Hawking, Hidup Sampai Usia 76 Dengan ALS | OPINI.id

ALS singkatan dari Ayotrophic Lateral Sclerosis, penyakit degeneratif yang berakibat pada penurunan fungsi otot polos. Otot polos adalah otot yang bergerak secara tidak sadar seperti otot untuk bernafas, otot bicara dan mengunyah gerakan peristaltik kerongkongan, gerakan jonjot otot pada usus besar atau pada lambung.

Harapan Hidup

ALS disebut juga dengan penyakit Lou Gehring, mengambil nama pe-baseball Amerika Serikat yang meninggal setelah 3 tahun didiagnosis penyakit ini. Harapan hidup penderia ALS cuma sampai 3 tahun, tapi Prof. Stephen Hawking bisa sampai 55 tahun hidup bersama ALS setelah didiagnosis. Hawking didiagnosis menderita ALS sejak tahun 1963 pada usia 21 tahun, dan diprediksi hidup sampai usia 24 tahun. Tapi tanpa disangka beliau bisa bertahan sampai usia 76 tahun. Menurut ALS Association, 20 persen penderita bisa hidup sampai 5 tahun, 10 persen sampai 10 tahun dan hanya 5 persen bisa hidup sampai 20 tahun.

20 Gen

Satu faktor vital yang mempengaruhi usia penderita ALS adalah adanya 20 jenis gen yang terlibat. Dr. Anthony Geraci, direktur the Neuromuscular Center Northwell Health's Neuroscience Institute, New York bilang setiap gen ini memiliki pengaruh berbeda pada penderita ALS. Contohnya, gen yang disebut SOD1 yang seringkali dihubungkan dengan penderita ALS turunan menyebabkan penurunan fungsi otot polos yang teramat cepat dibandingkan dengan beberapa gen lainnya. Pada sebuah ceramah di kampus, Hawking pernah berujar bahwa ALS yang dideritanya tidak bisa mencegahnya buat bernafas dan menelan, tapi ALS yang dideritanya 'mungkin' hanya mampu mencegah tubuhnya untuk menyerap vitamin.

Penderita Usia Muda Lebih Bertahan

Riset juga bilang bahwa penderita ALS yang terdiagnosis pada usia muda relatif memiliki umur panjang dibanding mereka yang didiagnosis pada usia tua. Seringkali pasien didiagnosis menderita ALS pada usia 55-75 tahun. Hawking didiagnosis menderita penyakit ini pada usia muda, 21 tahun.

Gejala awal dan akibat kematian

Gejala awal penderita ALS mirip seperti penampakan orang terkena stroke, kesulitan berbicara sampai pelemahan beberapa otot. Pada akhirnya ALS bisa membuat penderita tidak bisa bergerak, menelan dan mengunyah makanan, kemudian kehilangan kemampuan bernafas. Penderita ALS biasanya meninggal karena kegagalan bernafas (respiratory), karena otot yang mengontrol orang untuk bernafas berhenti bekerja. Selain itu penderita ALS bisa meninggal karena malnutrisi atau dehidrasi. Dr. Leo McCluskey, associate professor of neurology and medical director of the ALS Center pada University of Pennsylvania bilang penderita ALS bisa hidup lebih lama jika tidak memiliki dua kegagalan fungsi tubuh ini. McCluskey juga bilang, yang terjadi pada Prof. Hawking adalah hal yang luar biasa dan outlier (pencilan). dari : www.livescience.com , www.scientificamerican.com

Komentar

Fresh