Kontroversi Penceramah Rekomendasi | OPINI.id


Kementerian Agama (Kemenag) merilis daftar rekomendasi 200 penceramah. Daftar tersebut pun menuai kontroversi.

Rekomendasi Penceramah Dari Pemerintah

Lagi ramai masalah daftar rekomendasi 200 penceramah rekomendasi pemerintah. Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, daftar itu dibuat untuk memenuhi permintaan masyarakat yang selama ini kerap meminta rekomendasi penceramah kepada pihaknya. Ada tiga kriteria yang menjadi acuan hingga para dai itu masuk daftar rekomendasi Kemenag, yaitu mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi. Lanjutnya, setiap masjid juga tidak diwajibkan untuk memakai 200 nama penceramah yang direkomendasikan oleh Kemenag. Menurut Lukman, masyarakat nanti bisa menilai sendiri apakah penceramah di luar 200 nama tadi sudah menyampaikan sesuai ajaran Islam atau sebaliknya.

Kemenag Enggan Rilis Nama Mubaliq 'Terlarang'

Menanggapi hal ini, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj berpendapat seharusnya pihak Kemenag merilis daftar dai gak baik atau terlarang dan bukan malah sebaliknya. Namun, pihak Kementarian Agama enggan merilisnya. Itu dikarenakan tidak ada niatan untuk menghakimi.

Amien Rais Kritik Daftar Mubaliq Rekomendasi

Daftar yang dirilis oleh pihak Kementarian Agama (Kemenag) terkait 200 nama penceramah atau mubaliq yang direkomendasikan menimbulkan kontroversi. Terutama dari bapak reformasi, Amien Rais. Menurut dirinya, terbitnya 200 nama penceramah rekomendari Kemenag buat masyarakat. Hanya akan menimbulkan kegaduhan dan kekeliruan. Oleh karena dirinya menghimbau, daftar penceramah rekomendasi ini ditarik dan dibatalkan.

Kamu sendiri setuju gak adanya rilis penceramah yang direkomendasikan oleh Pemerintah?
Setuju aja
Gak setuju
1463 votes

Komentar (8)

Fresh