Politik Dinasti Skala Nasional | OPINI.id

Tahun 2014, Ketua KPK Abraham Samad pernah mengatakan, dinasti politik yang terjadi di sejumlah daerah akan melahirkan kejahatan keluarga. Itu di Daerah, gimana kalau terjadi di skala Nasional? Capres atau Cawapres? Dua anak Presiden ini curi perhatian, karena samar-samar telah ungkap keinginan jadi capres dan cawapres nanti di 2019.

A H Y

Siapa yang tak kenal AHY, bak sang Bapak namanya pun dikenal dengan akronim. Agus Harimurti Yudhoyono kepanjangannya, putra sulung Presiden RI dua periode, SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). AHY mulai dikenal ketika ikut kontestasi pemilihan Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Sylviana Murni. Menantang pasangan Anis-Sandi dan Ahok-Djarot, AHY-Sylviana jeblok. Padahal demi kontestasi ini, AHY pensiun muda dari dinas kemiliterannya. Walaupun AHY belum secara gamblang mengutarakan keinginannya untuk menjadi Capres atau Cawapres di 2019 nanti, catat apa yang dia bilang di liputan6.com “Saya sudah berkeliling ke berbagai penjuru Nusantara. Tugas saya hanya mempersiapkan diri, turun langsung ke masyarakat, tidak hanya mengurus internal partai.” (http://news.liputan6.com/read/3382557/ahy-siap-diusung-jadi-capres-atau-cawapres-di-2019).

Tommy Suharto

Anak Presiden lainnya adalah Tommy Suharto. Dia adalah anak bungsu Presiden RI Suharto, Presiden Indonesia terlama. Wikipedia bilang “He has long had a reputation for being a playboy and gained notoriety for commissioning the murder of a judge who convicted him of corruption” (https://en.wikipedia.org/wiki/Tommy_Suharto). Buat yang lahir setelah tahun 1999, silakan googling tentang serunya tingkah polah Tommy Suharto. Jangan bandingkan antara AHY dengan Tommy Suharto dalam masalah pendidikan. Tommy tidak banyak mengenyam pendidikan resmi, ilmu bisnis yang diperolehnya didapat dari kroni-kroni Bapaknya dahulu. Lagipula pendidikan sudah tidak ada pengaruhnya ketika sudah dikelilingi uang bergelimpangan dan tutor-tutor kampiun. Saat ini Tommy Suharto menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina dan Ketua Majelis Tinggi Partai di Partai Berkarya yang baru saja lolos dari verifikasi KPU. Tidak sungkan-sungkan Partai ini tidak masalah jika dicap mewarisi pandangan politik Rezim Orde Baru. Buka Situsnya di http://www.berkarya.id/ kamu akan temukan wejangan Bapak Pembangunan “Rasa Syukur yang paling tepat adalah dengan jalan mempertahankan kemurnian cita-cita kemerdekaan dan bekerja keras membangun bangsa ini sebagai pengisi kemerdekaan” ..Amiin.

Mending Golput

Lucunya, tim Opini.id bikin polling 'mimpi' di Twitter. Jika kedua anak Presiden (Tommy dan AHY) jadi nyapres, kamu pilih yang mana? Walhasil jika hanya ada dua orang ini yang nyapres maka Indonesia akan seperti Nigeria, Golput jadi mayoritas. Dari 255 pemilih, 75 persennya memilih golput, hanya ada 5 persen pilih Tommy dan sisanya AHY. Selain mereka berdua, masih ada anak-anak Presiden yang kerap mencuri perhatian seperti Titiek Soeharto yang sekarang jadi Wakil Ketua MPR, Anak Jokowi yaitu Gibran dan Kaesang yang sibuk mengembangkan bisnis, atau anak Gus Dur yaitu Yenny Wahid yang jadi aktivis politik, tapi nampaknya cuma dua anak Presiden ini yang mengarah ke kontestasi Capres atau Cawapres sementara ini. Tommy dan AHY harus buktikan kualitasnya di panggung Politik dan juga keberpihakan kepada rakyat, karena politik bukan coba-coba. Itu sih kata Opini... :D

Komentar

Fresh