5 Film Politik Wajib Ditonton | OPINI.id

Film-film hollywood ini menceritakan kisah politik dari beragam sudut pandang. Film ini penuh kontroversi, bahkan ada yang bisa dibilang whistleblowing ....

All The President’s Men (1976)

Film ini diangkat dari buku non-fiksi dengan judul sama yang ditulis oleh dua jurnalis Carl Bernstein dan Bob Woodward. Bernstein dan Woodward adalah dua jurnalis investigasi yang bekerja untuk surat kabar The Washington Post. Kisah awal selama tujuh bulan investigasi skandal watergate yang membuat Presiden Nixon mengundurkan diri dirangkum dalam 2 jam 18 menit film. Film ini bisa muncul karena kejelian Robert Redford dan Sutradara Alan J. Pakula. Awalnya Redford membeli buku Bernstein dan Woodward senilai 450.000 USD kemudian menyewa penulis naskah kawakan William Goldman untuk membuat naskah filmnya. Warners setuju untuk mendanai film ini setelah menjadi naskah. Supaya menjiwai dan bisa mengarahkan film dengan tepat, Pakula me-rework sendiri screenplay dan mewawancarai serta mencatat setiap jawaban para editor dan reporter. Bernstein diperankan Dustin Hoffman dan Woodward oleh Robert Redford. Dengan anggaran 1,5juta USD, film ini meraih pendapatan 70,6juta USD. Total empat kategori Academy Award dimenanginya, Best Art Director, Best Adapted Screenplay, Best Sound, dan Best Supporting Actor. Quotes seru yang bisa ditiru adalah ketika Bob Woodward kesal “Listen I'm tired of your chicken shit games! I don't want hints, I need to know what you know.”

Dr. Strangelove (1964)

Film bergenre political satire yang berplot di jaman perang dingin, di era pertempuran dua blok komunis dan demokrasi, jaman dimana dipenuhi ketakutan terhadap perang nuklir. Sutradara Stanley Kubrick berhasil membuat perumpamaan jika tombol nuklir dikuasakan terhadap orang yang salah dan setidaknya bisa bikin penonton ketawa dan geleng-geleng. Film ini dibuat berawal dari ide samar sang Sutradara, Kubrick cuma ingin buat film yang menceritakan tentang ketakutan terhadap perang nuklir dan bagaimana cara survive dari perang itu pada awalnya. Seiring pembuatan ide, Kubrick disodori novel Red Alert karya Peter George. Kubrick terkesan dan langsung membeli hak pembuatan film dari Novel itu. Film ini berhasil menarik perhatian audience yang kesal dengan perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Dengan anggaran 1,8juta USD diperoleh pendapatan 9,4juta USD.

Mr. Smith Goes To Washington (1939)

Siapa Mr. Smith? Mr. Smith diperankan oleh aktor James Stewart, dia adalah seorang politisi yang masih hijau yang tergerak untuk memerangi sistem politik yang korup. Serius? Gak! Film ini ber-genre komedi-drama. Kesan politik yang serius atau bahkan satire tidak muncul di film ini. Frank Capra berhasil mengkreasikan film politik bergenre drama-komedi, namun tampak ngehe bagi beberapa politisi. Film diawali dengan teriakan reporter di telepon yang mengabarkan matinya seorang senator. Senator senior menghubungi gubernur Hopper buat menindaklanjuti penggantian sementara senator yang mati. Hopper mengumpulkan pembuat kebijakan dan seorang media tycoon Taylor. Taylor seorang media tycoon yang ‘mengontrol’ negara bagian, Taylor punya proyek untuk membuat sebuah dam (bendungan) yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Beragam peraturan sudah dan akan dibuat untuk mendukung pembuatan dam tidak berguna itu. Oleh karena itu Taylor butuh senator yang ‘diam’ dan tidak mempermasalahkan dam itu. Atas saran anak-anaknya yang masih kecil, Hopper menunjuk Mr. Smith seorang Boy Rangers (semacam Pramuka). Smith sebenarnya seorang idealis yang selalu mencuplik kata-kata Lincoln dan Jefferson, konflik dimulai ketika Smith dipermalukan di acara temu-media dalam rangka perkenalan dirinya. Lagi-lagi, film ini diangkat dari sebuah karya tulisan berjudul “The Gentleman from Montana” karya Lewis R. Foster, karya ini tidak pernah dipublikasikan. Film ini sempat heboh karena dicap memposisikan Amerika Serikat sebagai negara korup dan tidak nasionalis oleh Washington Press dan DPR-nya Amerika. Para pejabat negara dan senator diundang pada pemutaran premiere-nya, Frank Capra bilang ada beberapa dari mereka yang ‘walk-out’ ketika menonton premiere. Film ini berhasil memprovokasi para cecurut parlemen buat angkat bicara, komentar-komentar pedas diterima Capra. Namun beberapa kritikus memuji film ini, malahan beberapa bilang jika film ini jadi semacam ‘whistleblower’. Film berhasil meraup pendapatan 9juta USD dengan anggaran 1,5juta USD. Selain itu, film ini dinominasikan sebanyak 10 nominasi Academy Award, dan mendapatkan penghargaan di kategori Best Writing, Original Story.

