Jalan Kaki 6 Jam untuk Akses Pendidikan | OPINI.id

Wilayah Indonesia yang luas membuat beberapa daerah di Indonesia tidak mendapatkan perhatian yang menyeluruh dari pemerintah pusat. Salah satunya menyebabkan tidak tersedianya sarana dan prasarana akses jalan. Sekadau, Kalimantan Barat adalah salah satu daerah yang masih membutuhkan perhatian pemerintah. Akses jalan yang tidak terlalu baik dan tidak tersedianya transportasi pengangkut massa, membuat anak-anak di salah satu desa harus menempuh perjalanan 6 jam untuk bersekolah.

Yoga si Pejuang

Yoga (12) adalah salah satu anak yang berjuang melakukan perjalanan pulang pergi selama 6 jam untuk bersekolah dan mencapai rumah. Yoga rela berjalan kaki selama itu hanya untuk mengejar cita-citanya menjadi seorang guru. Perjalanan seperti ini telah dilakukan Yoga selama 6 tahun lamanya.

Lewati Hutan dan Sawah Sudah Biasa

Bangun jam 4 pagi adalah hal yang biasa dilakukan Yoga. Setelah bersiap, Yoga lantas berangkat ke sekolah dengan melewati hutan dan pematang sawah untuk mencapai sekolah. Jalanan yang sangat licin saat hujan seringkali menjadi tantangan tersendiri baginya. “Terkadang saya lelah ketika berjalan, belum lagi jika ketemu hewan berbisa yang membuat saya takut untuk pergi ke sekolah. Di sekolah kadang saya sudah ngantuk dan tidak konsentrasi untuk belajar,” ujarnya.

Membawa Beban Berat Setiap Hari

Perjalanan yang jauh mengharuskan Yoga membawa perlengkapan seperti baju ganti dan bekal makanan. “Karena perjalanan yang cukup jauh maka saya tidak pernah lupa untuk sarapan dan membawa bekal untuk dimakan ketika perjalanan pulang nanti. Harus ada tenaga ketika berjalan. Selain itu saya juga pasti membawa baju ganti supaya baju sekolah kami tidak kotor dan bisa awet dipakai lama,” kata Yoga.

Yoga Tidak Sendiri

Yoga bukanlah satu-satunya anak di Sekadau yang melakukan perjuangan untuk mencapai sekolah. Teman-teman Yoga di satu desa yang sama dengannya juga melakukan hal serupa. Sayangnya teman-teman Yoga memilih untuk putus sekolah. Bahkan hanya tersisa 2 orang teman di kampungnya yang memilih untuk bersekolah.

Nasib Yoga di Tangan Siapa?

Yoga dan teman-temannya adalah perwakilan sosok anak bangsa yang masih harus berjuang mencapai mimpinya. Yoga sebentar lagi akan lulus dari Sekolah Dasar. Namun, jika dirinya masih harus melalui perjuangan yang sama, apakah Yoga akan bertahan? Mari bantu Yoga dan anak Indonesia lainnya mendapatkan harapan baru melalui perhatian dan kasih sayang. www.wahanavisi.org

Komentar

Fresh