5 Agama Populer yang Jarang Kita Dengar | OPINI.id

Sebagian dari kita mungkin hanya mengenal agama-agama yang diakui di Indonesia saja, tapi ada banyak sekali agama yang jarang kita dengar dan dianut baik di Indonesia maupun negara lain. Setiap agama memiliki ajaran dan tradisinya masing-masing, ada yang mirip dengan agama yang kita anut, ada juga yang unik dan sangat berbeda. Berikut 5 agama populer yang jarang kita dengar....

1. Taoisme

Agama ini berkembang dari tradisi dan kepercayaan Tiongkok beratus-ratus tahun sebelum masehi. Secara formal, Taoisme dikembangkan oleh Laozi pada abad ke 6 sebelum masehi. Kitab utama Taoisme adalah I Ching dan Tao Te Ching. Taoisme merupakan agama politeisme yang percaya dengan adanya dewa-dewa atau beberapa sosok suci pengatur alam semesta. Sosok tertinggi dalam Taoisme adalah Sanqing atau "3 Dewa Murni", yaitu: Yuanshi Tianzun (Penguasa Masa Awal), Lingbao Tianzun (Penguasa Harta Spiritual), dan Daode Tianzun (Penguasa Kebajikan yang Universal) . Selain ketiga sosok tertinggi tersebut, terdapat juga sosok-sosok suci atau dewa lainnya yang mengatur setiap elemen dan aspek kehidupan di alam semesta seperti laut, bumi, api, air, keadilan, jodoh, dan hal-hal lainnya. Setiap kuil Tao memiliki penghormatan khusus ke salah satu dewa. Tao memiliki arti sebagai "Jalan". Kalau kamu suka nonton Star Wars, konsep "The Force" diadopsi dari konsep Tao bahwa semua aspek kehidupan ditentukan oleh Tao, tapi Tao itu sendiri bukanlah sesosok Tuhan atau Dewa melainkan seperti sebuah energi atau kekuatan tidak berbentuk. Ajaran Taoisme yang sering kita kenal juga adalah konsep Yin Yang (Negatif-Positif). Konsep ini menjelaskan keseimbangan adalah hal yang mutlak. Tidak ada kehidupan jika tidak ada kematian, tidak ada laki-laki jika tidak ada perempuan, dan banyak hal yang saling berkaitan. Penganut Taoisme mayoritas berada di Tiongkok, Singapura, Taiwan dan Malaysia. Tanpa disadari sebenarnya agama ini cukup banyak dianut di kalangan masyarakat Tionghoa Indonesia, tapi sebagian besar masuk dalam golongan Tri Dharma (Sinkretisme ajaran Buddha, Konghucu & Taoisme).

2. Sikhisme

Sikhisme ditemukan oleh Guru Nanak pada abad ke 15-16 di Punjab, India yang merupakan agama monoteisme. Sebutan Tuhan dalam Sikhisme adalah Ek Onkar. Kitab suci mereka adalah Guru Granth Sahib. Sikhisme menekankan hidup berkesetaraan tanpa ada golongan lebih tinggi maupun rendah. Mereka percaya bahwa seluruh manusia itu setara dan memiliki akses langsung kepada Ek Onkar, karena Ek Onkar ada di dalam semua manusia. Agama ini dianut lebih dari 20 juta orang yang mayoritasnya berada di India. Tempat ibadah mereka disebut sebagai Gurudwara. Penganut Sikhisme juga cukup populer di lingkungan keturunan Punjabi atau India di Indonesia. Terdapat beberapa Gurudwara di Indonesia, dan yang paling populer terletak di Pasar Baru, Jakarta Pusat.

