7 Keutamaan Bulan Ramadhan | OPINI.id


Seluruh lapisan masyarakat muslim di Indonesia dan dunia tak lama lagi akan menyambut kedatangan bulan yang penuh berkah, bulan Ramadhan.

Sebenarnya apa sih keutamaan bulan Ramadhan dibandingkan bulan – bulan yang lain, hingga selalu dinanti umat Muslim?

1. Al Qur’an Diturunkan Pada Bulan Ramadhan

Ramadhan adalah bulan diturunkannya permulaan Al Quran sebagai petunjuk manusia. Keterangan ini dijelaskan dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 185, yang berbunyi sebagai berikut: “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran, yang bertujuan sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dengan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara mereka yang menyaksikan (berada) di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa) maka wajib menggantinya sebanyak hari yang ditinggalkan itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu sekalian bersyukur. (QS Al Baqarah: 185).

2. Pintu Langit Dibuka, Pintu–Pintu Neraka Ditutup

Diceritakan dalam hadist Rasulullah SAW, dari Abu Hurairah riwayat Imam Bukhori tentang keutamaan bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Sebagaimana keterangan dalam kitab Shahih Bukhari juz 3 halaman 32, yang berbunyi sebagai berikut : “Apabila datang bulan Ramadhan maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan yang jahat dibelenggu.” (HR. Bukhari). Syaikh ‘Utsaimin rahimahullah menjelasakan ”Pintu-pintu surga dibuka pada bulan ini oleh karena banyaknya amal saleh yang dikerjakan, dan sekaligus untuk memotivasi umat islam agar melakukan kebaikan. Pintu-pintu neraka ditutup karena sedikitnya maksiat yang dilakukan oleh orang-orang yang beriman. Setan-setan diikat dan dibelenggu, tidak dibiarkan lepas seperti di bulan-bulan selain Ramadhan.” [Majaalisu Syahri Ramadhan, Syaikh ‘Utsaimin]

3. Bulan Penuh Berkah dan Pengampunan

Diceritakan dari Abu Hurairah dalam kitab Shahih Bukhari juz 1 halaman 283 tentang keutamaan bulan Ramadhan, yang berbunyi sebagai berikut: “Bahwa Nabi Muhammad bersabda, barang siapa yang menunaikan sholat di malam lailatul qadar dengan keimanan dan mengharap ridha Allah, maka Akan diampuni dosa-dosa yang terdahulu. Dan barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap ridha Allah, maka diampuni dosa-dosa yang terdahulu”. (HR. Bukhari).

4. Pahalanya Dilipatgandakan

Rasulullah shallallah alaihi wa sallam bersabda : “Pahala umrah pada bulan Ramadhan menyamai pahala ibadah haji “ (HR. Bukhari dan Muslim ), Dalam riwayat Muslim disebutkan,“……..menyamai pahala ibadah haji bersamaku “ Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Abu Bakr bin Abi Maryam mengatakan bahwa banyak guru-gurunya yang berkata, ‘Apabila telah tiba bulan Ramadhan maka perbanyaklah berinfaq, karena infaq di bulan Ramadhan dilipatgandakan bagaikan infaq di jalan Allah, dan tasbih di bulan Ramadhan lebih utama daripada tasbih di bulan yang lain”.

5. Ada Malam yang Lebih Baik dari 1000 Bulan

Seperti yang menjadi pengetahuan umum, bahwa di Bulan Ramadhan, ada malam yang lebih baik dari 1000 bulan, yaitu malam Lailatul Qadar. Dalam Al Qur’an menyebutkan malam ini dalam surat Al Qadr ayat 1-5 yang artinya : “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadr: 1-5).

6. Bulan Penuh Rahmat dan Mustajabnya Doa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.” (HR. al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah. Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (10/149) mengatakan bahwa perowinya tsiqoh (terpercaya) dan Jaami’ul Ahadis, 9/224).

7. Mengajarkan Sabar dan Meningkatkan Ketakwaan

Puasa, khususnya di Bulan Ramadhan, mengajarkan bagaimana sabar dalam menahan makan, minum, dan hawa nafsu. Kesabaran itulah yang menuntun pada peningkatan ketakwaan dan penghambaan diri kepada Allah dan membebaskan hati dari penyakit-penyakit hati yang bisa menurunkan ketakwaan. Hal itu sesuai dengan kalam Allah dalam surat Al Baqarah ayat 183: “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS. al Baqarah: 183).

Sumber:

Keutamaan di Bulan Ramadhan https://bit.ly/2LC50qC https://bit.ly/2sIE7dT https://bit.ly/2McJ1YE https://bit.ly/2l0jRQE https://bit.ly/1ZafWwF https://bit.ly/2MaDqlD

Komentar

Fresh