Penyakit Mematikan #JamanNow | OPINI.id

Penyakit-penyakit ini adalah penyakit yang mudah menular. Penyakit ini dianggap sebagai penyakit yang memberikan ancaman terhadap kesehatan publik internasional dan belum ada penanggulangan yang memadai menurut WHO. HIV-AIDS bukan lagi penyakit mematikan #JamanNow.

Crimean-Congo Haemorrhagic Fever (CCHF)

CCHF adalah penyakit yang cepat menular. Gejala yang muncul adalah demam, sakit otot, sakit kepala, muntah, diare dan pendarahan di kulit. Gejala ini akan muncul dua minggu setelah terkena penyakit. Gejalanya sangat mirip dengan penyakit demam berdarah. Penderita yang selamat biasanya mengalami kerusakan hati. Penyebab CCHF adalah virus yang disebarkan oleh gigitan kutu atau menular dari hewan ternak mamalia. Biasanya dialami oleh orang-orang yang bekerja atau hidup di pemotongan hewan atau peternakan. Resiko kematian CCHF adalah 40% dan terdeteksi pertama kali di Rusia tahun 1940.

Penyakit Ebola and Marburg

Dua penyakit ini mempunyai keterkaitan karena gejala yang muncul dan sumber penyakitnya. Gejala yang muncul adalah demam tinggi dan pendarahan, serta kegagalan fungsi organ tubuh. Kedua virus dari penyakit ini berasal dari Afrika. Virus Ebola dan Marburg hidup di dalam tubuh hewan. Manusia bisa terkena virus ini jika ada kontak dengan hewan yang sudah terinfeksi. Virus bisa menyebar antar manusia melalui kontak cairan tubuh atau jarum suntik yang terkontaminasi. Tak ada Obat apapun sampai saat ini yang bisa menyembuhkan kedua penyakit ini, namun para ilmuwan sepertinya tinggal selangkah lagi menemukan obatnya. mayoclini.org

Demam Lassa

Demam Lassa muncul pertama kali di Afrika tahun 1969 di Kota Lassa, Nigeria. Gejala awal yang muncul layaknya seperti gejala flu biasa seperti demam, lemas, pusing kepala, muntah, dan sakit otot. Resiko kematian dari demam ini kecil yaitu 1 persen, biasanya kematian terjadi sangat cepat yaitu sekitar dua minggu setelah gejala muncul. Tidak ada satu jenis vaksin pun untuk demam ini. Satu-satunya penanganan adalah pemberian obat-obatan demam dan isolasi. Demam ini secara mudah ditularkan dari feses atau urin tikus. Memelihara hewan musuh alami tikus adalah salah satu cara mencegah penyebaran penyakit ini. www.who.int

Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV) and Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)

Mers pertama kali merebak di Saudi Arabia pada tahun 2012. Coronavirus adalah jenis virus yang paling bertanggung jawab merebaknya penyakit ini. Tahap paling parah dari Mers adalah SARS. Sekitar 35% penderita dilaporkan meninggal. Virus Mers ini tidak mudah menyebar antar manusia, namun akan mudah menyebar jika terjadi kontak amat dekat antar manusia. Penelitian mengenai sumber virus ini masih belum jelas hasilnya, namun ditengarai virus ini berasal dari hewan kelelawar dan unta yang banyak di timur tengah terutama Arab Saudi. Sekitar 80% kasus Mers ini muncul di Arab Saudi.

Nipah dan henipaviral diseases

Virus Nipah menjadi penyebab dari penyakit ini, penyakit ini merebak pertama kali di Malaysia dan Singapura diantara peternak babi dan orang-orang yang sering kontak dengan binatang babi pada tahun 1999. Penderita akan mengalami demam, sakit kepala, disorientasi, dan kebingungan selama 3 - 14 hari. Menurut pada data tahun 2001-2012, penyakit ini memiliki tingkat kematian tinggi yaitu 74.5%.

Rift Valley fever (RVF)

Rift Valley fever (RVF) adalah penyakit yang disebabkan virus yang biasa terjadi pada binatang terutama mamalia namun bisa juga menginfeksi manusia. Virus ini dibawa oleh nyamuk dan lalat penyedot darah. Sampai saat ini tidak ditemukan penularan dari manusia. Manusia terinfeksi biasanya karena gigitan nyamuk atau melalui alat tercemar menyentuh bagian luka. Vaksin untuk hewan sudah tersedia, namun tidak ada untuk manusia. Tingkat kematian pada manusia sangat kecil hanya 1 persen, namun 50 persen manusia yang terinfeksi akan mengalami kebutaan.

Zika

Zika menular melalui gigitan nyamuk (Ae. aegypti dan Ae. albopictus). Zika sangat berbahaya karena virus ini bisa menginfeksi janin selama kehamilan Ibu. Gejalanya adalah demam, sakit kepala, sakit persendian, mata memerah, sakit otot dan ruam kulit. Ibu hamil sangat rentan terhadap virus ini karena akan mempengaruhi janin. Janin akan mengalami kelainan yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Bayi akan mempunyai otak lebih kecil dari normal bayi lainnya dan dipastikan bayi juga akan mengalami kelainan pada matanya sehingga harus menggunakan kacamata sedari dini. Belum ada vaksin untuk Zika, pencegahannya adalah sama dengan mencegah penyakit demam berdarah yaitu menutup tempat-tempat kemungkinan nyamuk untuk bertelur.

Disease X

"UnKnown" https://edition.cnn.com/2018/03/12/health/disease-x-blueprint-who/index.html sumber : www.telegraph.co.uk, WHO dan sumber lainnya.

Komentar (1)

Fresh