3. Zoroastrianisme

Salah satu agama tertua di dunia ini sudah eksis ribuan tahun sebelum masehi dan dikembangkan oleh Zarathustra pada abad ke 6 sebelum masehi di wilayah Persia. Zoroastrianisme merupakan agama monoteisme tertua di dunia. Sebutan Tuhan agama ini adalah Ahura Mazda. Kitab suci mereka disebut Avesta dan tempat ibadah mereka adalah kuil api atau agyari. Agama ini menekankan ajaran etika dalam berpikir, berbicara dan bertindak secara baik. Konsep dualisme juga dikenal dalam Zoroastrianisme yang dibagi menjadi 2 bagian, yaitu dilihat dari aspek kosmik dan moral. Secara kosmik merupakan pertarungan antara Ahura Mazda dengan Angrya Mainyu di alam semesta, yaitu baik dengan jahat, penciptaan dengan kehancuran, siang dan malam, kehidupan dan kematian, serta hal-hal lain yang saling berkaitan. Secara moralitas, konsep dualisme agama ini menekankan hubungan antara perbuatan baik dengan jahat. Penganut Zoroastrianisme di dunia hanya tersisa 100.000-200.000 orang saja yang mayoritas berada di Iran dan India.

4. Baha'i

Agama populer yang berusia paling muda ini ditemukan oleh Bahá'u'lláh pada abad ke 19 di Iran. Baha'i merupakan agama monotesime dan percaya bahwa semua agama selain Baha'i juga mengajarkan kebeneran. Menurut Bahá'u'lláh, Tuhan tidak dapat dideskripsikan oleh akal manusia dan sesungguhnya semua agama mencari entitas Ketuhanan yang sama. Kitab agama Baha'i adalah Aqdas, dan tempat ibadah mereka disebut Mašriqu-l-'Aḏkār. Baha'i meyakini bahwa umat manusia hanya memiliki satu ras dan satu bangsa, dan semuanya sama rata. Perbedaan yang ada merupakan keindahan yang harus hidup dalam sebuah persatuan. Baha'i menekankan nilai-nilai kebhinekaan (Unity in Diversity). Penganut Baha'i tersebar di hampir semua negara dengan jumlah 7-8 juta orang.

5. Jainisme

Jainisme diyakini oleh pengikutnya sudah ada sejak lama sekali, terdapat 24 Tirthankara atau figur tertinggi dalam agama ini pada masa keberlangsungan alam semesta sekarang. Namun menurut cacatan sejarah, yang dapat diterima sebagai figur historis mulai dari Tirthankara ke 23, yaitu Parshvanatha pada abad ke 8 sebelum masehi. Kumpulan kitab suci mereka disebut sebagai "agama (bukan agama keyakinan)", dan tempat ibadah mereka adalah basadi. Figur utama dalam agama ini adalah Tirthankara ke 24, yaitu Mahavira yang hidup pada abad ke 5-6 sebelum masehi. Jainisme merupakan agama non-theistik, yaitu tidak setuju bahwa dunia diciptakan dan diatur oleh Tuhan atau suatu figur. Agama ini meyakini adanya konsep karma dan kelahiran kembali. Yang membedakan dengan agama Dharmik India lainnya adalah konsep Jiva (Jiwa). Jainisme percaya bahwa semua makhluk hidup termasuk tumbuhan memiliki jiwa atau nyawa. Jainisme menekankan nilai non-kekerasan atau ahimsa. Para pengikutnya bervegetarian bahkan pada masa puasa mereka menggunakan penutup mulut untuk mencegah masuknya serangga ke mulut mereka. Pengikut Jainisme memiliki tujuan untuk terbebas dari kelahiran kembali dalam lingkaran samsara (siklus kehidupan dan kematian), yaitu dengan mencapai moksa, mirip dengan konsep moksa dalam Hinduisme dan nirvana dalam Buddhisme. Berdasarkan literatur Jainisme dan Buddhisme dipercaya bahwa Mahavira hidup dan menyebarkan ajarannya bersamaan dengan masa Buddha Gautama. Perwujudan Tirthankara dan Buddha juga cukup mirip dalam arca maupun lukisan, seringkali sebagian orang tertukar dalam mengenal figur-figur tersebut.

Apa yang kamu ketahui tentang kelima agama tersebut?
Sudah tahu semuanya
Sudah tahu beberapa
Baru tahu ada agama-agama itu
5022 votes

Komentar (2)

Fresh