Waspada Boleh Tapi Jangan Parno! | OPINI.id

Maraknya aksi terorisme yang sedang terjadi di Indonesia membuat orang-orang muslim yang sebenarnya baik tapi menggunakan cadar, berjanggut, dan bercelana cingkrang jadi dicurigai.

Semua itu karena rasa paranoid yang dimunculkan oleh aksi terorisme. Oleh karena itu kita wajib waspada tapi gak usah parno.

Aksi Terorisme Kucilkan Islam!

Stop terorisme, karena itu semua adalah aksi terkutuk! Aksi yang bisa mencoreng nama baik Islam, beserta orang-orang baik di dalamnya. Kejadian teror bom di Surabaya menjadikan cap Indonesia sebagai sarangnya teroris. Paham radikalisme yang mengalir bagaikan air di media sosial, sudah tak terbendung lagi. Hasilnya, terorisme pun kembali terjadi. Lantas apa imbasnya? Tentu saja pengucilan terhadap orang-orang muslim yang sebenarnya baik. Meskipun berpenampilan sesuai sunnah.Banyak tagar #Kamitidaktakut di media sosial membuktikan jika Indonesia tak gentar dengan aksi terkutuk yang bisa memecah belah bangsa. Tapi tidak sedikit pula cerita netizen yang mendadakan menjadi parno jika bertemu langsung dengan sosok orang muslim yang berpenampilan sesuai sunnah. Lagi dan lagi Islam pun tercoreng. Mari kita bersama-sama mencegah aksi terorisme. Terutama dari penyebaran konten-konten radikalisme yang bisa mengubah seseorang menjadi senjata mematikan.

Paranoid Akibat Aksi Terorisme

Tagar #Kamitidaktakut buktikan jika Indonesia tak gentar, Indonesia tak bubar bahkan tidak pecah hanya karena aksi terorisme yang dilakukan oleh orang-orang biadab. Tapi, tak bisa dipungkiri juga jika aksi terorisme ini membuat sebagian besar masyarakat Indonesia menjadi parno. Para netizen pun bercerita, jika ada orang yang mendadak takut saat bertemu dengan emak-emak bercadar dan membawa anaknya. Padahal, belum tentu emak-emak tersebut adalah seorang terorisme. Rasa paranoid ini sebenarnya dianggap manusiawi oleh para psikolog. Rasa takut dan kewaspadaan tingkat tinggi muncul dan menyelimuti pikiran kita semua saat kita butuh keamanan (insecurity attachment). Namun, kalau rasa takut dan curiga itu terus-menerus menyelimuti pikiran bahkan mengubah tingkah lakumu terhadap orang lain, bisa jadi tidak baik lho! Dalam ilmu psikologi, ada istilah Paranoid Personality Disorder (gangguan kepribadian paranoid). Gangguan ini dapat diklasifikasikan sebagai salah satu gangguan kepribadian klaster A (ganjil dan eksentrik). Kepribadian paranoid ditandai dengan rasa tidak percaya dan curiga yang berlebihan serta tidak menghargai (lack of respect) orang lain. Orang dengan gangguan kepribadian paranoid selalu merasa tidak percaya, dan curiga berlebihan.

Cara antisipasi Rasa Paranoid

Sudah pasti, kita harus bisa meyakinkan diri sendiri jika tidak semua orang muslim yang berpakaian sunnah itu adalah terorisme. Dan cara lainnya adalah melakukan terapi.Fokus terapi kognitif adalah menumbuhkan keyakinan bahwa tidak semua orang adalah itu adalah pelaku teror. Peran keluarga, sahabat, maupun orang terdekat juga dapat membantu. Oleh karena itu berhati-hati dalam kadar wajar adalah hal yang benar. Tapi jika kamu memiliki sikap curiga yang sangat berlebihan hingga menguasai pikiranmu, itu hanya akan merugikanmu dan orang lain.

Kamu sendiri jadi takut melihat orang bercadar,jenggotan dan bercelana cingkrang?
Takut
Gak biasa aja
350 votes

Komentar

Fresh