Tips Puasa Bagi Penderita HIV/AIDS | OPINI.id

Di Indonesia, lamanya durasi puasa di bulan Ramadhan dari sahur sampai berbuka berkisar selama 13 Jam – 13,5 jam. Bagi mereka yang tidak memiliki masalah kesehatan, tentunya tidak terlalu berpengaruh. Namun, bagaimana dengan para penderita HIV/AIDS alias ODHA, apakah ODHA boleh berpuasa? Ini penjelasannya:

1. Masalah Yang Dihadapi ODHA

Saat memasuki bulan ramadhan, ODHA yang beragama Islam tentu tetap ingin berpuasa, meski ada kesulitan yang harus dihadapi yaitu masalah pengobatan. Pasalnya para ODHA harus rutin meminum obat antiretroviral (ARV) setiap 12 jam sekali. ARV ini adalah jenis obat untuk menahan laju perkembangan virus HIV penyebab AIDS. Aturan minum obat ARV ini sangat ketat, karena terkait langsung dengan tingkat perkembangan HIV di dalam darah. Tapi jangan pernah patah semangat untuk menunaikan ibadah puasa, karena tak ada yang tak mungkin jika Allah SWT meridhoi setiap niat baik umatnya. Nah apa saja yang harus dipersipkan ODHA untuk tetap berpuasa?

2. ODHA Boleh Berpuasa

Dr. Paul F Matulessy MN SpGK seorang dokter spesialis gizi klinik mengatakan tidak ada hal yang menjadi halangan untuk ODHA berpuasa asalkan kondisinya sehat. Pasalnya, cara berpuasa yang tepat jusru akan menyehatkan bagi ODHA. Selain itu, dengan berpuasa ODHA dilatih untuk disiplin dan membantu ODHA patuh minum ARV. Namun jika kondisi sudah sangat rentan dan tidak memungkinkan, jangan dipaksakan untuk melakukan puasa. Keputusan untuk berpuasa atau tidak, memang ditangan ODHA. Namun mereka tetap harus mempertimbangkan dampaknya terhadap kesehatan selama berpuasa.

3. Panduan Mengonsumsi Obat ARV Selama Ramadhan

Sama dengan waktu di luar bulan Ramadhan, ODHA harus mengonsumsi ARV secara rutin selama Ramadhan agar tubuh tidak mengalami diare, mual, muntah, serta terinfeksi virus aktif seperti tuberkulosis, tokso, dan pneumonia. Konsumsi ARV ada yang sehari hanya satu kali dan ada juga yang dua kali dalam sehari. ARV yang dikonsumsi sehari sekali bisa diminum pada malam hari sebelum tidur. Sedangkan ARV yang diminum dua kali sehari mempunyai jeda waktu 12 jam. Nah selama puasa obat ARV ini bisa dikonsumsi saat berbuka dan sahur. Mengonsumsi ARV memang harus rutin dan tepat waktu, namun selama puasa tidak ada masalah memundurkan atau memajukan waktu meminum ARV. Bagi ODHA, mereka bisa melakukan perubahan waktu minum obat ARV satu sampai dua minggu sebelum puasa tiba secara perlahan.

4. Perhatikan Asupan Makanan

Selama berpuasa, para ODHA juga sangat dianjurkan untuk memperhatikan asupan makan yang bergizi saat berbuka maupun saat sahur. Hal ini dilakukan agar terhindar dari berbagai macam penyakit yang nantinya akan berdampak buruk bagi kondisi tubuh. Sedangkan untuk aktivitas di bulan puasa yang sebaiknya dijalankan bagi ODHA, sebenarnya tidak berbeda dengan orang biasa. Hanya saja, harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing ODHA.

5. Tetap Konsultasi ke Dokter

Sebelum memutuskan untuk melakukan puasa di bulan Ramadhan, ada baiknya ODHA tetap konsultasi pada dokter terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk memastikan jika tubuh mereka dalam kondisi yang baik, sehingga memungkinkan untuk menjalankan ibadah puasa.

HIV/AIDS

Jauhi Penyakitnya BUKAN orangnya..!!

Komentar

Fresh