Intip-Intip Ujian Kelulusan Tetangga | OPINI.id

Pas banget nih, minggu ini pelajar SMA/Sederajat sedang berjuang menghadapi UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer), dan selang 2 minggu setelahnya untuk SMP/Sederajat. Ternyata bukan Indonesia saja lho yang punya ujian kelulusan yang bisa membuat para siswa takut. Di negara-negara tetangga di bawah ini, ada ujian kelulusan setipe dengan UN yang juga seringkali membuat siswanya gelisah. Di mana saja? Yuk, simak ulasannya!

Tahukah kamu sejak tahun 2015, Ujian Nasional tidak lagi menjadi penentu kelulusan siswa?
Hah apa? Serius?
Tahu kok
994 votes

Malaysia

Di Malaysia, ada dua tipe ujian kelulusan, Ujian Pencapaian Sekolah Rendah (UPSR) untuk murid tingkat primary school dan Sijil Pelajaran Malaysia (SPM) untuk murid tingkat secondary school. Ujian pada tingkatan primary school diperuntukkan bagi siswa tahun keenam, sama dengan di Indonesia. Bedanya, tidak ada SMP dan SMA di Malaysia, melainkan secondary school dengan masa belajar sebanyak lima tahun. Meskipun begitu, tetap akan ada dua ujian. Di akhir tingkat ketiga, akan ada ujian bernama Pentaksiran Tingkatan 3 (PT3). Hasil PT3 tidak menentukan kelulusan, melainkan hanya membagi siswa ke beberapa pengutamaan. SPM diperuntukkan bagi siswa tahun kelima pada secondary school. Ujian kelulusan ini berdasar kepada General Certificate of Education ‘O’ Level dari Inggris. SPM biasanya memakan waktu lebih dari tiga minggu, lho! Tapi, siswa di sana tidak terus-menerus ujian setiap hari, kok, karena setiap hari diujikan pelajaran yang berbeda. Peserta ujian hanya perlu mengikuti ujian berdasarkan pelajaran yang mereka pilih masing-masing. Hebatnya, ujian kelulusan ini menggunakan pengawasan dan penilaian yang ketat sekali sehingga minim kecurangan. Patut dicontoh, nih!

Singapura

Di Singapura, terdapat dua tipe ujian kelulusan, Primary School Leaving Examination (PSLE) untuk murid tingkat primary school dan “O” Level Test untuk murid tingkat secondary school, serupa dengan sistem ujian kelulusan di Malaysia. Sama dengan di Indonesia juga, ujian kelulusan tingkat primary school diberikan kepada siswa pada tahun keenamnya. Hasil PSLE nantinya dipergunakan untuk melanjutkan ke tingkat secondary school. Sama dengan Malaysia juga, tidak ada SMP atau SMA di Singapura, melainkan secondary school. Tapi, ujian kelulusan di tingkat secondary school di Singapura cukup berbeda nih, guys. Bersamaan dengan memasuki secondary school, para siswa juga terbagi menjadi kelas Express dengan masa studi empat tahun dan kelas Normal dengan masa studi lima tahun. Di tahun keempat kelas Express, akan diberikan “O” Level Test. Sementara, di tahun keempat kelas Normal, akan diberikan “N” Level Test. “N” Level Test bukan ujian kelulusan, karena nantinya di tahun selanjutnya siswa kelas Normal harus mengikuti “O” Level Test lagi. Tapi, jika berprestasi, siswa dari kelas Normal juga bisa langsung mengikuti “O” Level Test tanpa mengambil “N” Level Test terlebih dahulu, kok. Dalam “O” Level Test, terdapat tujuh pelajaran yang diujikan, terdiri dari lima pelajaran pokok dan dua pelajaran pilihan. Meskipun disebut ujian kelulusan, tapi hasil ujian ini tidak menentukan kelulusan, lho. Kok begitu? Semuanya memang lulus, tapi bisa saja ada siswa yang mendapatkan nilai merah di ijazahnya. Kalau siswa tersebut tidak mau ada nilai merah, mereka bisa mengulang satu tahun di kelas yang sama. Pssst, ujian-ujian di Singapura ini berpengaruh banget lho untuk masa depan siswanya. Anak-anak di Singapura berlomba-lomba untuk diterima di sekolah bagus, mengingat semua pejabat tinggi di sana harus merupakan lulusan universitas yang bagus pula.

Thailand

Kalau di negara yang satu ini, ujian kelulusannya cukup sederhana, nih. Kurang lebih serupa dengan sistem kelulusan di Indonesia. Di Thailand, pendidikan formal biasanya memiliki masa studi sedikitnya dua belas tahun. Enam tahun pertama adalah waktu mendapatkan pendidikan dasar. Mirip dengan Indonesia, tingkat secondary di Thailand memiliki masa studi enam tahun yang terbagi menjadi dua—lower-secondary (SMP) dan upper-secondary (SMA). Ujian kelulusan di Thailand disebut juga dengan National Education Test (NET). NET ini kemudian terbagi menjadi empat; Ordinary National Education Test (O-NET) sebagai tes dasar pendidikan bagi siswa kelas tiga, enam, sembilan, dan dua belas; Non-Formal National Education Test (N-NET) sebagai tes bagi siswa yang bersekolah di lembaga non-formal; General Aptitude Test (GAT) dan Professional and Academic Aptitude Test (PAT) untuk tingkat selanjutnya. Di ujian kelulusan Thailand, diujikan delapan pelajaran yang dikelola oleh Bureu of Education Testing Office, berbeda dengan ujian biasa (bukan ujian kelulusan) yang dikelola oleh Office of Academic Affair. Gimana, bukan cuma kamu yang tinggal di Indonesia, kan, yang harus berjuang habis-habisan untuk ujian kelulusan? Penulis: Evita https://video.quipper.com/id/blog/un/informasi-un/seperti-apa-sih-ujian-kelulusan-di-negara-tetangga/

Komentar (1)

Fresh