Mengatasi Emosi Berkendara di Jalan | OPINI.id

Baik dan buruknya Tingkah laku berkendara dapat ditentukan oleh banyak faktor. Saat suasana batin sedang senang, berkendara serasa hiburan. Akan tetapi hiburan tersebut dapat sekejap berubah menjadi neraka ketika terjebak macet, disalip pengendara lain, disenggol, ditabrak, dan banyak hal. Emosi menjadi sangat labil ketika kita berkendara. Lalu bagaimana meredamnya?

Mengalah

Jangan meladeni pengendara lain dan lingkungan yang memancing emosimu seperti disalip, disenggol dan terjebak macet. Cukup berkendara sewajarnya saja dan mengalah apabila ada konflik. Lebih baik rugi materi daripada rugi fisik dan batin.

Jangan Terburu-buru

Berkendaralah sewajarnya, tidak ada alasan untuk kita berkendara dengan tergesa-gesa. Apabila kamu takut untuk terlambat, ubahlah pola pikir kamu dan tetap tenang. Apakah kamu ingin menyelakai dirimu sendiri? jangan sampai menyesal! Keselamatan adalah nomor satu.

Fokus

Kamu harus sadar ketika kamu berkendara! Seringkali pengendara berpikir hal-hal lain ketika mereka berkendara, sehingga kehilangan fokus dan terbawa oleh mood. Untuk mengatasinya kamu dapat kembali alihkan pikiran ke napas dalam beberapa detik, dan coba kembali konsentrasi dalam berkendara.

Selalu Pikirkan Konsekuensi

Ketika kamu menghadapi konflik berkendara dan kebut-kebutan, selalu pikirkan konsekuensi yang akan diakibatkan. Jangan sampai kamu dibutakan oleh rasa kesal sesaat tanpa memikirkan konsekuensi yang akan diterima.

Jangan Memaksakan Diri

Ketika kamu sedang marah, galau, sedih, lelah dan sakit. Jangan memaksakan dirimu untuk berkendara! Apabila kamu harus berkendara karena kewajiban, boleh menepi terlebih dahulu ketika rasa sakit, lelah atau emosi sedang memuncak. Setelah menepi kamu dapat menenangkan diri, minum air putih dan makan makanan ringan untuk meningkatkan energi dan konsentrasi.

Apakah artikel ini bermanfaat?
Iya
Tidak
165 votes

Komentar

Fresh