Dolar Naik Terus Nih! | OPINI.id

Pagi diangka Rp. 14.027 sedangkan siang ini sudah mencapai angka Rp 14.100. Itulah dolar yang semakin menguatkan diri dan membuat rupiah jadi keok!

Dolar Naik Kita Masih Aman, Kata Siapa?

Kalau kata Bank Indonesia kita itu gak usah khawatir, Soalnya menurut Deputi kenaikan dolar cuma sementara karena kebijakan AS yang menaikkan suku bunga. Bahkan dirinya membandingkan dengan negara lain yang juga mengalami dampak pelemahan mata uang seperti di Filipina, India,Brasil,Turki,Swedia, Norwegia, dan Australia. Padahal sudah jelas kenaikan dolar sangat berpengaruh, terutama pada beberapa bidang. Jika hal tersebut naik, maka akan berdampak langsung sama kehidupan masyarakat.

Dampak Kenaikan Dolar di Indonesia

Dari sektor industri pangan, akan mengalami kepailitan. Soalnya, hampir 80 persen komponen pembuatan pakan ternak itu disuplai dari luar negeri. Sudirman selaku Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Makanan Ternakmerinci, 80% komponen impor untuk untuk membuat pakam ternak diantaranya yaitu bukil kedelai yang didatangkan dari Argentina dan Brasil, tepung tulang dan daging yang didatangkan langsung dari Newzeland, Australia dan Amerika. Minyak jagung dari Amerika dan vitamin yang didatangkan langsung dari China dan Australia. Sedangkan dari segi barang-barang elektronik menurut Perencana keuangan dari ZAP Finance Prita Ghozie, itu sudah pasti akan ikutan meroket. Keperkasaan dolar juga akan membuat masyarakat tercekik. Apalagi jika mereka suka berbelanja barang-barang impor. Mulai dari pakaian, sampai buah-buahan.

Mampukah Sri Mulyani Menjaga Kestabilan Perekonomian Negara?

Kita boleh diam jika memang benar, tapi ada kalanya kita juga wajib bicara jika memang dolar selalu naik. Deputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara mengatakan kenaikan suku bunga tersebut akan ditentukan dalam rapat dewan gubernur (RDG) Mei ini. Dia menyebut sebelum mengambil keputusan untuk menaikkan suku bunga, Bank Indonesia akan melihat data-data perekonomian terlebih dahulu, seperti inflasi, kinerja ekspor dan impor, pergerakan arus modal di dunia. Tapi apakah itu bisa jadi solusi? Sedangkan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mendapatkan Penghargaan Menteri Terbaik di Dunia ( Best Minister in the World Award) di World Government Summit ini. Akan mengkaji ulang dampak dari nilai tukar tesebut. Mantan Dirut Pelaksana Bank Dunia ini berjanji akan menjaga defisit anggaran tetap di level 2,91%. kondisi dolar yang menguat tentu mempengaruhi anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik. Dia mengaku, saat ini sedang menghitung ulang bersama Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri BUMN Rini Soemarno. "Kita dalam tahap membuat laporan semester pertama APBN, itu yang sedang kami fokuskan, dan itu yang akan kami laporkan baik kepada kabinet, presiden, dan kita bahas dengan dewan. Dari situ kita akan lihat pelaksanaan APBN 2018 dengan adanya perubahan-perubahan itu," jelas Sri Mulyani.

Kira-kira pemerintah bisa mengendalikan dolar gak nih, biar gak naik terus?
Bisa
Nggak bisa
521 votes

Komentar

Fresh