Mendengar nama ular kobra, kebanyakan orang langsung ngeri duluan. Apalagi kalau melihat penampilan si ular yang bisa berdiri dan mengembangkan lehernya. Padahal, tidak semua ular yang bisa berdiri dan mengembangkan lehernya itu adalah ular kobra, bisa jadi itu kobra KW..hehehe, atau mungkin juga itu ular king kobra. Apa aja perbedaannya?

Kobra dan King Kobra itu Berbeda

Ular kobra dan king kobra merupakan spesies ular yang berbeda dari dua genus yang berbeda pula. Ular kobra merupakan spesies ular yang berasal dari genus Naja. Kobra sendiri memiliki varian/jenis yang sangat banyak, contohnya: Naja sputatrix dan Naja naja. Sedangkan ular king kobra merupakan ular yang berasal dari genus Ophiophagus. Nama latin dari king kobra adalah Ophiophagus hannah, king kobra merupakan satu-satunya spesies ular dari genus ini.

1. Sisik

Sisik kobra lebih rapat dan kecil kecil. Antar sisiknya sangat berdempet rapat tidak ada celah. Sementara sisik pada king kobra, antara sisiknya seperti ada celah yang besar. Sisik king kobra besar dan memiliki ciri yang lebih khas.

2. Saat Berdiri

Dalam kondisi berdiri, ular kobra akan membuka/mengembangkan lehernya, leher kobra akan membentuk lekukan seperti sendok, atau hanya dibagian atas saja lehernya mengembang. Dengan kata lain tudungnya pendek, tidak sampai bawah. Sedangkan saat leher king kobra mengembang maka lekukannya lebih panjang kebawah. Tidak berbentuk sendok lagi. Saat berdiri, tudung ular king kobra; bentangan leher kanan kirinya panjang sampai kebawah.

3. Ukuran Tubuh

Ukuran tubuh kobra lebih kecil dan pendek dibandingkan King Kobra. Biasanya memiliki panjang 1,7-2,5 meter. King kobra lebih besar dan panjang. Panjangnya bisa mencapai 5,5 - 6 meter dengan diameter 10 cm, menjadikannya sebagai ular berbisa terpanjang di dunia. Bobot ular King Kobra dewasa bisa mencapai 20 kg dan bisa hidup hingga 20 tahun. Jika di bandingkan dalam usia yang sama, ular kobra bisa sekitar 1/3 kali lebih pendek dari king kobra.

4. Gerakan dan Karakter

Ular Kobra bergerak lincah namun terukur. Selama ada ruang untuk menghindar dan sembunyi, dia akan menjauhi musuhnya. Tak mau berhadapan langsung dengan musuhnya jika tak terpaksa dan kepepet atau disakiti. Jika kaget dia akan waspada dan berdiri, mencoba mengusir musuh dengan semprotan bisa/racun (venom) dan mengeluarkan suara berdesis. Sementara King Kobra, tak kenal rasa takut, sangat lincah dan gerakannya sulit ditebak. Sangat tidak suka disentuh ekor nya. Agresif dan langsung menyerang dengan gigitan. Menakuti musuh menggunakan keahlian menaikkan kepalanya dengan mulut terbuka. Tapi King Kobra TIDAK bisa menyemburkan bisa/racun (venom) ke arah musuhnya.

Persamaan

Meski memiliki perbedaan, namun kedua ular ini, baik kobra (Naja naja sputatrix) maupun king kobra (Ophiophagus hannah) sama-sama termasuk ular yang berbisa tinggi. Jenis racun yang dikeluarkan kedua jenis ular ini adalah haemotoxin dan neurotoxin dalam satu paket gigitan. Mampu membunuh manusia dalam waktu 10–15 menit saja, jika tidak segera ditangani dengan tepat. Sedangkan semburan bisa (venom) ular kobra (Naja naja sputatrix) dengan target yang akurat mampu membutakan mata korbannya. Semburannya mampu menjangkau jarak lebih dari 2 meter.

Sumber:

https://sains.kompas.com Yayasan SIOUX Ular Indonesia http://nationalgeographic.co.id/ https://log.viva.co.id/blog/ https://www.adventurose.com/2015/05/cara-mudah-membedakan-kobra-dan-king.html https://www.amazine.co/ http://infohewan.com/category/reptil/

Komentar (10)

Top Konten