Putus Cinta Dapat Sebabkan Skizofrenia | OPINI.id

Tidak dipungkiri bahwa setiap manusia baik pria maupun wanita pasti pernah mengalami yang namanya putus cinta. Ada beberapa orang yang menanggapinya dengan santai, tapi tidak sedikit pula yang menanggapi putus cinta dengan serius. Tahukah kamu, putus cinta bisa mengakibat skizofrenia loh... Penasaran?

Pemahaman mengenai skizofrenia di masyarakat masih minim. Orang-orang skizofrenia masih disamakan dengan orang kesurupan, orang indigo, dan orang gila

Apa itu Skizofrenia?

Menurut seorang dosen program studi Psikologi Universitas Udayana, secara medis, Skizofrenia merupakan penyakit fisik. Penyakit ini terjadi akibat disorganisasi dalam otak yang menyebabkan neurotransmiter tidak bekerja dengan baik sehingga domain (zat dalam otak) menjadi tinggi. Hal ini menyebabkan informasi yang diterima otak tidak sesuai dengan kenyataan.

Siapa "sasarannya"?

Para remaja hingga orang dewasa 35 tahun sangat rentan terkena skizofrenia. Hal ini disebabkan karena pada usia ini mereka sedang dalam masa pencarian jati diri dan gejolak cinta sering terjadi, termasuk putus cinta. Mereka bisa saja tidak terlalu menanggapi putus cinta, namun tidak sedikit juga yang menjadi depresi karenanya. Depresi dapat menyebabkan kepribadian, perilaku, dan emosi seseorang dapat berubah yang berimbas pada munculnya skizofrenia.

Apasih Skizofrenia itu?

Menurut seorang dosen program studi Psikologi Universitas Udayana, secara medis, Skizofrenia merupakan penyakit fisik. Penyakit ini terjadi akibat disorganisasi dalam otak yang menyebabkan neurotransmiter tidak bekerja dengan baik sehingga domain (zat dalam otak) menjadi tinggi. Hal inilah menyebabkan informasi yang diterima otak tidak sesuai dengan kenyataan.

Siapa aja "sasarannya"?

Skizofrenia bisa terjadi pada siapa saja. Sebelum remaja, kerentanan belum terlalu kuat. Kerentanan dimulai dari usia remaja hingga orang dewasa yang berusia 35 tahun. Setelah 35 tahun kerentanan mulai berkurang. Hal ini disebabkan karena pada usia remaja hingga 35 tahun, seseorang sedang dalam masa pencarian jati diri dan gejolak cinta sering terjadi, termasuk putus cinta. Mereka bisa saja tidak terlalu menanggapi putus cinta, namun tidak sedikit juga yang menjadi depresi karenanya. Depresi dalam jangka waktu tertentu dapat menyebabkan kepribadian, perilaku, dan emosi seseorang dapat berubah yang berimbas pada munculnya skizofrenia.

Tanda-tandanya

Seseorang penderita skizofrenia secara fisik sulit dibedakan dengan orang normal. Namun, kita bisa melihat tanda-tanda penderita skizofrenia dari perilakunya setelah putus cinta. Apabila setelah putus cinta, temanmu atau bahkan kamu tidak terlalu memperhatikan penampilan fisik seperti jarang mandi, jarang membersihkan kamar tidur, atau mungkin sering mengalami "flight of idea" (berbicara tidak teratur), maka sebaiknya berkonsultasilah dan periksakan ke pakar skizofrenia. Hal ini bertujuan mempermudah pemulihan keadaan apabila benar terkena skizofrenia.

Cara Pengobatan untuk MEMULIHKAN

Skizofrenia merupakan penyakit fisik sehingga dapat dipulihkan dengan obat kimiawi . Penderita skizofrenia dapat mengonsumsi obat kimiawi antisikotik. Antisikotik ini dapat menurunkan dopamin sehingga dopamin menjadi stabil dibarengi dengan hilangnya gejala positif yaitu halusinasi. Namun, biasanya pemulihan ini masih menyisahkan gejala negatif seperti kecemasan, anti sosial, serta perubahan kepribadian dan perilaku. Maka dari itu, perlu dibarengi dengan konseling dan perawatan non obat. Perawatan non obat diantaranya terapi berbicara, bekerja, dan belajar. Melalui inilah seseorang bisa pulih dan menjalani kehidupan dengan normal kembali.

Komentar (1)

Fresh