Uniknya, Hewan Hasil Kawin Silang | OPINI.id

Fenomena hewan hibrida (Hybrid) memang menarik. Pasalnya, hewan ini memiliki perpaduan antara persilangan dua hewan yang berbeda, namun masih dalam satu gen atau satu familia. Hasilnya adalah fisik dan sifat hewan hasil gabungan dari keduanya yang unik. Namun beberapa hewan hybrid justru memiliki keunggulan dibanding bentuk aslinya.

1. Liger

Liger singkatan dari lion dan tiger, satwa ini adalah hasil dari perkawinan silang antara singa jantan (Panthera leo) dan harimau betina (Panthera tigris). Induk dan pejantan satwa liger ini berasal dari spesies berbeda tetapi mereka masih 1 gen yaitu Panthera. Saat ini, Liger bisa ditemukan di Jungle Island, sebuah taman hewan di Miami, USA, yang diberi nama Hercules. Hercules adalah Liger besar, dengan berat mencapai lebih dari 410Kg. Hewan hybrid ini memegang rekor di Guinness World menjadi kucing terbesar di dunia. Dia sangat sehat dan diharapkan untuk dapat hidup lebih lama dan bahagia.

2. Tigon atau Tiglon

Tigon atau Tiglon adalah singkatan dari Tiger dan Lion, satwa ini adalah hasil dari kawin silang antara Harimau jantan (Panthera tigris) dan Singa betina (Panthera (leo)). Bobot tubuh tigon lebih kecil apabila dibanding dengan liger. Bobot badan seekor tigon hanya mencapai 180-200 kg saja. Meski memiliki ukuran tak sebesar liger namun tetap memiliki karakteristik kedua induknya. Surai pada tiglon/tigon jantan tidak seperti surai pada singa jantan, lebih pendek atau cenderung tak terlihat, justru lebih dekat ke dalam tipe harimau jantan. Tigon yang pernah populer di dunia ialah Maude. Semasa hidupnya, tigon betina ini tinggal di Manchester’s Belle Vue Zoo, Inggris. Ia hidup bersama kakaknya, Kliou dan dilahirkan pada tahun 1932. Tigon betina ini kini diawetkan dan berada di Museum Manchester, Inggris.

3. Leopon

Leopon adalah hewan hasil kawin silang antara macan tutul jantan (Panthera pardus) dan singa betina (Panthera Leo). Satwa ini telah kembangbiakan di India, Jepang, Jerman dan Italia. Kondisi fisik Leopon serupa dengan kedua induknya, yaitu memiliki bintik-bintik coklat dan ekor berumbai, dengan surai lebih kecil dari singa, dan menjadi pendaki yang sangat baik seperti macan tutul. Program kawin silang leopon paling terkenal terjadi di Koshien Hanshin Park di Nishinomiya City, Jepang, di tempat ini dibesarkan dua leopons pada tahun 1959 dan tiga lagi pada tahun 1962.

4. Wholphin

Satu hal yang mendobrak perkawinan silang antar species adalah Wholphin yaitu hewan hasil perkawinan antara lumba-lumba betina (Tursiops truncatus) dan paus pembunuh jantan (Pseudorca crassidens) yang merupakan kawin silang selain lintas species namun juga lintas genus walau masih dalam satu famili. Wholphin adalah singkatan dari whale (paus) and dolphin (lumba-lumba). Hibrida wholphin pertama lahir pada tahun 1985 di Taman Laut Sea Life, Hawaii, yang diberi nama Kekaimalu. Keikamalu ini ternyata mewarisi sifat dari kedua induknya yang berbeda genus, misalnya bapaknya (lumba-lumba) mempunyai gigi sebanyak 44; dan ibunya memiliki 88; sedangkan Kekaimalu giginya sebanyak 66. Warna kulitnya pun campuran dari warna kulit ibunya yang abu-abu dan bapaknya yang hitam.

5. Kucing Savannah

Savannah adalah salah satu ras kucing hibrida yang merupakan hasil persilangan dari kucing liar Serval dari Afrika dengan kucing domestik ras Siamese, Bengal, dan Egyptian Mau. Kucing ini memiliki kaki yang panjang, bahu tegap, leher ramping, kaki panjang, mata seperti bumerang, dan bentuk hidung menyerupai cheetah namun sangat jinak. Savannah telah dinobatkan oleh Guinness World Records sebagai ras kucing terpanjang di dunia, dengan panjang 17,1 inci atau sekitar 44 cm. Hal yang paling menonjol dari ras ini adalah kemampuan melompatnya, yang bisa mencapai 2,5 meter. Di pasaran harga kucing ini termasuk hewan dengan harga super mahal sekitar 20 hingga 692 juta Rupiah.

