Unik, Pria Ini Buat Jamban dari Sisa Abu | OPINI.id

Tahukah kamu bahwa kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) masih terjadi di berbagai wilayah di Indonesia? Salah satunya masih terjadi di Papua. Hal ini terjadi karena tidak tersedianya wc dan jamban di rumah-rumah warga. Melihat kondisi tersebut seorang pria asal Desa Manda, Wamena, Papua bernama Yali Inggibal mencoba mencari solusi. Dirinya berhasil menemukan pembuatan jamban dengan cara yang tidak biasa, yakni terbuat dari abu sisa pembakaran.

Anak Desa Meninggal karena Diare

Kebiasaan BABS warga desa di sekitar Honai (rumah adat Papua) membuat berbagai penyakit hadir di Desa Manda tempat Yali bermukim. Tak heran tingkat kematian anak sangat tinggi di desa tersebut. Hingga tepat saat Wahana Visi Indonesia (WVI) sedang menyadarkan warga akan bahaya melakukan BABS, Yali menemukan cara termurah untuk menciptakan jamban secara massal.

Jamban Murah

Membuat jamban di Papua membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Menurut pengakuan Yali, satu sak semen di sana bahkan bisa mencapai harga Rp800 ribu. Penghasilan masyarakat yang tidak seberapa menyulitkan mereka untuk membangun jamban. Dengan menuangkan air panas ke abu sisa pembakaran, Yali menemukan bahwa abu tersebut bisa dijadikan sebagai pengganti semen. Abu yang telah mengeras kemudian dibentuknya menjadi serupa jamban.

Mendapatkan Penghargaan

Kerja keras Yali berbuah manis. Setidaknya hingga Juni 2017 Yali dan masyarakat Desa Manda dan Desa Air Garam telah mencetak lebih dari 243 jamban di desa tersebut. Masyarakat sudah mengerti akan pentingnya kebersihan dan angka kematian anak semakin menurun di desa tersebut. Selain itu, Yali kerap mendapatkan penghargaan Health Hero In the 1000 Life of The First Day of 2015 dan BRAND’S Health Award 2017 sebagai apreasiasi atas kerja kerasnya. Baca kisah Yali Inggibal selengkapnya di : https://wahanavisi.org/id/fromfield

Komentar

Fresh