6 Nasihat Keuangan Ini Belum Tentu Benar | OPINI.id

Perkara keuangan biasanya jadi hal yang menakutkan buat kamu kan. Apalagi, dalam membuat dan menghitung perencanaan jangka panjang. Nah, untuk mengurangi kekhawatiran dan mempermudah hidupmu, berbagai cara pasti kamu lakukan untuk mencari solusinya, misalnya dengan meminta saran dari orang tua, teman yang berpengalaman hingga, saran dari sejumlah expert bidang finansial. Sayangnya, beberapa nasihat malah kurang benar dan justru menyesatkan. Apa saja itu?

1. Simpanlah 10% dari Gajimu untuk Hari Tuamu

Michael Egan, seorang perencana dan mitra keuangan Egan, Berger & Weiner, LLC, mengatakan jika kamu perlu menyisihkan gajimu untuk dana pensiun minimal 15% atau idealnya malah 20%. Menurutnya, Jaminan Sosial yang disediakan oleh pemerintah bisa jadi akan berkurang, sehingga kita perlu menyelamat diri dengan menabung bahkan berinvestasi semuda mungkin. Selain itu 10% bisa jadi sangat kurang dan minim untuk beberapa orang untuk menutup tujuan investasi yang banyak dan lebih tinggi dari inflasi.

2. Cegah Penggunaan Kartu Kredit

Bukan mencegah atau menghindari, tapi menggunakan kartu kredit dengan bertanggung jawab. Dave Ramsey, seorang pakar keuangan mengatakan bahwa akar masalah dari penggunaan kartu kredit adalah karena pembayaran yang tidak tepat waktu. Padahal, ada beragam manfaat yang bisa kamu nikmati misalnya, reward, penawaran asuransi, dan lain sebagainya.

3. Rajin Menabung Agar Semakin Kaya

Sejak kecil orang tua sering mengatakan pepatah “Menabung Pangkal Kaya”. Meskipun itu memang benar, sayangnya menabung saja tidak cukup untuk membuat uangmu berkembang karena bunga yang dihasilkan cukup kecil. Oleh karena itu, kamu perlu mengimbanginya dengan investasi, reksadana misalnya.

4. Uang adalah Sumber Masalah

Uang sering dikaitkan dengan hal negatif misalnya kejahatan hingga kebangkrutan. Mitos ini menjadi salah satu yang mengakibatkan kita sulit untuk kaya karena banyak rasa takut sebelum mencoba. Padahal, kita hanya perlu tahu dan paham situasi keuangan yang kita hadapi dan mencari solusi melalui orang atau badan terpercaya untuk membantu kita.

5. Utamakan Pendidikan Anak

Pendidikan anak memang penting, tapi di usia 30-an pastikan kamu bisa pensiun dengan layak sebelum mengalokasikan danamu untuk pendidikan anak. kamu harus mengamankan dana pensiunmu. Karena jika kamu memiliki dana pensiun yang siap maka kamu pun bisa memenuhi kebutuhan tambahan termasuk pendidikan. Lagipula, tidak perlu khawatir, karena beasiswa bisa menjadi solusimu dalam masalah pendidikan anak.

6. Pensiunlah Sedini Mungkin

Lebih baik, pensiun di saat kamu sudah baik secara finansial dan emosional. Larry Rosenthal seorang perencana keuangan mengatakan bahwa beberapa orang memutuskan pensiun dini karena ingin keluar dari tekanan bekerja. Sementara itu, jika kamu belum siap, kamu malah menghadapi tekanan akibat perubahan pola hidup yang cukup signifikan karena belum terbiasa untuk menikmati waktu pensiun dan kehabisan uang hidup. Daripada memikirkan pensiun dini, lebih baik menentukan rencana jangka panjang kamu dan memikirkan cara untuk mencapai tujuan tersebut. Perlu kamu tahu bahwa ada satu nasihat keuangan yang tidak mungkin salah yaitu investasi. Sepenting apa investasi untuk hidupmu? Sangat penting karena itu bisa membantumu di situasi genting saat orang terdekat tak mampu menolongmu. Kapan sih harus mulai berinvestasi? Sekarang! Apalagi kamu masih muda dan berpeluang untuk menghasilkan banyak uang untuk simpanan di masa tua. Contohnya, kini kamu bisa berinvestasi online juga, seperti di IPOTPAY untuk kamu yang early to invest. Tanpa takut terjadi penurunan karena di investasikan di deposito dan obligasI yang kurang dari satu tahun, produk dalam apliaksi IPOTPAY adalah produk reksadana pasar uang yang tidak volatile seperti saham dan obligasi di atas 1 tahun. Di IPOTPAY ada banyak pilihan reksadana, salah satunya Mandiri Investa Pasar Uang. Mandiri Investa Pasar Uang memberikan potensi keuntungan maksimal.

Komentar

Fresh