6. Coywolf

Coywolf adalah perpaduan antara Coyote/anjing hutan (Canis latrans) dan Wolf/serigala (Canis lupus). Perkawinan silang yang menghasilkan coywolf terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia. Sehingga akan banyak ditemui sekelompok coywolf di alam bebas. Coywolf memiliki karakter yang merupakan perpaduan induknya. Senang berburu dan agresif terhadap mangsanya, seperti serigala. Tapi, takut untuk mendekati pemukiman penduduk seperti coyote. Coywolf tampaknya lebih berani dan lebih cerdas ketimbang anjing hutan biasa.

7. Africanized Bee

Africanized Bee (Africanized honey bees (AHBs)) atau lebah pembunuh adalah jenis lebah hibrida yang dihasilkan dari perkawinan silang antara lebah Afrika, Apis mellifera scutellata dengan berbagai jenis lebah madu Eropa seperti A. m. ligustica dan A. m. iberiensis. Lebah madu Afrikanisasi adalah jenis lebah penghasil madu yang paling produktif di antara jenis lebah madu lain. Namun lebah ini memiliki kepribadian yang sangat galak, brutal dan ganas, bahkan lebah ini mampu membunuh pria dewasa. Africanized bee menyerang dengan cara berkelompok, jadi efek dari sengatanya bisa sangat mematikan, walaupun sebenarnya racun yang dimilikinya tidak sebanyak lebah madu pada umumnya.

Bersambung yaa ke Bagian 2 Uniknya, Hewan Hasil Kawin Silang

8. Groral Bear

Grolar Bear atau Beruang Grolar adalah kombinasi dari beruang grizzly (Ursus arctos) dan beruang kutub (Ursus maritimus). Beberapa ahli memperkirakan, meski telah dikawinkan beruang kutub tidak akan mampu hidup di daerah yang panas sebagaimana halnya beruang berbulu coklat. Namun faktanya, hasil kawin silang ini dapat hidup dan beradaptasi dengan baik di daerah yang panas. Penemuan ini juga jadi penemuan bernilai untuk beberapa ilmuwan sains.

9. Cama

Cama adalah hibrida antara unta arab (Camelus dromedarius) jantan dan llama (Lama glama) betina yang dihasilkan melalui inseminasi buatan di Pusat Reproduksi Unta di Dubai. Cama pertama lahir pada 14 Januari 1998. Hewan ini dikembangkan dengan tujuan menghasilkan keturunan yang memiliki kekuatan unta dan memiliki temperamen yang lebih mudah seperti lama.

10. Dzo

Dzo atau Yakow adalah hewan yang didapat dari perkawinan silang antara Yak (Bos grunniens) dengan jenis sapi domestik di Tibet. Ukuran tubuh Dzo jauh lebih besar daripada sapi atau yak, dan dianggap jauh lebih produktif dalam produksi susu maupun produksi dagingnya. Hewan-hewan ini dibesarkan di Tibet dan Mongolia sebagai hewan pekerja, karena mereka jauh lebih kuat daripada leluhur induk mereka.

11. Mangalitsa

Mangalitsa merupakan babi berbulu seperti biri-biri, atau dalam bahasa Hungaria dikenal dengan istilah Mangalica. Mangalitsa bukanlah spesies yang benar-benar baru. Ia dikembangkan di abad 19, sekitar tahun 1830, dari persilangan antara babi jenis Bakonyi dan Szalontai asal Hungaria dengan babi Sumadia asal Serbia. Jika biasanya babi tidak memiliki bulu, babi Mangalitsa ini memiliki bulu tebal seperti biri-biri. Sebagian Mangalitsa berbulu coklat kehitam-hitaman, namun ada pula oranye dan berbulu putih. Kondisi berbulu seperti inilah yang sering mengindikasikan mangalitsa seperti biri-biri.

