Dicari: Cawapres Masa Depan! | OPINI.id

Tahun politik sudah tiba. Untuk calon presiden, namanya itu-itu aja. Presiden Jokowi pasti bakal maju lagi. Musuhnya besar kemungkinan 'musuh bebuyutan', Prabowo Subianto. Tapi yang sulit dicari sekarang siapa calon wakil presidennya?

Berguru pada Cak Imin

Sikap terjang politik Cak Imin, atau Muhaimin Iskandar, jelas, tegas. Dia cuma mau jadi orang nomor dua di Indonesia. Jadi cawapres adalah impiannya di 2019. Sampai-sampai rela 'iklan' di bilboard, supaya publik tahu kalau Cak Imin tahu diri. Persaingan capres akan kecil sekali, tapi kalau cawapres bisa dikalkulasi. Cak Imin yang sekarang jadi Wakil Ketua MPR, juga siap ikut gerbong manapun, yang mengusung capres manapun. Bahasa retorikanya adalah, selama punya visi dan misi sejalan, berpasangan dengan siapapun "aku manut wae".

Gatot Nurmantyo Potensial

Nama mantan panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo masuk radar. Gak cuma jadi cawapres, tapi berpotensi juga menjadi capres. Pernyataan dia juga seolah siap menerima 'mandat' jadi calon pemimpin bangsa. Toh, dia juga sudah resmi pensiun. Jadi punya hak memilih dan dipilih dalam pemilu. Cocokan jadi capres atau cawapres, hayo?

Mahfud MD Malu-Malu Mau

Kalau urusan hukum, nama Mahfud MD paling terdepan. Mantan Ketua MK itu kerap diminta pendapatnya jika ada perselisihan hukum atau politik di level nasional. Argumentasinya banyak didengar oleh seluruh pihak, baik yang pro pemerintah atau kontra pemerintah. Jadilah Prof. hukum itu tampil jadi bakal calon wakil presiden di 2019. Dan, digadang-gadang bakal bersanding dengan Jokowi, yang kembali ikut pilpres tahun depan. Duet dengan Jokowi dianggap paket yang lengkap. Kehadiran Mahfud jadi penyeimbang sisi hukum di Indonesia.

Anies Bisa Juga

Anies Baswedan, bisa saja jadi capres di pilpres 2019. Jika iya, langkah politik Anies akan mengikuti Joko Widodo. Tapi Anies sempat statement sih, akan tetap menjadi Gubernur DKI Jakarta sampai akhir periode 2022. Menyelesaikan mandat yang diberikan warga Jakarta. Tapi, politik itu sangat dinamis. Akan banyak alasan di balik sikap politik seseorang.

Komentar

Fresh