sebaiknya seseorang memperbanyak membaca Al-Qur'an di bulan Ramadhan” (Majmu’ Fatawa wa Rasail 20/516). Namun sudah semestinya setiap orang menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan berkah untuk mengulang kembali membaca dan mendengar Al Qur'an secara keseluruhan.

12. Zakat Fitrah

Kata Fitrah adalah merujuk pada keadaan manusia saat baru diciptakan sehingga dengan mengeluarkan zakat ini manusia dengan izin Allah akan kembali fitrah. Zakat fitrah berarti menyucikan harta, karena dalam setiap harta umat Islam ada sebagian hak orang lain. Tidak ada satu alasan pun bagi seorang hamba Allah yang beriman dan mampu untuk tidak menunaikan zakat fitrah karena hal ini telah diwajibkan bagi setiap muslim, laki-laki maupun perempuan. Zakat fitrah dikeluarkan hanya sekali setahun, besarannya 3,5 liter atau setara 2,7 kilogram makanan pokok (beras/singkong/sagu/gandum) yang biasa dikonsumsi sehari-hari. Misalnya: beras 1 kg harganya Rp 15.000 x 2.7 kg = Rp 40.500. Mengeluarkan zakat Rp 40.500 untuk 1 orang sekali setahun, tak akan menjadikan kita miskin akan rezeki dari Allah SWT. Zakat ini harus dilakukan di hari terakhir puasa Ramadhan atau sebelum Shalat Idul Fitri dilangsungkan. Hal tersebut yang menjadi pembeda zakat fitrah dengan zakat lainnya.

13. Ngabuburit

Ngabuburit adalah istilah yang berasal dari bahasa Sunda, asal kata Burit, yang berarti Senja. Ngabuburit sendiri adalah waktu untuk menunggu waktu berbuka. Biasanya diisi dengan kegiatan positif seperti tadarusan, melakukan bakti sosial, berlatih nasyid atau mendengarkan ceramah sambil menunggu waktu berbuka puasa. Tapi kebanyakan diantara anak muda maupun keluarga di Indonesia, ngabuburit dilakukan dengan berjalan-jalan, nongkrong atau mencari makanan untuk berbuka puasa.

14. Bukber (Ifthar Jamai)

Bukber adalah singkatan dari Buka Bersama, maksudnya adalah kegiatan buka puasa secara bersama-sama, dengan keluarga, teman-teman atau komunitas. Bukber sendiri biasa dilakukan di rumah, restoran, di masjid atau halaman masjid, panti asuhan, panti jompo, tempat wisata atau tempat-tempat lainnya.

15. Puasa Bedug

Sebenarnya ini bukan puasa sesungguhnya, karena puasa ini hanya sampai tengah hari saat adzan Dzuhur tiba atau dikenal juga dengan sebutan puasa setengah hari. Dikatakan Puasa Bedug karena ini adalah metode yang diajarkan kepada anak-anak yang baru belajar berpuasa, ketika mereka sudah belajar berpuasa selama setengah hari, dengan sendirinya mereka akan malu dengan anak lain yang sudah mulai belajar berpuasa satu hari penuh yaitu hingga Maghrib.

16. SOTR (Sahur On The Road)

SOTR adalah kegiatan membagi-bagikan makanan kepada orang-orang kurang mampu yang ada di jalan-jalan untuk santap sahur. Biasanya kegiatan ini dilakukan secara berkelompok oleh suatu komunitas tertentu tapi bisa juga dilakukan sebuah keluarga, saat dini hari di waktu sahur tiba.

Komentar

Fresh