12. Zorse

12. Jaglion

Jaglion adalah hasil keturunan dari kawin silang antara jaguar (Panthera onca) jantan dengan singa (Panthera leo) betina. Dari hasil persilangan tersebut jaglion tampil dengan warna dasar coklat muda kehitaman dengan corak totol yang jadi ciri khas dari jaguar. Bahkan beberapa diantaranya terlahir dengan bulu yang lebih gelap dengan tubuh yang terlihat sangat kekar dan berotot. Jahzara dan Tsunami adalah dua ekor Jaglion yang lahir di Ontario, Canada's Bear Creek Wildlife Sanctuary. Kedua jaglion ini hasil kawin silang yang terjadi secara alami, semua itu bisa terjadi lantaran induk (jaguar jantan dan singa betina) dari kedua jaglion ini adalah hewan yang sejak bayi di besarkan secara bersamaan di penangkaran.

13. Zorse

Zorse (dari kata “zebra” dan “horse”) adalah hasil persilangan zebra (Equus quagga) jantan dan kuda (Equus caballus) betina. Dibanding kedua orang tuanya, ukuran badan zorse lebih kecil. Walau begitu, ukuran kakinya hampir sama panjang dengan induknya. Zorse termasuk hewan yang kuat dan sehat. Ia bisa hidup sampai 30 tahun. Bentuk badannya, lebih mirip kuda daripada zebra. Namun, belang zebranya biasanya masih tampak di bagian kaki, leher atau sebagian badannya.

14. Zonkey

Zonkey, lahir dari hasil kawin silang antara zebra jantan dan keledai betina. Sekilas wajahnya seperti keledai. Bentuk telinganya juga seperti telingan keledai. Namun, dibeberapa badannya ada belang-belang khas zebra. Seperti di telinga dan kakinya. Zonkey juga punya surai dan ekor seperti kuda. Sifat zonkey seperti zebra. Persilangan antar zebra dan keledai ini sebenarnya sangat jarang terjadi.

15. Zony

Zony lahir dari seekor induk kuda poni dan zebra jantan. Lucu sekali badannya kecil seperti kuda poni, tetapi ada belang-belang zebra di badannya. Anak-anak biasanya sangat suka naik zony, karena badannya imut dan motifnya unik. Ketiga hewan hasil persilangan ini (Zonkey, Zorse dan Zony) disebut juga jenis Zebroids.

16. Hinny

Hinny merupakan hasil perkawinan antara kuda jantan dan keledai betina. Secara fisik memiliki tubuh yang kecil, sehingga tidak bisa menjadi hewan pengangkut seperti induknya. Binatang ini biasanya hanya sebagai peliharaan saja.

17. Baghal

Baghal merupakan keturunan kuda betina dan keledai jantan. Namun hewan yang satu ini sangat berbeda dengan hinny. Baghal mempunyai tubuh yang besar, wajah mirip keledai dengan kepala yang pendek, telinga dan rambut yang panjang. Kakinya yang kuat dapat membuatnya menjadi hewan pengangkut, namun larinya tidak secepat kuda.

18. Toast of Botswana

Hewan ini merupakan hasil perkawinan silang alami antara kambing betina dan domba jantan. Secara fisik memiliki mantel berbulu kasar dan kaki panjang seperti kambing. Hewan ini berkembang biak secara alami tanpa bantuan manusia. Toast of Botswana pertama kali di temukan pada tahun 2.000 di Botswana.

19. Pheasant

Pheasant merupakan burung yang sangat indah. Burung ini hasil perkawinan antara burung pegar emas jantan dan ayam hutan amherst betina. Warna-warna bulu dari kedua orang tuanya terwariskan dengan indah pada burung yang satu ini.

20. Beefalo

Beefalo adalah binatang ternak yang dikembangkan di AS pada awal 1970-an yang menyilangkan antara bison buffalo Amerika dengan sapi ternak. Sementara itu, satu-satunya ternak eksperimental ‘Beefalo’ di negara bagian Queensland, Australia, adalah hasil kawin silang antara sapi lokal Australia dengan bison asal Amerika Serikat. Penampilan beefalo beragam, tapi umumnya memiliki tubuh besar, berotot, dan bisa bertahan hidup di cuaca ekstrem. Berat badannya bisa mencapai 400 kilogram pada usia 2,5 tahun.

Sumber:

https://science.idntimes.com/experiment/ http://www.tribunnews.com/internasional https://www.hipwee.com/ https://www.famous.id https://www.gadis.co.id/Ngobrol https://m.liputan6.com/global

Komentar (5)

Fresh