Citizen Kane (1941)

Filmsite.org amat menyanjung film ini. Situs ini menyebutkan film ini adalah salah satu film dengan rating tinggi di dunia. Di dalamnya ada banyak scene-scene dan performa yang tidak terlupakan, penuh dengan teknik-teknik naratif dan inovasi eksperimen. Citizen Kane tidak sukses secara komersial, karena karakter Kane sendiri di dalamnya. Karakter Kane dianggap serupa dengan William Randolph Hearst. William Randolph Hearst adalah seorang pebisnis, politisi, dan publisher koran asal Amerika pada saat itu. Dia berhasil membangun newspaper chain dan perusahaan media Hearst Communication. Medianya bisa dikategorikan ‘yellow journalism’, yellow journalism adalah istilah hasil karya jurnalisme (berita/kabar) yang lebih mengedepankan berita sensasional melalui tulisan provokatif/eye-catching di headlinenya buat meningkatkan penjualan. Kalau jaman sekarang ‘click bait’, click bait dibikin buat orang click artikel/news supaya generate traffic lebih banyak. Walaupun karakter Kane ada kemiripian dengan Hearst, sebenarnya film ini menceritakan media mogul yang banyak sedang naik daun pada saat itu. Sebut saja (selain Hearst) ada Henry Luce-Time Magazine, Harold McCormick-Chicago Newspaper, dll. Media mogul pada jaman itu digambarkan sebagai sosok yang powerfull, flamboyan, berpengaruh, dan bergelimang uang. Sebelum premiere di New York, orang-orang yang berperan di film ini menghadapi banyak kritik, intimidasi, blackmail, propaganda negatif di koran-koran, diskreditasi, bahkan investigasi FBI! Media-media milik Hearst memboikot pemberitaan film ini dan bahkan Hearst sendiri mengajak terang-terangan kepada publik untuk mem-boikot film ini. Hasilnya film ini merugi karena beragam penundaan penayangan dan intimidasi. Walaupun begitu, Citizen Kane dinominasikan dalam 9 kategori Academy Awards dan menang di kategori Best Writing (Original Screenplay). Film ini di-release ulang tahun 1991, dan menghasilkan 1,6juta USD. Mayan lah buat re-release film.

The Manchurian Candidate (1962)

Ini film serius, bergenre suspense thriller. Suspense thriller adalah istilah genre film yang memiliki plot cerita yang tidak lazim atau diluar prediksi. Di dalamnya ada banyak penundaan-penundaan ekspektasi penonton, emang sengaja sama sutradaranya :D Film ini bercerita tentang mantan tahanan yang dicuci otaknya menjadi pembunuh tanpa sadar yang bekerja bagi konspirasi komunis internasional. Hadeeeh… yoi film ini mengambil untung keadaan pada masa itu …”Perang Dingin”. Jagoannya Frank Sinatra seorang Amerika dengan musuh Cina dan Uni Soviet :D . Tahanan ini pada intinya disetir oleh dua negara itu untuk menjatuhkan pemerintahan Amerika Serikat. Tidak usah mengerenyitkan dahi atau ketawa terbahak-bahak, pada jamannya ini film sangat seru. Uniknya, pada tahun 2004 muncul film dengan judul yang sama ‘The Manchurian Candidate”, pemeran utamanya gak tanggung-tanggung Denzel Washington dan Meryl Streep. Secara gamblang film ini dibikin berdasarkan novel tahun 1951 The Manchurian Candidate dan film 1962 tersebut di atas. Terus sama dong? … pada dasarnya film ini menceritakan hal yang sama yaitu manipulative act atau brainwashed. Cuma jangan berharap ada Cina dan Uni Soviet, sebab di 2004 Uni Soviet bisa dibilang hancur-lebur dan Cina malah mempromosikan liberated trade. Terus komunis sekarang ada dimana?... ada di para pemikir biner…(maaf). Kembali ke lappptop! Film The Manchurian Candidate (1962) berhasil meraih pendapatan 7,7juta USD. Film ini dinominasikan dalam dua kategori yaitu di kategori Best Supporting Actress dan Best Film Editing.

Menurut lu, Film Politik sama gak dengan Film Perjuangan?
Sama
Beda
981 votes

Di Indonesia, ada gak sih Film ber-genre politik?
Ada
Tidak Ada
753 votes

Komentar (3)

Fresh