BAHAYA #SKIPCHALLENGE | OPINI.id

Banyak remaja Indonesia lakukan Skip challenge. Videonya pun beredar di dunia maya dengan hashtag #skipchallenge

#SkipChallenge Marak di Indonesia

Ada-ada saja tren remaja saat ini. Kali ini beredar luas video rekaman adegan di dunia maya dengan hashtag #skipchallenge. Tantangan yang bisa bikin seseorang pingsan ini edar di Instagram,Youtube dan Facebook.

Dalam video-video tersebut, terlihat anak-anak muda, baik lelaki maupun perempuan, tampak tertawa ketika melihat teman mereka tak sadarkan diri selama beberapa saat akibat melakukan aksi skip challenge.

Mereka terlihat begitu senang dan menganggap aksi mereka hanya permainan remeh belaka. Permainan skip challenge dilakukan dengan cara menekan dada seseorang sekeras-kerasnya selama beberapa saat.

Posisi orang yang dadanya ditekan alias orang yang berani menerima tantangan tersebut adalah berdiri rapat, bersandar ke tembok.

Sebelum bersandar ke tembok dan ditekan dadanya, orang itu biasanya akan berjongkok sambil mengambil dan membuang napas sebanyak 10 kali terlebih dulu. Beberapa saat setelah orang itu pingsan dan kejang-kejang usai ditekan dadanya, dia biasanya akan segera siuman.

Bahaya Dibalik Skip Challenge

Remaja senang main ini, padahal ada bahaya yang selalu mengintai dibalik skip challenge. Permainanan ini sebelumnya juga marak dilakukan oleh para remaja di Amerika Serikat.

Di sana mereka menyebutnya sebagai "pass-out challenge" atau "space monkey", atau yang lebih sederhana ?the choking game?.

Di Amerika Serikat, permainan ini telah dikecam. Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Otoritas Kesehatan Oregon bekerja sama dengan Centers for Disease Control (CDC), ditemukan bahwa permainan pass-out challenge telah menyebabkan sekitar 82 kematian pada remaja berusia 6-19 tahun selama rentang waktu 1995 hingga 2007.

Masih Mau Mengulangi Kesalahan David Nuno yang Tewas Gara-gara Memainkan Skip Challenge?

Seorang remaja 15 tahun di California tewas setelah memainkan permainan pass out challenge—di Indonesia dikenal dengan skip challenge—pada 2012 lalu. Saat terjatuh karena kehilangan kesadaran, David Nuno tak sengaja menabrakkan wajahnya ke gelas kaca yang sukses melukai lehernya. Dengan leher yang mengalami pendarahan hebat dan sedikit sisa tenaganya, David masih sempat meminta bantuan ayahnya yang kebetulan sedang berada di rumah. Tapi karena pendarahan hebat, nyawa David tetap tak tertolong meski sempat dilarikan ke rumah sakit. Ironisnya, itu adalah percobaan pertamanya tak lama setelah melihat video serupa dari situs berbagi video YouTube. Seorang polisi mengatakan bahwa David dan teman-temannya baru saja menonton video di YouTube tentang permainan pass out challenge. “Korban tampaknya melakukan apa yang ada di video itu, jatuh ke arah depan dan mendarat di gelas kaca yang berada di lantai,” ujar Kapten Polisi Chula Vista, California, Gary Wedge. Tak ada manfaatnya menonton video seperti itu, tambah Wedge. Beberapa hari setelah peristiwa itu, puluhan teman David membuat acara berkabung. Mereka berjalan beriringan dari Chula Vista Community Park menuju rumah keluarga Nuno. Di sela-sela perjalannya itu mereka menyesali perbuatan tak berguna itu, sebagian lain tidak percaya bahwa David meninggal dengan cara itu. Malam itu mereka juga mengampanyekan tentang bahaya permainan pass out challenge atau skip challenge. “Ini bukan permainan, ini serius,” ujar Daud Hazel Valenzuela, salah satu sahabat David, tentang video pass out di YouTube. David ternyata bukan orang pertama yang meninggal karena permainan pass out. Menurut psikiater David Cowell, seperti diberitakan oleh Daily Mail, permainan ini telah membunuh beberapa remaja beberapa tahun terakhir. Untuk itu, ia menyarankan para orangtua untuk terus waspada. Pada 2010, misalnya. Dua gadis meninggal di wilayah Chicago setelah memainkan permainan ini. Bukan dengan menekan dada seperti yang dilakukan David, mereka menalikan tali di leher mereka—untuk mendapatkan efek pinsan sementara. Tapi karena tidak ada yang mengawasi, tali itu justru benar-benar membunuh mereka. Jadi, masih mau mengulangi kesalahan David Nuno dan korban-korban lainnya? Sumber : http://intisari-online.com/Intisari-News/Masih-Mau-Mengulangi-Kesalahan-David-Nuno-Yang-Tewas-Gara-Gara-Memainkan-Skip-Challenge

pola pikir pendek akan menimbulkan efek negatif yang merugikan diri sendiri dan orang lain

Sungguh miris jika melihat apa yang dilakukan dan ditiru oleh remaja sekarang, umum nya masyarakat indonesia terutama anak-anak, remaja bahkan dewasa pun sangat mudah terpengaruh oleh budaya dan trend yang berasal dari luar,itu semua terjadi karena pola pikir anak-anak dan remaja sekarang yang teramat pendek tanpa memikirkan efek dan akibat yang akan terjadi setelahnya, bahkan jika larut dalam trend tersebut maka akan timbul efek negatif yang akan merugikan diri sendiri dan orang lain disekitarnya, sudah banyak contoh kasus yang terjadi dan bahkan hingga kematian dimasyarakat indonesia terutama dikalangan remaja dan anak-anak yang meniru segala sesuatu mulai dari budaya,keseharian dan tingkah laku yang sangat merugikan jika tidak bisa melihat sisi negatif dari apa yang mereka tiru. itu tergantung dari peran serta orang tua dan guru yang mendidik mereka,jika saja dari kecil para orang tua memberikan pemahaman agama yang mendalam mungkin sangat kecil kemungkinan remaja indonesia untuk meniru dan melakukan hal-hal yang bisa merugikan mereka dan orang disekitar nya.

Komentar

Fresh