Derita Dalam Muspus Tanah Air Mata | OPINI.id

Puisi Tanah Air Mata merupakan sebuah karya dari Sutardji Calzoum Bachri(76). Seorang sastrawan Indonesia, yang karya-karyanya telah dipublikasikan di Amerika, Australia, dan Belanda. Puisi ini di aransemen menjadi sebuah musikalisasi puisi (muspus) oleh Reza Pasha(21) yang merupakan seorang arranger dari tim muspus La Nina dan Teater Orok.

Alasan

Alasan Reza untuk mengarasemen puisi ini karena ingin menyampaikan emosi dan makna yang terkandung di dalam puisi ini pada audiens-nya. “Alasan saya memilih puisi ini karena saya ingin menyampaikan dan membagikan emosi dan makna yang saya dapatkan di dalamnya pada audiens saya.”Jelasnya

Makna dan Emosi

Makna dan emosi yang ingin disampaikan oleh Reza dalam muspus ini adalah bagaimana suasana dalam sebuah tanah air (negara) yang tidak sejahtera. “Makna yang saya dapat dari puisi ini, yaitu penderitaan dalam sebuah tanah air(negara) yang tidak sejahtera dengan tingginya perbedaan status sosial antara kaum elit dengan kaum termajinalkan. Hal ini akan membuat orang-orang di dalamnya merasakan penderitaan, kesedihan, dan amarah. Makna dan emosi itulah yang ingin saya sampaikan pada audiens saya”. Tambahnya.

Penggambaran Situasi dan Emosi

Dalam penyampaian makna dan emosi dari muspus ini, Reza melakukannya dengan penggambaran situasi dan emosi dari tiap baitnya. Mulai dari bait pertama dan kedua yang menggambarkan kesedihan dan kelemahan yang dirasakan oleh kaum termajinalkan dengan memainkan nada minor serta dipadukan dengan gema suara dari para penyanyi dengan tempo yang lambat. Sedangkan di bait ketiga, keempat dan kelima menggambarkan kemarahan terhadap kaum elit dengan tempo musik yang cepat, ditambah dengan teriakan dan nada tinggi dari para penyanyi. Pada bait terakhir para penyanyi berteriak “Kalian sudah terkepung” sambil menunjuk-nunjuk audiens, untuk membangkitkan rasa ketakutan serta agar audiens merasa bahwa diri mereka sedang dalam bahaya, sama seperti apa yang dirasakan oleh kaum elit. Lalu muspus ini diakhiri dengan petikan gitar dengan nada F major yang menggambarkan kesedihan seperti pada bait pertama.

Mengapa Ini Dilakukan?

Penggambaran situasi dan emosi pada setiap bait muspus ini dilakukan oleh Reza bukan tanpa alasan. Hal ini dilakukan agar para audiens merasakan bagaimana perasaan orang-orang yang hidup dalam sebuah negara yang tidak sejahtera. Mulai dari perasaan sedih dan lemah karena penderitaan yang dirasakan oleh para kaum yang termajinalkan, perasaan marah karena para kaum elit yang seakan menutup mata dan telinganya terhadap kehadiran dan tangisan mereka. Serta, ketakutan yang dirasakan oleh kaum elit karena terkepung oleh kesedihan dan kemarahan dari kaum yang termajinalkan.

Komentar

Fresh