Astronot Wanita dari Indonesia | OPINI.id

Anak muda zaman sekarang mungkin banyak yang gak tau kalau dulu kita pernah punya astronot. Uniknya lagi, astronot kebanggaan kita waktu itu adalah seorang wanita.

Namanya adalah Pratiwi Sudarmono. Wanita tangguh asal Bandung yang kini berusia 65 tahun ini pernah dipilih NASA untuk ikut dalam perjalanan ke luar angkasa.

Pertama dan Satu-satunya

Di tahun 80-an, wanita Indonesia mungkin hanya terkenal di dunia karena kecantikannya. Pratiwi berhasil buktiin kalau wanita Indonesia itu gak cuma cantik tapi juga pintar. NASA, lembaga astronomi internasional asal Amerika, memilihnya sebagai kru dalam ekspedisi Palapa-B-3 dengan menaiki Space Shuttle STS 61-H sebagai Payload Specialist. Pratiwi gak cuma jadi astronot wanita pertama asal Indonesia tapi juga bakal jadi wanita Asia pertama di luar angkasa. Beliau didampingi astronot pria yang juga dari Indonesia, Taufik Akbar. Mereka terpilih setelah berhasil lolos seleksi ketat dan menerima pelatihan dari NASA. Sayang, ekspedisi yang ditunggu-tunggu justru dibatalkan karena kecelakaan fatal yang menimpa Challenger. Pesawat Challenger yang terlebih dulu diluncurkan ini meledak sesaat setelah peluncuran sehingga menewaskan semua kru yang menaikinya. Insiden yang menghebohkan dunia ini bikin NASA membatalkan ekspedisi-ekspedisi selanjutnya, termasuk ekspedisi yang bakal dijalani Pratiwi. Walau gak jadi berangkat ke luar angkasa, Pratiwi tetap boleh berbangga karena ia akan selalu dikenang sebagai astronot wanita pertama dari Indonesia.

Dedikasi di Bidang Sains

Gak cuma di bidang astronomi, Pratiwi juga merupakan ilmuwan sejati yang mendedikasikan hidupnya untuk sains. Beliau bahkan mendapat gelar Ph.D. di bidang Biologi Molekuler dari Universitas Osaka di Jepang. Di Indonesia, Pratiwi menjabat sebagai kepala Departemen Mikrobiologi dan Fakultas Kesehatan di Universitas Indonesia (UI) dari tahun 1994 hingga 2000. Universitas paling terkenal se-Indonesia itu pun menobatkannya sebagai guru besar.

Semangat Belum Padam

Walau sudah pensiun, Pratiwi masih aktif melakukan penelitian untuk penyakit tifus dan TBC. Beliau sadar kalau belum ada obat yang benar-benar manjur untuk menyembuhkan 2 penyakit tersebut. Pratiwi juga sering diundang ke luar negeri untuk berbagi pengalamannya sebagai astronot. Selain itu, beliau juga aktif mendukung wanita-wanita Indonesia dengan menjabat sebagai pemimpin organisasi kemasyarakatan Himpunan Wanita Karya (HWK).

Wanita zaman now bisa sehebat bu Pratiwi gak?
Bisa
Gak bisa, kebanyakan jadi 4L4Y
312 votes

Komentar (2)

Fresh